Bila disebutkan tidak mampu memberikan jawaban atas pertanyaan
para peserta kok rasanya tidak benar juga. Dalam posting saya sebelumnya
saya tulis bahwa saya agak kecewa dengan waktu pertemuan yg sangat singkat.
Banyak sekali para peserta yg tidak mendapatkan kesempatan bertanya,
termasuk kami serombongan. Namun demikian rasanya semua pertanyaan
terjawab dengan baik. Memang benar jenis pertanyaan yg muncul masih
agak malu-malu, biasa lah kalau permulaan kan begitu. Sayangnya saat para
peserta selesai demam panggung, waktu pertemuan sudah selesai.

Ibu Dewi waktu itu memakan waktu yg lumayan banyak untuk menyampaikan
uneg-unegnya. Bila mahasiswa dalam bertanya terlalu bertele-tele dapat
langsung di-cut oleh moderator, untuk bekas istri BK ini pak moderator
agak sungkan memotongnya. Rasanya Bu Dewi cukup puas dengan
jawaban Pak Amien sih. Di Kompas yg anda refer-pun tidak diberitakan
ketidakpuasan Bu Dewi.

Saat selesai, AR sempat juga bincang-bincang sejenak dengan Bu Dewi,
juga dengan beberapa mhs., memang singkat sih. Jadi ya boleh dibilang
kurang tepat juga bila disebut langsung meninggalkan ruangan. Tanpa
mengurangi penghargaan thd panitia, mungkin perlu ditulis waktu
selesainya pertemuan.

Kalau buat kita-kita yg masih shopping untuk menentukan siapa yg bakal
dipilih, rasanya AR ini ya pantas-pantas saja. Kalau mau yg sudah nampak
seperti statesman ya cuman Pak Harto, mau milih beliau apa? Hehe.....


Salam,
Jaya


-------------
Indi Soemardjan wrote:

> Bagi Anda semua yang mendukung Amien Rais sebagai calon Presiden,
> Saya anjurkan untuk memikirkan kembali dukungan Anda.
> Apakah betul dia mempunyai sikap "negarawan"?
>
> Salah satu peserta (saudara saya sendiri hadir disana) bercerita kapada
> saya bahwa
> pada acara temu muka dgn. Amien Rais di NY hari Rabu (10/3) malam,
> Amien Rais rupanya tidak mampu menunjukkan atau memberikan
> jawaban-jawaban
> yang dilontarkan beberapa tamu yang datang mengenai langkah2 yang akan
> beliau ambil
> apabila terpilih menjadi Presiden.
> Saudara saya juga mengatakan bahwa dia betul2 kecewa dengan cara
> dialog/diplomasi
> Amien Rais yang tidak menunjukkan sikap "Statemanship" ataupun
> "kharisma" seperti
> layaknya seorang pemimpin yang mampu berpolitik/berdiplomasi secara
> terbuka.
> Sebagai tambahan, Amien Rais datang terlambat (kasus biasa untuk orang
> Indonesia yang
> merasa diperlukan) dan seusai acara tersebut langsung meninggalkan
> ruangan tanpa
> mengadakan "bincang2" dengan para tamu yang ada; kesempatan untuk
> berbincang2
> dengan public dibuang begitu saja!
>
> berikut ini cuplikan Kompas dari konperesi tersebut di NY:
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/9903/13/NAPER/nape12.htm
> Saya juga dengar cuplikan serupa diatas dari saudara saya tersebut.
>
> Secara pribadi, saya rasa Amien Rais tidak perlu maju sebagai calon
> Presiden dan anjuran saya adalah
> supaya beliau cukup menjadi "tokoh oposisi" dan "komentator politik"
> semata
> (jangan berpolitik sama sekali).
>
> --
> Indi
>
> Visit my world: http://pagina.de/indradi

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke