Nah, Anda menangkap maksud saya.
Mental kuli. Itulah yang sedang saya bicarakan. Pembedaan gaji di perusahaan-
persuahaan tertentu terkadang memang untuk pembedaan superioritas. Anda benar
sekali.
Karena itu, jika ada suatu penawaran gaji kepada kita yang kita anggap hanya
pantas untuk kuli, ya kita tolak saja. Persis itulah yang saya maksud dengan
tulisan saya yang Anda berikan komentar.
FYI, satu bulan setelah sekolah (beberapa tingkat sesudah SD, lho) saya dulu
diterima di Astra Internasional, tapi saya tolak karena alasan yang kita telah
bahas bersama di paragaraf di atas. Cari saja tempat lain. Memilih tempat
bekerja dan mendapatkan penghidupan/nafkah yang layak termasuk dalam kategori
HAM. Berlaku universal. Kalau memang kita anggap penawaran yang diajukan tidak
selayaknya, ya cari saja yang lain.
Warm regards,
Alex