On Wed, 3 Mar 1999, FNU Brawijaya wrote:
dfeleted..
> - Dinyatakan luka tembak tidak lurus, melainkan peluru dari atas.
> * Dari atas langit-langit masjid? - eliminate, kecuali imamnya yg nembak
> * Dari atas pohon? - ini ada kemungkinan
> * Dari atas gedung bertingkat? - eliminate, ini di kampung
> * Hasil pantulan peluru tembakan peringatan? Memantul di mana?
> ini ada kemungkinan, mantul di pohon? mantul di tembok masjid?
> mantul di langit-langit masjid? mantul di langit nan kelam?
deleted..
mungkin kebingungan ini bisa dipecahkan apabila asumsinya adalah bahwa
penembakan tidak dilakukan di dalam masjid, akan tetapi di luar masjid,
dan korban yang masih hidup melarikan diri ke dalam masjid, atau korban
sudah meninggal dan dibawa ke dalam masjid.
begitulah yang saya dengar dari beberapa journalists (BBC) yang berada di
lokasi right after the event.
Who knows what really happened.
Berita dari media simpang siur.
contoh : peritiwa kapal ferry tenggelam antara kalbar dan riau ternyata
mengandung unsur konspirasi yang luar biasa dahsyat (dari jenny grant -
foreign correspondent untuk South China Morning Post), yang investigated
and found out that the bupati where the ferry departed from (cengkawang ?
or something like that) paid those people 500 ribu to be sent to riau as
cheap workers...<---- perdagangan manusia !!!
that is why the news of the sinking ship was received so late ( 3 or 4
days later) as the bupati and his cronies were trying to cover up the
event.
But this fact has NEVER been published by ANY indonesian media.
Saya kira kemampuan media nasional untuk investigasi dan keberanian untuk
menayangkan berita yang menyangkut pejabat perlu ditingkatkan lagi.
Salam,
Ian