Lho bukannya si Dhora yang dikawin paksa sama si Jono (Suharjono)?
Dikawin paksa sama Pamannya Sammy Americono dan Bibinya Ausianti?
Nasibnya sama seperti Siti Nurbaya. Si Dhora dulunya ditinggalkan sama
si Mat Portal bule dari Eropa itu, setelah tentunya ditinggalkan
dengan keadaan Hamil tujuh bulan, rumah gubuk derita yang masih belum
lunas tunggakannya.
Si Jono, emang dasar geblek, mau aja disuruh kawin sama si Dhora yang
jelas-jelas bukan lagi perawan ting-ting. Kata Paman Sammy dan Bibi Ausi,
Sebagai sesama tetangga si Jono harus juga tanggung jawab. Si Jono yang
kiraiin si Dhora masih sehijau perawan, jadi keki pas tau si Dhora ternyata
udah Bunting tujuh bulan. Mungkin karena manusia, Si Jono jadi Kalap, ya
sudah habis deh si Dhora ditabokin hari-hari perkawinan mereka yang pertama.
Si Dhora ngga boleh keluar sama si Jono, tinggal terus didalam rumah, dikerem
abis-abisan...
Walaupun "kejam" ama bininya, si Jono bukanlah "Seorang Tentara Yang tidak
Bertanggung Jawab" (Emang ini milik negoro?)
Si Jono menyediakan Dhora rumah kontarakan yang cukup lengkap, walau
sederhana, lengkap dengan perabotan-perabotan elektroniknya. TV lengkap
dengan channel luar negerinya. Kulkas yang merek Mitsubishi. Pembantu
rumah tangga.Mesin cuci, Dryer, dan tentunya Air Conditioner.
Dhora selalu dikasih uang belanja yang selain cukup untuk membelikan
makanan yang sehat, juga dapat sedikitnya memanjakan Dhora dengan
pakaian-pakaian yang bermerek seperti CK, Gucci, dll.
Tetapi seperti kata Pendeta di Gereja Gang Keselamatan yang sering dikunjungi
oleh Dhora setiap hari minggu, Kebahagiaan bukanlah datangnya dari kemewahan
yang berlimpah ruah. Dhora merasa kebahagian yang diberikan oleh mas Jono
itu hanya semu belaka. Mas Jono memang menyediakan semua kebutuhan yang
diingini oleh Dhora, tapi kalau setiap pulang dari tugas (Mas Jono,
Anggota Brimob yang ditugasi menangani kerusuhan) selalu terjadi
percekcokan yang akhirnya berakhir dengan pukulan dan tamparan,
mana tahan...ujar si Dhora. Dhora sudah cukup menderita, apalagi
perkawinan pertama dengan Mas Portal, Londo playboy asal portugal itu juga
selalu terisi dengan penyiksaan fisik thd diri Dhora.
Dhora memang menyayangi Mas Jono, namun perangai keras dan ringan tangan
Mas Jono sudah terlampau batas.
Dhora sekarang harus memilih untuk meninggalkan Mas Jono selamanya
(Merdeka) atau pisah rumah/ranjang/WC (Otonomi) sampai waktu yang
tidak terbatas.
Setelah reformasi Mas Jono yang sekarang sudah ngga bisa KKN lagi, dapat
tempat yang kering di Mabes. Mas Jono sudah tidak bisa lagi membiyayai
kehidupan yang serba wah-wah. Apalagi istri-istri Mas Jono yang lain
sekarang minta jatah keuangannya ditambah dan tentunya minta Otonomi juga.
Pusing tujuh keliling Mas Jono.
Semua serba susah, karena Perkawinan Paksa Ala Siti Nurbaya ini.
Sedih bernasib seperti Dhora, nasib seorang wanita...
Salam permias@,
Andrew Pattiwael
On Sat, 6 Feb 1999, FNU Brawijaya, RPI, Troy, NY wrote:
> Kenapa nggak 'kumpul kebo' saja? Si Dhora mendapatkan kebebasan bergaul
> dan juga kesempatan minta putus hubungan sewaktu-waktu dia mau. Tinggal
> angkat koper sudah beres, atau koper si Suharjono yang dilempar ke luar
> jendela. Aman... Supaya adil si Suharjono juga tidak diharuskan memberi
> makan, sandang, papan kepada si Dhora emon ini. Namanya juga kumpul
> kebo, setiap pihak nggak boleh mengutik-ngutik harta mitranya itu...
>
>
>
> Panut Wirata wrote:
> >
> > Namun, sebelum meminang, Suharjono Prawiro tahu bahwa di halaman rumah
> > Dhora yang tak seberapa luas tersimpan harta karun yang jauh dari
> > lumayan.
> > Ah...stop dengan segala analogi-analogi seperti ini sebab
> > asumsi-asumsinya belum tentu tepat atau mendekati tepat semata-mata
> > karena kurangnya informasi yang di ketahui masyarakat.
> > Analogi-analogi semacam ini bisa membawa pada diskusi yang tidak
> > membawa manfaat apapun kecuali mungkin untuk penulis fiksi.
> >
> > Wassalam,
> > Panut Wirata
> >
> > ---Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Bravo ....Cak Nas..!!!
> > >
> > > Bagaimana kalau misalnya ada prolognya seperti ini:
> > >
> > > Sejak awal si Dhora Fransisca memang nggak pernah pacaran dengan
> > Suharjono
> > > Prawiro. Lalu dengan setengah hati akhirnya mau saja diajak kawin
> > Suharjono
> > > Prawiro yang punya tanah dan sawah yang luas serta kebon-kebonnya.
> > >
> > > At 08:20 AM 2/6/99 +0700, you wrote:
> > > >Seorang wanita bernama Dhora Fransisca berkata kepada suaminya
> > bernama
> > > >Suharjono Prawiro,
> > > > "Loe boleh memiliki saya. Selama itu pula loe harus tetap
> > memberi
> > > >makanan dan memberi kebebasan kepada gua"
> > > > "Oke deh. Lalu ?", tanya si suami
> > > > "Setelah lima atau sepuluh tahun kemudian, gua boleh kan
> > memutuskan,
> > > >apakah cerai atau tetap sebagai istri loe?
> > > > "Ha ????? Kenapa nggak sekarang saja kita bercerai?????"
> > > >
> > > >===============================
> > > >
> > > >
> > >
> >
> > _________________________________________________________
> > DO YOU YAHOO!?
> > Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>