Kehebatan anda terletak pada "Helson yang suka menilai orang ini" padahal
anda sendiri punya hobby akut untuk menilai orang. Pengalaman juga bilang,
setiap anda mencela saya, yang banyak nanggapi justeru rekan-rekan yang
lain. Sayangnya, saya dan beberapa rekan lain (pria dan wanita; anda pasti
tahu deh) sudah sepakat untuk tidak nanggapi tulisan anda kalau lagi
rada-rada.

Semoga emosi anda nggak sampai mengubah nama saya menjadi sesuatu yang
buat anda menjadi tidak layak sebagai ilmuwan (padahal anda kan
'berbobot').

Helson SIAGIAN
-----------------------
http://gwu.edu/~siagian
-----------------------
On Tue, 2 Mar 1999, FNU Brawijaya wrote:

> Sudahlah jangan ikut panas dengan Mr Helson yg suka menilai orang ini.
> Cukup saya saja korbannya. Jadi cukup saya saja yg reaktif thd dia.
> Jadi yah, yg saling kirim garbage biar saya sama dia saja. Yang lain silakan
> menulis saja, yg penting freedom of speech mesti jalan di milis ini.
>
> Sebagai info dia sudah menjadi penggemar setia saya sejak 1.5 tahun silam.
> Satu email sebelum yg ini juga khusus untuk menyindir saya.
>
> Mungkin saya memilih jalan bodoh, tetapi saya akan tetap reaktif krn ternyata
> bila tidak dilayani ybs akan merasa menang dan makin menjadi-jadi.
> Ini email saya yg terakhir kepada anda supaya saya tidak dituduh cari teman
> untuk ribut dg Helson Sialan ini.
>
> Monggo,
> Eyang Troy, kuli (berbahasa dan bertata-krama kuli).
>
>
>
> Ramadhan Pohan wrote:
>
> > In a message dated 3/2/99 6:40:28 AM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
> > writes:
> >
> > << Wah...kalau tahu Ramadhan Pohan itu professional, tulisannya saya baca
> >  semua deh dari dulu. Sayangnya saya baru tahu.
> >   >>
> > ##############
> > Ketika saya memposting gagasan BOIKOT KOMPAS, itu tak ada hubungannya dengan
> > pekerjaan saya. Sejak dulu saya sering menyebutkan bahwa posting saya di
> > Permias@ ini tak ada hubungannya dengan pekerjaan saya. Tapi ada saja yang SOK
> > NAIF mengait-ngaitkannya.
> >
> > Saya profesional atau tidak? Nggak tahu saya. Di kantor saya bekerja ada
> > mekanisme untuk mengukur itu. Kalau Anda mau meboikot laporan saya pun, saya
> > monggo wae Cak.
> > Profesionalisme saya tidak bergantung dari apakah ANDA membaca laporan saya
> > atau tidak.Yang pasti saya sangat yakin dengan profesionalisme di tempat kami
> > bekerja: KAMI TIDAK MENGANUT IDEOLOGI TUNGGAL. Terus terang, ini yang membuat
> > saya sejak 10 tahun lalu tidak mau melamar ke media fundamentalis atau ke
> > koran partisan. (Sorry ya, sejak kuliah tahun ke-2 yakni  13 tahun silam,
> > tulisan-tulisan opini saya sudah diterima  di semua koran utama Jakarta;
> > bahkan sebagian meminta dll).
> >
> > Mohon tidak mengaitkan dengan pribadi saya apalagi pekerjaan saya dengan
> > posting Permias ini. Mampukah intelektual Anda membedakan  kedua itu? Kalau
> > juga intelektual Anda mengalami keterbatasan di situ, itu pun hak Anda.
> > Monggo, mas.
> >
> > Ketahuilah Anda sudah bergeser dari konteks. Dan terus terang, saya ingin
> > membeli KENAIFAN ANDA itu..
> >
> > salam!
> > ramadhan pohan
>
> --
>                \\\|///
>              \\  - -  //
>               (  @ @  )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
>            oooO     (   )
>           (   )      ) /
>            \ (      (_/
>             \_)
>

Kirim email ke