Adhuh...
Yang namanya superioritas atau bertindak sesuatu untuk mempertahankan
superioritas inilah bibitnya "RACIST", seperti orang Aryan merasa lebih
tinggi dari Semit (ingat Nazi).
Soal pekerjaan memang saya sudah keluar, dan kebetulan dapat di dua
BUMN, namun demikian apakah kita iklas kalau kita dianggap kelas dua
melulu. Bagaimana dengan anak cucu kita......, inilah yang harus diubah
bung Tobing.
Salam
>Nah, Anda menangkap maksud saya.
>
>Mental kuli. Itulah yang sedang saya bicarakan. Pembedaan gaji di
perusahaan-
>persuahaan tertentu terkadang memang untuk pembedaan superioritas. Anda
benar
>sekali.
>
>Karena itu, jika ada suatu penawaran gaji kepada kita yang kita anggap
hanya
>pantas untuk kuli, ya kita tolak saja. Persis itulah yang saya maksud
dengan
>tulisan saya yang Anda berikan komentar.
>
>FYI, satu bulan setelah sekolah (beberapa tingkat sesudah SD, lho) saya
dulu
>diterima di Astra Internasional, tapi saya tolak karena alasan yang
kita telah
>bahas bersama di paragaraf di atas. Cari saja tempat lain. Memilih
tempat
>bekerja dan mendapatkan penghidupan/nafkah yang layak termasuk dalam
kategori
>HAM. Berlaku universal. Kalau memang kita anggap penawaran yang
diajukan tidak
>selayaknya, ya cari saja yang lain.
>
>Warm regards,
>
>Alex
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com