Dear Efron:
Saya simak baik-baik analisis Ramadhan Pohan serta berita Jawa Pos
tentang Amien Rais yang di Hong Kong itu.  Dan saya setuju dengan
Rachman Arief bahwa Amien Rais akan mengijinkan bahasa Mandarin
diajarkan dan dipakai secara terbuka.  Tak perlu terlalu banyak
dibumbui dan dikembang-kembangi.
      Mungkin Anda perlu membacanya lagi secara lebih seksama.
Berfikir kritis dan menganalisa tulisan secara kritis dalam usaha
membedakan mana data mana interpretasi, apa yang tersirat dalam yang
tersurat, apa implikasi suatu pernyataan, kesimpulan apa yang bisa
ditarik dari suatu pernyataan, dsb perlu latihan.  Beberapa waktu yang
lalu ada yang posting (apa sih bahasa Indonesia yang tepat untuk ini)
tentang logika (aljabar pernyataan)dengan contoh pertanyaan-pertanyaan
yang bagus sekali.  Logika ini juga sering menjadi pertanyaan dalam
bagian analitical GRE.

Wassalam,
Panut Wirata




---"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya nggak mendengar langsung dari sumbernya. Saya baca dari koran
dan milis
> ini. Namun saya menyimpulkan demikian. Tatabahasa yang digunakan sudah
> benar. Jadi tinggal si reporter itu salah kutip atau ia salah
menggunakan
> rumus tatabahasanya sehingga saya menyimpulkannya demikian. Cobalah
simak
> baik-baik tulisan di koran dan milis ini.
>
> Wassalam,
> Efron
>
> -----Original Message-----
> From:   Rachman Arief [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Thursday, 18 February, 1999 03:52
> To:     [EMAIL PROTECTED]
> Subject:        Re: LAGI-LAGI, PAN-AMIEN RAIS
>
> Jangan terlalu cepat menyimpulkan.
> AR cuma mengatakan bhw bhs mandarin bebas diajarkan dimana saja
> ketika ditanya apakah bisa bahasa mandarin diajarkan di sekolah2.
> Kadangkala kita perlu menanggapi sesuatu dg wajar.
> Tak perlu didramatisirlah.
>
>
> -----Original Message-----
> From: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Tuesday, February 16, 1999 4:04 PM
> Subject: Re: LAGI-LAGI, PAN-AMIEN RAIS
>
>
> >Apapun yang dijanjikan AR memang spektakuler dan dapat
> >dipertanggungjawabkan. Namun satu hal tentang bahasa Mandarin kalo
> dijadikan
> >bahasa alternatif setelah bahasa Indonesia di Kabinet apa ini bukan
suatu
> >janji konyol. Lha wong berbahasa Indonesia saja banyak orang
(termasuk
> >menteri) yang tidak becus, malah mau cari perkara berbahasa
Mandarin di
> >Kabinet.
> >
> >Wassalam,
> >Efron
> >
> >-----Original Message-----
> >From:   Ramadhan Pohan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >Sent:   Wednesday, 17 February, 1999 04:52
> >To:     [EMAIL PROTECTED]
> >Subject:        LAGI-LAGI, PAN-AMIEN RAIS
> >
> >Salam!
> >Senin Presiden, Selasa bahasa Mandarin bebas diajarkan. Cina bisa
jadi
> >perwira
> >ABRI, masuk Kabinet dan berbahasa leluhur mereka. Itu janji Amien
Rais bila
> >PAN menang dan Amien Rais jadi Presiden-- yang katanya semua
janjinya itu
> >dipertanggungjawabkan dunia-akhirat.
> >
> >Pantaslah kalau Amien Rais-PAN disambut istimewa oleh "huaren",
para TKI,
> >dan
> >pejabat Hongkong. Apalagi ketika doktor ilmu politik lulusan
Chicago ini
> >mengucapkan "selamat imlek" dalam bahasa Mandarin-- sembari
menginginkan
> >anaknya ikut kursus bahasa Mandarin.
> >
> >Lagi-lagi Amien. Sayangnya, ini yang tidak ada-- ibarat bumi dan
langit--
> >pada
> >Megawati. Sedangkan Megawati fasih bicara marhaenisme, wong cilik,
becak--
> >yang juga sayangnya tidak ada pada Amien Rais.
> >
> >Di atas kertas Megawati dan PDI Perjuangan akan jadi Presiden dan
pemenang
> >telak pemilu 1999. Namun jangan berharap Indonesia bisa mendekati
demokrasi
> >dan semangat anti rasis model AS-- negeri yang banyak menjadi
inspirasi
> >politik Amien.
> >Bagaimana pendapat Anda? Silahkan setuju atau mencibir
> >
> >
> >salam!
> >ramadhan pohan
> >##########
> >Berikut saya paste dari Jawa Pos, edisi hari ini, Rabu:
> >http://jawapos.co.id
> >Oleh-Oleh Prof Dr Amien Rais dari Hongkong (1)
> >
> >''Senin Presiden, Selasa Mandarin Diajarkan''
> >
> >Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Dr Amien Rais, ketua umum
DPP PAN,
> >kunjungan silaturahminya ke Hongkong akan disambut semeriah di
tanah air.
> >Mengunjungi ribuan TKI yang bekerja di bekas koloni Inggris itu,
Amien
> >disambut bagai seorang bintang film di tengah penggemarnya. Sedang
> >berkampanyekah Amien?
>

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke