Orang (khususnya Indonesia) bangga sekali bila mempunyai darah
campuran, terutama dari eropah, apalagi kalau ditambah dengah
embel-embel bola mata hijau atau biru, rambut sedikit pirang
atau hidung mancung....
Wah pacar gua indo german, bokap german, nyokap sunda....
atau nyokap Ceko, babe Palembang....wah...pasti deh langsung
nebak...pernah masuk finalis majalah Mode, Gadis, atau Aneka....

Tetapi pas bilang, gua ada keturunan cina-nya, biasa mencoba
untuk menghilangkannya, tidak menyebut, atau harga diri jatuh sekali...
Sepertinya malu sekali untuk menyebutkannya, kecuali kalau terpaksa...
itu juga, pasti teman-teman nya keturunan cina ini pasti langsung
diam....atau bilang ..." ooooo....."

Atau yang keturunan bilang " Ohhh...gua dari Surabaya nih..."
(emang benar sih...dari SBY)

Seperti kata Bung Blucer, kenapa ya kita ngga bisa nerima
semua keturunan itu sama, baik yang sipit, hidung pesek,
rambut pirang, mata belo....Kan Tuhan menciptakan semua manusia
itu sama....but why kita masih terus mengkategorikan orang....

Be proud of yourself, whatever you look like....
(Gua lagi nasehatin diri gua sendiri...)

tanya: Pernah ada keturunan chinese yang masuk ke majalah remaja
       atau pemilihan putri kecantikan?
       Gua denger cewek-cewek keturunan dari Singkawang imut-imut




Andrew Pattiwael




On Sun, 24 Jan 1999, Blucer Rajagukguk wrote:

> Hanya sekedar pemikiran:
> Bisakah kita menerima keturunan Cina seperti kita menerima keturunan
> Arab, keturunan Spanyol, keturunan Jerman dan keturunan bangsa asing
> lainnya.
> Bukankah sebagian besar dari kita berasal dari Yunan Selatan?
> Bukankah agama mengajarkan bahwa kita keturunan Adam dan Hawa?
> Bukankah kita satu keturunan? Bukankah semua manusia diciptakan oleh
> Tuhan yang sama?
>
> peace.
>
> Andrew G Pattiwael wrote:
> >
> > Bung ada benarnya, memang ada sekelompok masyarakat keturunan yg bersikap
> > seperti yg bung bilang, tetapi juga ada sekelompok keturunan yg berbeda
> > sekali dengan pandangan bung.
> > Mereka membaur, bahkan kawin dengan pribumi, tinggal di lingkungan yg
> > mayoritasnya pribumi.
> > Yg bung maksudkan tentu keturunan yang tinggal di perumahan perumahan
> > elite jakarta seperti di kelapa gading, pondok indah, grogol sana...
> > tetapi bukan hanya keturunan kaya saja kan yang mempunyai sikap
> > "cuek"  dengan masyarakat sekitar-nya, banyak kok pribumi "berkecukupan"
> > yang tiap tahun mungkin jalan-jalan keluar negeri, menunaikan ibadah haji
> > setiap tahun bersama seluruh keluarga, atau berkunjung ke vatican atau
> > yerusalem tiap tahun. Menurut saya, bukan hanya keturunan saja yang
> > mempunyai tugas untuk "peduli" dengan saudara-saudara kita yang masih
> > berkekurangan, tetapi tugas kita semua, baik itu pribumi atau keturunan
> > yang merasa mampu dan merasa terpanggil untuk menaikan derajat hidup
> > saudara-saudara kita yang tertinggal.
> >
> > untuk cerita mengenai banyaknya diskriminasi perusahaan yang mayoritas
> > dimiliki keturunan thd pekerja atau pencari kerja pribumi, saya rasa ini
> > sudah merupakan epidemic bangsa kita. Bukan hanya perusahaan keturunan
> > yang mempunyai policy seperti ini, banyak perusahaan lain, contohnya
> > perusahaan asing yg juga menerapkan kebijaksanaan seperti ini. Contoh,
> > perusahaan yang mempunyai lokasi di sulawesi, banyak pekerja-pekerjanya
> > dari suku bugis, toraja, atau makassar. Kebetulan yang mendapatkan
> > jabatan tingginya adalah seorang dari salah satu suku tsb. Dengan
> > tentunya ia akan hanya menaikan orang-orang dari sukunya tersebut.
> > Maka orang-orang lain bukan dari sukunya tersebut tidak lagi mendapat
> > kesempatan untuk berkarir di departement tsb.Ini hanya contoh lho.
> >
> > ada lagi yang sering terjadi di tempat saya, banyaknya karyawan-karyawan
> > yang berkumpul di suatu departement berasal dari satu suku. Atau KKN yang
> > sering dilakukan oleh seorang bos yg berasal dari suku mana, memasukan
> > karyawan baru yg juga berasal dari suku yang sama. Padahal ini perusahaan
> > asing lho. Kita ngga bisa mengeneralisasikan bahwa hanya keturunan saja
> > yang suka mendiskriminasikan karyawan. Tetapi memang penyakit ini ada,
> > saya sering dengar cerita ini.
> >
> > Salam,
> >
> > Andrew Pattiwael
> >
> > On Sat, 23 Jan 1999, Hadeer wrote:
> >
> > > Tidak ada niat untuk bersikap keras kepada keturunan cina.
> > >
> > > Saya juga ada punya teman baik yang datang dari keturunan cina. Mereka
> > > selayaknya orang kebanyakan dalam bergaul, biasa-biasa saja.
> > >
> > > Tidak di dapat disangkal para keturunan cina adalah orang - orang yang
> > > mempunyai keuletan yang tinggi dalam belajar dan berusaha/bekerja. Tidak
> > >
> > > salah kalau mereka banyak yang sukses dan kaya raya.
> > >
> > > Tapi ada sikap yang sekiranya mau mereka merubah seperti : lebih
> > > bermasyarakat, jika kaya raya dapat lebih banyak memberi bantuan ke
> > > orang - orang disekitar mereka....jika pintar, ajarilah orang - orang
> > > yang tidak pintar...dll.
> > >
> > > Saya yakin MUSTAHIL seorang Cina akan dijarah dan dirampok tokonya,
> > > usahanya, atau rumahnya...jika mereka mau bermasyarakat dan membantu
> > > orang sekitarnya. PASTI orang sekitarnya akan melindungi para warga
> > > Cina.
> > >
> > > Sekedar harapan saya ...... :-)
> > >
> > > Smile
> > >
> > > Hadeer wrote:
> > >
> > > > Pertanyaan yang sama bisa di juga ditanyakan kepada  para calon
> > > > mahasiswa keturunan yang anda bela....
> > > > Kalau memang kaya raya...kenapa nggak sekolah ke sekolah di luar
> > > > negeri....di negeri Cina misalnya....
> > > >
> > > > Kenapa sekarang baru mau coba masuk ke sekolah negeri....selama ini
> > > > kemana saja di dalam masyarakat.....huh.....blak-blakan saja.....
> > > >
> > >
>

Kirim email ke