Hehehe....
Terlepas dari opini yang bermacam-macam, Ken Strarr punya
peran sangat besar untuk membuktikan bahwa seorang presiden
tidak kebal hukum.... mampu menghancurkan mitos dan tradisi.
Mestinya tante berharap profil semacam si Starr nan gagah
berani melawan arus juga muncul di Indonesia. Kalau sekedar
ikut-ikutan tapi giliran dipaksa mengambil posisi secara tegas
lalu mengkeret kayak penyu, wah banyak tuh diobral...
Bagaimana kalau tante bikin puisi aja...
Kayaknya kalau di bidang perpuisian, tante pas deh...sungguh...
honest kok....
Mesem yg termanis deh,
Eyang Troy
(Sorry, nama ganti-ganti berhubung lagi nomad)
Notrida Mandica wrote:
> HMMMM.....
>
> Another Ken Starr....
>
> ida
>
> >Jubirnya si Jono sudah bilang kalau Dhora nggak mau pisah ranjang
> >mau sekalian dicerai saja (sesuai dengan permintaan bini bandel ini).
> >Selanjutnya akan dikembalikan ke pacar lamanya.....si londo itu.
> >Kedua jubir sepakat barang si jono mau dikeluarin dari rumah,
> >lalu digantiin sama barangnya londo. Surat nikah sudah siap mau
> >disobek, diganti surat cerai, atau mungkin surat pisah. Ya terserah
> >deh sama jubir-jubir itu, namanya juga jubir....ya suka saling
> >monyong-monyongan majuin bibir. Saat ini jangan sampai kalah monyong
> >lagi deh, capek pasang muka kompromi.