Saya nggak mendengar langsung dari sumbernya. Saya baca dari koran dan milis
ini. Namun saya menyimpulkan demikian. Tatabahasa yang digunakan sudah
benar. Jadi tinggal si reporter itu salah kutip atau ia salah menggunakan
rumus tatabahasanya sehingga saya menyimpulkannya demikian. Cobalah simak
baik-baik tulisan di koran dan milis ini.
Wassalam,
Efron
-----Original Message-----
From: Rachman Arief [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, 18 February, 1999 03:52
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: LAGI-LAGI, PAN-AMIEN RAIS
Jangan terlalu cepat menyimpulkan.
AR cuma mengatakan bhw bhs mandarin bebas diajarkan dimana saja
ketika ditanya apakah bisa bahasa mandarin diajarkan di sekolah2.
Kadangkala kita perlu menanggapi sesuatu dg wajar.
Tak perlu didramatisirlah.
-----Original Message-----
From: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, February 16, 1999 4:04 PM
Subject: Re: LAGI-LAGI, PAN-AMIEN RAIS
>Apapun yang dijanjikan AR memang spektakuler dan dapat
>dipertanggungjawabkan. Namun satu hal tentang bahasa Mandarin kalo
dijadikan
>bahasa alternatif setelah bahasa Indonesia di Kabinet apa ini bukan suatu
>janji konyol. Lha wong berbahasa Indonesia saja banyak orang (termasuk
>menteri) yang tidak becus, malah mau cari perkara berbahasa Mandarin di
>Kabinet.
>
>Wassalam,
>Efron
>
>-----Original Message-----
>From: Ramadhan Pohan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Wednesday, 17 February, 1999 04:52
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: LAGI-LAGI, PAN-AMIEN RAIS
>
>Salam!
>Senin Presiden, Selasa bahasa Mandarin bebas diajarkan. Cina bisa jadi
>perwira
>ABRI, masuk Kabinet dan berbahasa leluhur mereka. Itu janji Amien Rais bila
>PAN menang dan Amien Rais jadi Presiden-- yang katanya semua janjinya itu
>dipertanggungjawabkan dunia-akhirat.
>
>Pantaslah kalau Amien Rais-PAN disambut istimewa oleh "huaren", para TKI,
>dan
>pejabat Hongkong. Apalagi ketika doktor ilmu politik lulusan Chicago ini
>mengucapkan "selamat imlek" dalam bahasa Mandarin-- sembari menginginkan
>anaknya ikut kursus bahasa Mandarin.
>
>Lagi-lagi Amien. Sayangnya, ini yang tidak ada-- ibarat bumi dan langit--
>pada
>Megawati. Sedangkan Megawati fasih bicara marhaenisme, wong cilik, becak--
>yang juga sayangnya tidak ada pada Amien Rais.
>
>Di atas kertas Megawati dan PDI Perjuangan akan jadi Presiden dan pemenang
>telak pemilu 1999. Namun jangan berharap Indonesia bisa mendekati demokrasi
>dan semangat anti rasis model AS-- negeri yang banyak menjadi inspirasi
>politik Amien.
>Bagaimana pendapat Anda? Silahkan setuju atau mencibir
>
>
>salam!
>ramadhan pohan
>##########
>Berikut saya paste dari Jawa Pos, edisi hari ini, Rabu:
>http://jawapos.co.id
>Oleh-Oleh Prof Dr Amien Rais dari Hongkong (1)
>
>''Senin Presiden, Selasa Mandarin Diajarkan''
>
>Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Dr Amien Rais, ketua umum DPP PAN,
>kunjungan silaturahminya ke Hongkong akan disambut semeriah di tanah air.
>Mengunjungi ribuan TKI yang bekerja di bekas koloni Inggris itu, Amien
>disambut bagai seorang bintang film di tengah penggemarnya. Sedang
>berkampanyekah Amien?