pliohan saya?
yang jelas bukan Amien Rais.
dia lebih cocok sebagai pihak opisisi dan memegang peran sebagai
komentator politik.
jadi harapan saya mudah2an dia ndak terpilih jadi Presiden.
calon saya siapa?
Mungkin Mega, saya sendiri masih cari info lebih banyak ttg. programnya
yang kelihatannya lebih bersikap inklusif daripada partainya Amien.
INDI
Priyo Pujiwasono wrote:
> Heheee....
> Iya nih, calon anda sebenarnya siapa Bung Indi?
> Pak Harto lagi, Pak Habibie, atau Bung Akbar Tanjung?
> Sekarang ini tak usahlah selalu cari2 kekurangan seorang tokoh. Kalau
> nilai plus-nya masih sangat banyak, kenapa tidak? Saya rasa Amien Rais
>
> sudah lebih dari cukup untuk memenuhi "syarat minimal" yang ada
> menjadi Presiden ke-4 -- malah boleh dibilang calon terbaik yang
> "beredar" saat ini.
> Eniwei, seharusnya kita harus beranjak lebih maju untuk bicara
> "sistem". Seperti kata Cak Nur: kita harus punya pemimpin seperti
> masinis KA. Jadi kemanapun dia pergi tetap sesuai rel yang sudah
> ditentukan, nggak bisa seenaknya spt yang lalu-lalu.
> Jangan sampai kita punya pemimpin seperti pilot pesawat. Yang masih
> bisa bebas seenaknya mengendalikan arah pesawat. Iya apa iya?
>
> ~yo
> == bukan simpatisan PAN spt Bu Dewi.
> PS:
> Yang datang di NY, Karina ikut datang nggak?..:-)
>
> ---FNU Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bila disebutkan tidak mampu memberikan jawaban atas pertanyaan
> > para peserta kok rasanya tidak benar juga. Dalam posting saya
> sebelumnya
> > saya tulis bahwa saya agak kecewa dengan waktu pertemuan yg sangat
> singkat.
> > Banyak sekali para peserta yg tidak mendapatkan kesempatan bertanya,
>
> > termasuk kami serombongan. Namun demikian rasanya semua pertanyaan
> > terjawab dengan baik. Memang benar jenis pertanyaan yg muncul masih
> > agak malu-malu, biasa lah kalau permulaan kan begitu. Sayangnya saat
>
> para
> > peserta selesai demam panggung, waktu pertemuan sudah selesai.
> >
> > Ibu Dewi waktu itu memakan waktu yg lumayan banyak untuk
> menyampaikan
> > uneg-unegnya. Bila mahasiswa dalam bertanya terlalu bertele-tele
> dapat
> > langsung di-cut oleh moderator, untuk bekas istri BK ini pak
> moderator
> > agak sungkan memotongnya. Rasanya Bu Dewi cukup puas dengan
> > jawaban Pak Amien sih. Di Kompas yg anda refer-pun tidak diberitakan
>
> > ketidakpuasan Bu Dewi.
> >
> > Saat selesai, AR sempat juga bincang-bincang sejenak dengan Bu Dewi,
>
> > juga dengan beberapa mhs., memang singkat sih. Jadi ya boleh
> dibilang
> > kurang tepat juga bila disebut langsung meninggalkan ruangan. Tanpa
> > mengurangi penghargaan thd panitia, mungkin perlu ditulis waktu
> > selesainya pertemuan.
> >
> > Kalau buat kita-kita yg masih shopping untuk menentukan siapa yg
> bakal
> > dipilih, rasanya AR ini ya pantas-pantas saja. Kalau mau yg sudah
> nampak
> > seperti statesman ya cuman Pak Harto, mau milih beliau apa?
> Hehe.....
> >
> >
> > Salam,
> > Jaya
> >
> >
> > -------------
> > Indi Soemardjan wrote:
> >
> > > Bagi Anda semua yang mendukung Amien Rais sebagai calon Presiden,
> > > Saya anjurkan untuk memikirkan kembali dukungan Anda.
> > > Apakah betul dia mempunyai sikap "negarawan"?
> > >
> > > Salah satu peserta (saudara saya sendiri hadir disana) bercerita
> kapada
> > > saya bahwa
> > > pada acara temu muka dgn. Amien Rais di NY hari Rabu (10/3) malam,
>
> > > Amien Rais rupanya tidak mampu menunjukkan atau memberikan
> > > jawaban-jawaban
> > > yang dilontarkan beberapa tamu yang datang mengenai langkah2 yang
> akan
> > > beliau ambil
> > > apabila terpilih menjadi Presiden.
> > > Saudara saya juga mengatakan bahwa dia betul2 kecewa dengan cara
> > > dialog/diplomasi
> > > Amien Rais yang tidak menunjukkan sikap "Statemanship" ataupun
> > > "kharisma" seperti
> > > layaknya seorang pemimpin yang mampu berpolitik/berdiplomasi
> secara
> > > terbuka.
> > > Sebagai tambahan, Amien Rais datang terlambat (kasus biasa untuk
> orang
> > > Indonesia yang
> > > merasa diperlukan) dan seusai acara tersebut langsung meninggalkan
>
> > > ruangan tanpa
> > > mengadakan "bincang2" dengan para tamu yang ada; kesempatan untuk
> > > berbincang2
> > > dengan public dibuang begitu saja!
> > >
> > > berikut ini cuplikan Kompas dari konperesi tersebut di NY:
> > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/9903/13/NAPER/nape12.htm
> > > Saya juga dengar cuplikan serupa diatas dari saudara saya
> tersebut.
> > >
> > > Secara pribadi, saya rasa Amien Rais tidak perlu maju sebagai
> calon
> > > Presiden dan anjuran saya adalah
> > > supaya beliau cukup menjadi "tokoh oposisi" dan "komentator
> politik"
> > > semata
> > > (jangan berpolitik sama sekali).
> > >
> > > --
> > > Indi
> > >
> > > Visit my world: http://pagina.de/indradi
>
> _________________________________________________________
> DO YOU YAHOO!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
--
Indi
Visit my world: http://pagina.de/indradi