Bung DODO,
Saya ingat dengan pelajaran Sejarah...:)
Thanks anyway sudah mengingatkan....
Tetapi para pahlawan kita tersebut berjuang
menentang Belanda. Jadi ada kemungkinan
Belanda belum menjajah Aceh.
Mungkin ada fakta lain yang saya belum ketahui ?
Tolonglah saya diingatkan, supaya saya tidak
mangkin salah lagi...
Salam,
bRidWaN
-------
At 09:17 28/01/99 -0800, DODO DOLITET wrote:
> Bung Ridwan,
>
> Saya rasa tidak ada sejarah yang mengatakan bahwa Aceh
> tidak pernah dijajah Belanda. Teuku Umar, Cut Nya'Dien
> adalah tokoh2 pergerakan Aceh yang menentang Belanda.
------
>bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Bung Adri,
>> Saya juga pernah mendengar bahwa wilayah Republik
>> Indonesia adalah yang 'bekas jajahan Belanda".
>>
>> Artinya Tim-Tim tidak termasuk, bukan begitu maksudnya ?
>>
>> Bagaimana dengan Aceh ? Aceh setahu saya merupakan
>> daerah yang tidak pernah dijajah Belanda.
>>
>> Ada yang bisa mengatakan saya salah ? Tolong ya, thanks !
>>
>> Salam,
>> bRidWaN
>> --------------
>> At 21:17 14/01/99 +0700, Adri Amiruddin wrote:
>>
>> SETUJU BERAT CING.
>> KATA ORANG, TIMTIM INI IBARAT DURI/KERIKIL
>> DALAM SEPATU. JADI KUDU DIKELUARIN, BARU BISA JALAN NYAMAN.
>>
>> YANG LAIN? NTAR DULU. SETAHU SAYA DALAM SEJARAH YANG
>> NAMANYA REPUBLIK INDONESIA ITU WILAYAH NUSANTARA YANG
>> MENJADI JAJAHAN BELANDA DULU (TERMASUK IRIAN JAYA).
>>
>> Adri Amiruddin
----------
>> : From: Brawijaya
>> : Date: 28 Januari 1999 12:05
>>
>> : Kalau nurut saya sih, lebih baik dilepas saja secepatnya.
>> : Lagi jaman begini ini, setiap dime dana sangat berharga.
>> : Lebih baik dipakai buat memelihara infrastuktur yang mulai
>> : rusak, syukur-syukur bisa dipakai bangun yg baru. Contoh
>> : untuk Sulawesi yg dari dulu jalan trans-nya nggak pernah
>> : kelar....
>> :
>> : Masyarakat Tim-tim kan mempunyai resource yang besar,
>> : jadi biar cepat menjadi negara maju. Syukur-syukur bisa
>> : mensejajari Australia, misal dengan penjualan kopi,
>> : dan juga minyaknya di celah Timor yang terkenal itu......
>> :
>> : Selama ini sudah terlalu mahal harga yang kita bayar
>> : untuk menyelamatan muka politik atau harga
>> : diri pemerintah. Dengan proporsi jumlah penduduk dan
>> : pendapatan asli daerah, lalu kita bandingkan dengan
>> : dana yang dikucurkan ke sana, juga darah yg membanjir
>> : sejak tahun 77, sudah melampaui batas lah. Masih banyak
>> : propinsi lain dengan proporsi penduduk maupun pendapatan
>> : jauh lebih besar malah seperti dianaktirikan. Belum lagi
>> : tuduhan-tuduhan HAM baik dari kalangan dari DN maupun LN.
>> : Yah, ibarat anak, kalau mau mandiri ya sudah kasih aja....
>> : Pusing amat....
>> :
>> : Misal dikasih waktu referendum sampai 10 tahun misalnya,
>> : apa nggak akan timbul keinginan untuk merangkul kembali?
>> : Nah, namanya juga membujuk, maka ya harus kasih sesuatu
>> : yg menarik. Misal dengan kucuran dana...lagi.... Nanti
>> : propinsi yg lain yg juga butuh makin terlunta-lunta.
>> : Mending diputuskan dengan cepat lah...
>> :
>> : Cuma saya kurang setuju dengan IA masalah Aceh dan Irja.
>> : Sejak RI didirikan definisi wilayah RI juga mencakup wilayah
>> : itu. Malah kalau kita mau baca sejarah, mula-mula wilayah
>> : kita tadinya akan meliputi semenanjung Malaya yg masih
>> : ada di bawah Inggris kala itu. Sejarah berkata lain.... Bila setiap
>> : waktu sebagian rakyat berontak terus dikasih merdeka, wah
>> : bubar itu negara. Negara yg katanya pendekar HAM-pun
>> : nggak akan bertindak begitu. Sebagian rakyat Texas ada
>> : yg pengen bikin negara Texas, nyatanya dilindas habis.
>> : Irlandia Utara juga dilindas habis sama pemerintahan London.
>> : Okay lah di Texas orang yg berontak dikit, bagaimana dg di
>> : Irlandia Utara? Mungkin kita mesti agak berhati-hati menterjemahkan
>> : arti HAM dan menegakkan berdirinya suatu negara.
>> :
>> : Kalau saya sih mending berdoa agar Habibie tidak bertindak
>> : seperti Gorbachez yang dipuja kalangan barat, juga warga Sovyet
>> : kala itu. Nyatanya setelah jangka panjang makin banyak saja
>> : yang membencinya. Kalau US sih jelas suka cita...lha wong jadi
>> : satu-satunya negara adidaya. Untuk kasus kita, Australia jelas
>> : suka cita.....bisa dapat kesempatan eksploit Timtim....juga Irja...
>> : Kan mereka lebih punya teknologi dibandingkan RI.
>> :
>> : Sekedar pendapat....
>> :
>> : Wassalam,
>> : BJ
--------
>> : Indra Adrisudiro wrote:
>> : > On Wed, 27 Jan 1999 18:16:33 +0700, Hadeer wrote:
>> : > -------------------------------------------------
>>
>> : > |> Kalau boleh...saya pilih Timtim tetap ikut Indonesia...
>> : > |> salam,
>> : > IA: Kalau saya sih lebih suka menyerahkan keputusan itu
>> : > kepada rakyat Tim-Tim via referendum. Kalau nanti
>> : > keputusannya mau gabung ... ya silakan gabung, mau
>> : > misah ... ya monggo.