FYI...guys :

Pada waktu Bp. Amien Rais berkunjung dan bertatap muka dengan masyarakat
Indonesia di Washington DC kira-kira seminggu yg lalu (sebelum beliau ke
NY),sambutan masyarakat sungguh luar biasa hebatnya. Acara diskusi yg
digelar di KBRI Washington dipadati oleh masyarakat Indonesia dari
berbagai latar belakang sosial,agama,suku,dsb.Walaupun kapasitasnya
sebagai ketua PAN, tapi beliau sama sekali tidak meng-"kampanye"-kan
partainya. Acara tsb lebih banyak diisi dengan diskusi dan tanya jawab
mengenai kondisi di tanah air dan visi pak Amien tentang Indonesia di
masa mendatang. Dengan pembawaan yg tenang dan jawaban-jawaban lugas yg
diberikannya, membuat hadirin yg hadir saat itu cukup puas. Bahkan
walaupun dari wajahnya terlihat bahwa beliau sangat letih(sehabis
melakukan perjalanan jauh,wawancara dg mass media AS,dan pertemuan
dengan tokoh-tokoh penting AS), beliau masih sempat menyelipkan
"joke-joke" segar yg membuat hadirin tertawa. Hanya saja sayangnya
kunjungan pak Amien ke AS kali ini kelewat singkat dan jadwal acaranya
sangat padat, sehingga beliau tidak mempunyai banyak waktu untuk
bertatap muka dan berdialog lebih banyak lagi dengan masyarakat
Indonesia. memang seperti yg beliau sampaikan, kunjungannya ke AS
beserta rombongan kali ini adalah untuk mencari dukungan moril dari
pemerintah AS dalam usaha mengatasi berbagai macam masalah yg terjadi di
Indonesia, sekaligus juga untuk berdialog dengan pihak Bank Dunia dan
IMF serta swasta AS untuk menjajagi kemungkinan peningkatan bantuan bagi
Indonesia, dan menarik minat mereka untuk berinvestasi di Indonesia.
jadi kunjungan pak Amien kali ini sama sekali BUKAN untuk kampanye atau
mencari dukungan suara! kalaupun ada yg kecewa karena pak Amien tidak
banyak meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan masyarakat
Indonesia, itu semata-mata hanyalah karena jadwal acaranya yg begitu
padat, bukan karena kemauannya sendiri.

Mengenai kharisma, saya rasa bukan merupakan hal yg mutlak bagi seorang
pemimpin, apalagi bagi Indonesia yg saat ini yg benar-benar memiliki
banyak problem. menurut hemat saya, calon pemimpin atau persiden
Indonesia di untuk masa mendatang haruslah benar-benar mempunyai
kualitas, baik dari segi keilmuan-nya,wawasan dan pandangan,serta sifat
kerakyatannya. sementara "kharisma" hanyalah merupakan "embel-embel" yg
kurang begitu penting. Sejarah telah membuktikan, bahwa pemimpin yg
lebih banyak mengandalkan kharisma dan kepandaian dalam mengumbar
kata-kata saja,bukanlah seorang pemimpin yg baik, malah membawa problem
besar bagi bangsa dan negara kita.

Salam
Mohamad Rosadi

PS. Oh ya.., pada waktu acara diskusi tsb, pak Amien dan rombongan
datang 1 jam lebih dari waktu yg direncanakan. Mungkin karena cuaca
waktu itu cukup baik, sehingga tidak ada halangan. Sayangnya menjelang
keberangkatannya ke NY, cuaca kembali memburuk (turun salju). Mungkin
inilah salah satu penyebab kenapa pak amien dan rombongan terlambat
menghadiri acara yg di gelar di NY beberapa hari yg lalu.










>From: Indi Soemardjan <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Apakah Amien Rais seorang Negarawan?
>Date: Thu, 11 Mar 1999 17:59:04 -0600
>
>Bagi Anda semua yang mendukung Amien Rais sebagai calon Presiden,
>Saya anjurkan untuk memikirkan kembali dukungan Anda.
>Apakah betul dia mempunyai sikap "negarawan"?
>
>Salah satu peserta (saudara saya sendiri hadir disana) bercerita kapada
>saya bahwa
>pada acara temu muka dgn. Amien Rais di NY hari Rabu (10/3) malam,
>Amien Rais rupanya tidak mampu menunjukkan atau memberikan
>jawaban-jawaban
>yang dilontarkan beberapa tamu yang datang mengenai langkah2 yang akan
>beliau ambil
>apabila terpilih menjadi Presiden.
>Saudara saya juga mengatakan bahwa dia betul2 kecewa dengan cara
>dialog/diplomasi
>Amien Rais yang tidak menunjukkan sikap "Statemanship" ataupun
>"kharisma" seperti
>layaknya seorang pemimpin yang mampu berpolitik/berdiplomasi secara
>terbuka.
>Sebagai tambahan, Amien Rais datang terlambat (kasus biasa untuk orang
>Indonesia yang
>merasa diperlukan) dan seusai acara tersebut langsung meninggalkan
>ruangan tanpa
>mengadakan "bincang2" dengan para tamu yang ada; kesempatan untuk
>berbincang2
>dengan public dibuang begitu saja!
>
>berikut ini cuplikan Kompas dari konperesi tersebut di NY:
>http://www.kompas.com/kompas-cetak/9903/13/NAPER/nape12.htm
>Saya juga dengar cuplikan serupa diatas dari saudara saya tersebut.
>
>Secara pribadi, saya rasa Amien Rais tidak perlu maju sebagai calon
>Presiden dan anjuran saya adalah
>supaya beliau cukup menjadi "tokoh oposisi" dan "komentator politik"
>semata
>(jangan berpolitik sama sekali).
>
>--
>Indi
>
>Visit my world: http://pagina.de/indradi
>

Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke