Pesan bagus dari daeng Ida.
Daeng Ida, Ken Starr yang ini sekarang namanya gonta-ganti lho.

Helson SIAGIAN
-----------------------
http://gwu.edu/~siagian
-----------------------


On Mon, 8 Feb 1999, Notrida Mandica wrote:

> HMMMM.....
>
> Another Ken Starr....
>
>
> ida
>
>
> >Jubirnya si Jono sudah bilang kalau Dhora nggak mau pisah ranjang
> >mau sekalian dicerai saja (sesuai dengan permintaan bini bandel ini).
> >Selanjutnya akan dikembalikan ke pacar lamanya.....si londo itu.
> >Kedua jubir sepakat barang si jono mau dikeluarin dari rumah,
> >lalu digantiin sama barangnya londo. Surat nikah sudah siap mau
> >disobek, diganti surat cerai, atau mungkin surat pisah. Ya terserah
> >deh sama jubir-jubir itu, namanya juga jubir....ya suka saling
> >monyong-monyongan majuin bibir. Saat ini jangan sampai kalah monyong
> >lagi deh, capek pasang muka kompromi.
> >
> >Sudah bagus itu... makin cepat makin baik. Kalau terlalu lama
> >mikirin anak-anak yg mau ikut bapak atau ikut ibu, wah, kelamaan...
> >Sekalian saja biar anak-anak berikut biyungnya bikin kesepakatan
> >sendiri, mau pisah ranjang atau cerai sekalian. Jadi saat ini
> >isunya bukan mau cerai atau mau rujuk. Biar rasain sana, ditabokin
> >sama bule lagi. Masih mending kopral jono.... Si bule kan siang malam
> >main tabok. Ada tetangga yg bilang sejak 1930-an si bule paling banter
> >buang anak-anak paling bengalnya di rumah Dhora, kasih duit juga
> enggak.
> >Kalau si Jono emang nabok siang malam juga, tapi kalau malam naboknya
> >kan lain. Padahal banyak keluarga lain yg demen ribut, bagus buat
> >selingan...katanya..... biar nggak boring. Udah dikasih sandang,
> >pangan, plus perhiasan masih suka nelpon pacar lama. Lha apa nggak
> >kebangetan.... Apa karena pacar lamanya bule atau apa ya? Padahal bule
> >dekil aja.... Ngurus diri sendiri aja nggak becus, minta tolong mulu
> >sama para tetangganya.
> >
> >Lha gitu dong, baru hebat nih si Kopral Jono...biar kopral tapi jam
> >tangan kolonel (eh...itu kan naga bonar). Jangan mau dibikin merah
> >padam mulu sama tante howard yg plintat-plintut kayak ..tut.
> >Maklum tante-tante, bisanya cuman ngrumpi sambil jalan megal-megol
> >bak peragawati. Rumah sama-sama di pelosok kampung aja pengen dibilang
> >golongan darah putih. Jalan ke mana-mana hidungnya dikeatasin. Wuah,
> >mestinya sekali-kali si Jono dipanas-panasin buat nabok bokong si
> >tante genit ini sekalian. Lumayan... bokongnya mengandung uranium euy.
> >
> >
> >> Nasrullah Idris wrote:
> >> >
> >> > Seorang wanita bernama Dhora Fransisca berkata kepada suaminya
> bernama
> >> > Suharjono Prawiro,
> >> >         "Loe boleh memiliki saya. Selama itu pula loe harus tetap
> memberi
> >> > makanan dan memberi kebebasan kepada gua"
> >> >         "Oke deh. Lalu ?", tanya si suami
> >> >         "Setelah lima atau sepuluh tahun kemudian, gua boleh kan
> memutuskan,
> >> > apakah cerai atau tetap sebagai istri loe?
> >> >         "Ha ????? Kenapa nggak sekarang saja kita bercerai?????"
> >> >
> >> > ===============================
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke