On Tue, 16 Feb 1999 21:40:47 -0800, Dodo D. wrote:
--------------------------------------------------
|> Kok menurut saya, Amin Rais agak sedikit "norak"
|> dengan pernyataan-pernyataan politiknya yang disampaikan
|> di Singapore beberapa waktu yang lalu dan yang di
|> senada di sampaikan di Hong Kong. Ditambah lagi
|> dengan merekrut anak2 SMU.
IA: Yah buat anda mungkin saja AR sedikit "norak"
tapi buat orang lain bisa jadi itu sebagai
"terobosan" :)
|> Saya kok jadi suka tersenyum sendiri kalo baca tentang
|> Amien Rais ini. Pada saat2 awal reformasi bergulir,
|> saya melihat sosok Amien Rais sebagai sosok yang sangat
|> ideal dengan aksi2nya yang cukup berani dan idealis.
|> Kemudian sesaat setelah reformasi menunjukkan hasil2
|> awalnya, dia mulai memperlihatkan ambisi politik
|> pribadinya untuk menjadi presiden, bahkan secara terang
|> terangan dia menolak diangkat menjadi menteri karena
|> memang pengin jadi presiden.
IA: Kalau anda pernah membaca artikel ttg. AR mungkin
bisa memberi gambaran yang lebih jelas.
Di artikel tsb. dijelaskan bahwa pada awalnya memang
AR tidak berniat jadi Presiden. AR bercita-cita
jadi oposan permanen. Akan tetapi rekan-rekannya
"memaksa" AR untuk nggak tanggung-tanggung. Kalau
memang berniat melakukan reformasi, ya sekalian aja
jadi leadernya ... kasihan orang yang udah kadung
mendukungnya.
Mengenai kenapa dia milih jadi Presiden instead of
jadi Menteri, saya dukung 100%. Emangnya Menteri
bisa apa sih ? :)
Ingat waktu Disney ingin reformasi yang diganti juga
CEO-nya, setelah Michael Eisner (?) jadi CEO, Disney
mulai "bangkit" kembali. Begitu juga dengan Chrysler, dll.
Sama aja kan analoginya ... :)
|> Akhir akhir ini dia mulai menyadari bahwa rival rival
|> politiknya cukup kuat, sehingga dia membuat pernyataan
|> bahwa tidak berambisi jadi presiden. Trus dia mungkin juga
|> menyadari bahwa konsep2 politik yang dibawanya di bawah
|> bendera PAN "kurang menyentuh" rakyat kalangan bawah. Lain
|> halnya dengan PDI perjuangan yang meskipun visinya nggak
|> jelas, tapi mendapat dukungan rakyat golongan bawah.
|> Menyadari hal ini, mungkin dia berpikir untuk mencari
|> dukungan dari golongan minoritas, serta dukungan dari
|> negara2 tetangga yang mayoritas penduduknya adalah
|> golongan minoritas di Indonesia. Dia juga berusaha
|> merangkul para TKI yang berada di luar negeri.
IA: Ya memang susah kalau mencari pemimpin yang 100% perfect.
Saya akui AR punya visi tetapi kurang mendapat dukungan
seperti PDI-P Mega. Mega pun begitu, didukung rakyat
bawah, tapi nggak punya visi ke depan.
Gini aje deh ... dari pada pusing-pusing, udah aja si
Mega/AR jadi Pres/WaPres or Wapres/Pres. :)
|> Kok saya juga merasa aneh ketika mendengar Amien Rais
|> membikin pernyataan seperti itu di Hong Kong.
|> Sepengetahuan saya, AMien Rais adalah seorang tokoh
|> islam yang fundamental.
IA: AR Islam fundamentalis ? Ah nyang bener ente ? :)
Parameternya apa nih ?
|> Bahkan saya pernah dengar cerita bahwa sewaktu dia dulu
|> jadi mahasiswa di University of Chicago, dia menolak
|> undangan2 di rumah orang2 bule, karena sebagai seorang
|> islam, dia merasa haram menghadiri acara2 tersebut.
IA: Hubungannya apa yah ? Kok saya nggak mudeng ... :)
Saya pun selalu menolak diundang ke rumah rekan
saya yang bule kalau tujuan undangannya itu adalah
untuk perayaan ibadah. Tapi kalau sekedar kongkow-
kongkow nonton basketball aja sih bolah-boleh aje :)
Apa lantas kalau saya berprinsip seperti itu terus
dianggap Islam fundamental. Give me a break man :)
|> Setelah "nyemplung" ke kolam politik, dia sepertinya
|> berubah 180% dari hakekat dirinya sendiri. Saya tidak
|> tahu apakah memang perubahan itu dilandasi oleh
|> kesadarannya untuk menyelamatkan negara, ataukan
|> karena ambisi politik pribadinya dan untuk sekedar
|> mencari dukungan. Sedandainya dia terpilik sebagai
|> presiden, akankan dia konsisten dengan langkah2
|> pendahuluannya ini? Wallahu 'alam. Saya juga tidak mau
|> berprasangka.