Bung Indra,
menurut saya, pelaksanaan dan hasil referendumpun masih memiliki
potensi konflik, dan masih akan memusingkan pemerintah kita.
Katakanlah hasilnya menunjukkan 51% rakyat pengin bergabung. Sisa yang
49% masih akan merasa tidak puas, dan bisa di prediksi bahwa akan
muncul knflik lagi, karena besar kemungkinan akan muncul issue2 bahwa
hasil itu tidak objektif.
---Indra Adrisudiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> On Thu, 28 Jan 1999 00:05:13 -0500, Brawijaya wrote:
> ----------------------------------------------------
> |> Kalau nurut saya sih, lebih baik dilepas
> |> saja secepatnya. Lagi jaman begini ini,
> |> setiap dime dana sangat berharga.
> |> Lebih baik dipakai buat memelihara
> |> infrastuktur yang mulai rusak, syukur-
> |> syukur bisa dipakai bangun yg baru. Contoh
> |> untuk Sulawesi yg dari dulu jalan trans-nya
> |> nggak pernah kelar....
>
> ... deleted ...
>
> IA: Saya pribadi sih setuju aja Tim-Tim
> langsung dilepas. Tapi kan musti ada
> caranya.
>
> Kalau main lepas gitu aja, trus ntar
> gimana dong dengan sebagian rakyat
> Tim-Tim yang masih pengen bergabung ?
> Suara mereka kan perlu juga diperhatikan.
>
> Itu sebabnya saya milih referendum.
> Jadi kalau emang musti dilepas, ada
> bukti hitam di atas putih, berapa banyak
> nyang pengen gabung dan berapa banyak
> nyang pengen misah.
>
> Note: asumsi manipulasi suara ala Golkar
> tidak masuk hitungan di sini :-)
>
> |> Cuma saya kurang setuju dengan IA masalah
> |> Aceh dan Irja. Sejak RI didirikan definisi
> |> wilayah RI juga mencakup wilayah itu. Malah
> |> kalau kita mau baca sejarah, mula-mula wilayah
> |> kita tadinya akan meliputi semenanjung Malaya
> |> yg masih ada di bawah Inggris kala itu. Sejarah
> |> berkata lain....
>
> IA: Tapi yang namanya definisi kan bisa
> berkembang/berubah sesuai jaman tho, Mas ?
>
> Kalau nuruti Sejarah, ntar maunya mengklaim
> semua ex-Sriwijaya dan ex-Majapahit.
> Repot dong ... :-)
>
> |> Bila setiap waktu sebagian rakyat berontak
> |> terus dikasih merdeka, wah bubar itu negara.
> |> Negara yg katanya pendekar HAM-pun nggak
> |> akan bertindak begitu.
>
> IA: Yang saya maksud di sini bukan dengan
> begitu saja ngasih kemerdekaan. Tapi
> apa salahnya ngasih mereka kesempatan
> untuk menentukan nasib mereka sendiri.
>
> |> Sebagian rakyat Texas ada yg pengen bikin
> |> negara Texas, nyatanya dilindas habis.
> |> Irlandia Utara juga dilindas habis sama
> |> pemerintahan London. Okay lah di Texas orang
> |> yg berontak dikit, bagaimana dg di
> |> Irlandia Utara? Mungkin kita mesti agak
> |> berhati-hati menterjemahkan arti HAM dan
> |> menegakkan berdirinya suatu negara.
>
> IA: Sekedar info nih. Texas adalah satu-satunya
> state yang mempunyai hak melepaskan diri
> dari federasi USA (dan sekaligus memasang
> bendera negara bagian TX sama tinggi dengan
> bendera USA). [Note: Ini cuman nyalin
> omongannya guide di Capitol, Austin lho].
>
> Seandainya rakyat Texas (melalui referendum)
> ingin memisahkan diri dari USA, pemerintah
> federal nggak bisa ngapa-ngapain. Lha
> wong dulu janjinya emang gitu kok.
>
> |> Kalau saya sih mending berdoa agar Habibie
> |> tidak bertindak seperti Gorbachez yang dipuja
> |> kalangan barat, juga warga Sovyet kala itu.
> |> Nyatanya setelah jangka panjang makin banyak saja
> |> yang membencinya. Kalau US sih jelas suka
> |> cita...lha wong jadi satu-satunya negara
> |> adidaya. Untuk kasus kita, Australia jelas
> |> suka cita.....bisa dapat kesempatan eksploit
> |> Timtim....juga Irja... Kan mereka lebih punya
> |> teknologi dibandingkan RI.
>
> IA: Kalau saya mah nggak berharap banyak dari
> Oom BJH. Soalnya wisik yang saya denger
> menyebutkan umur pemerintahannya tinggal
> seumur jagung aja. :-)
>
> |> Sekedar pendapat....
>
> IA: Idem ... :-)
>
> Wassalam,
>
> Indra
>
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com