Wah serasa ikut kuliah kewiraan lagi nih, definisi keamanan dan pertahanan
jadi diperjelas. Bentar lagi HTAG bakal keluar nih.
Saya setuju dengan pendapat Bung Dodo bahwa secara kuantitaspun ABRI
mestinya ditambah, bukannya dikurangi. Kualitas sih emang jelas mesti
diperbaiki, walaupun denger-denger personil yg disekolahkan ke US biasanya
mendapat respek dari orang-orang bule sendiri. Beberapa bincang teman
di sekolahan dengan bule-bule west point itu juga bilang demikian. Beda
dengan personil kiriman Thailand misalnya.
Untuk jangka pendek memang nggak perlu dimekarkan. Tapi pemikiran
untuk itu mesti dipelihara terus. Lalu rencana akpol dipisahkan memang
mestinya segera dilaksanakan saja. Jadi biar kelihatan seberapa sih jumlah
tentara kita ini. Cukup enggak untuk fungsi keamana...,eh, pertahanan.
Peran polisi bukannya kecil lho. Pekerjaan mereka juga sebetulnya banyak.
Juga bukan mengada-ngada. Menurut saya justru mereka kebanyakan
kerjaan, belum termasuk kerjaan yg mestinya bukan porsi mereka. Saya
rasa jumlahnya juga masih kurang. Kalau secara keorganisasian, memang
akpol mestinya dilikuidasi saja. Polisi biar bekerja untuk daerah saja.
Walaupun enggak pengen amerikasentris, berhubung contoh soalnya cuma
itu ya bagaimana lagi. Jadi mungkin kita pengen punya polisi kota, polisi
kabupaten, dan polisi tingkat propinsi. Ya kalau ada sistem yg baik, kenapa
nggak ditiru saja. Mau improvisasi nanti malah nggak karuan.
Soal tentara daerah sih kok nakutin. Entar kita bakal punya jendral per
wilayah. Entar pada pengen jadi war lord lagi.... Tapi ini kan angan-angan
kita yang terlalu jauh. Yang penting itu dulu lah, pembenahan arti dwi-fungsi
ABRI itu dulu diberesin. Istilah balik ke barak kok kayaknya kurang enak
didengar gitu. Ya pokoke ABRI mesti kembali ke fungsi aslinya lah, yaitu
untuk keamana...,eh salah lagi, pertahanan negara.
Salam,
Jaya
"Dodo D." wrote:
> Terus terang kok saya agak kebingungan memahami esensi dari tulisan
> ini, atau mungkin emang saya yang agak telmi yah....??
>
> Tapi setelah saya basa dua atau tiga kali, saya menangkap kesan bahwa
> bung Andrew ini mencoba membandingkan eksistensi ABRI dengan ABRA
> (Angkatan Bersenjata Rakyat Amerika) dimana selain punya tentara
> nasional (US Army, Navy dan Airforce) juga punya National Guard yang
> dikelola oleh masing2 state. Emang sih kalo bisa seperti itu akan
> sangat ideal, tapi kan susah kalo nggak mau dibilang mustahil, lha
> wong perbedaannya sangat jauh.
>
> Kok saya agak nggak setuju kalau dikatakan bahwa pendapat secara
> nasional menginginkan "diperkecilnya peran dan organisasi ABRI".
> Diperkecil perannya emang iya, supaya lebih berfokus kepada peran
> hankamnya, dan tidak terpecah2 ke dalam fungsi sospol yang membawa
> kepada distorsi dari hakekat dan fungsi ABRI itu sendiri. Tapi kalau
> diperkecil organisasinya....lha terus kita mau punya tentara berapa
> ekor..? Sekarang ini aja jumlah ABRI kita (termasuk polisi) hanya
> sekitar 600 rebu ekor, kalo dibanding dengan jumlah penduduk yang 205
> juta, kan berarti diantara 400 orang cuman terdapat 1 ekor anggota
> ABRI, lha ini kan udah sedikit banget. Bandingkan dengan Amerika
> (ikut2an bung Andrew) yang punya active duty military personnel
> sekitar dua juta dengan jumlah penduduk yang nggak beda jauh dengan
> Indonesia, itupun belum termasuk polisi, sherif, National Guard, Cost
> Guard, reserve dll. Nah dari sini kan kelihatan bahwa ABRI kita
> sebenarnya masih sangat kecil, belum lagi persenjataan yang dipake
> masih persenjataan jaman romawi tuh.... yang cuman buat hiasan doang.
>
> jadi yah, nggak usahlah terlalu american centris.
> Apa yang udah ada aja sementara ini di optimalkan fungsi utamanya, dan
> itupun masih susah. Kalau itu udah berhasil, dalam arti ABRI bisa
> kembali menjadi sebuah organisasi militer yang professional di
> bidangnya, baru dipikirkan langkah2 untuk modernisasi baik secara
> materiil maupun organisasi. Begitulah kira2 tanggapan saya...
>
> ---Andrew G Pattiwael <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Atau seperti Tentara Milisi yang ditempatkan di setiap Propinsi,
> (mungkin
> > bisa berbentuk satu divisi yang berjumlah sekitar 2000-3000 prajurit
> dan
> > dikepalai oleh seorang Mayor Jendral)
> > dapat berbentuk Air National Guard, Army National Guard...bertanggung
> > jawab kepada Gubernur dan Pangab.
> > Selain itu dapat secara cepat di kerahkan untuk mengamankan setiap
> > pelosok propinsi
> >
> > Konsekwensinya:
> > ABRI diperkecil, AD mungkin hanya akan terdiri dari Kostrad dan
> Koppassus
> > Kemungkinan bisa terjadi penyalah gunaan kekuasaan oleh Gubernur yang
> > ingin memisahkan diri dari negara kesatuan.
> > Propinsi mungkin harus membantu subsidi dari pembiyayaan Tentara
> Daerah
> > ini.
> > Peran ABRI akan lebih kedaerahan, sehingga ditakutkan akan terjadi
> > persaingan antar Kepala Kodam yang telah diperbesar kekuasaaanya itu,
> > mungkin juga persaingan antar daerah, atau bisa jadi perang sipil yang
> > terjadi diantara para kodam.
> >
> > Tentu kita masih ingat dengan laskar-laskar yang berbentuk kesatuan
> > tersendiri...sebelum dibentuknya BKR, TKR dan TNI...mereka bergerak
> > sendiri-sendiri dan mempunyai tujuan yang sendiri-sendiri pula...
> >
> > Mungkin ada baiknya, dengan terjadinya pemekaran kodam-kodam ini,
> selain
> > lebih cepat tanggap, kodam-kodam dengan tentunya mengerti daerah
> > lingkungannya sendiri. Namun dilihat dari segi Nasionalnya, bukankah
> kita
> > semua menginginkan "diperkecilnya" peran dan besarnya ABRI (Terutama
> AD)
> >
> > Para wakil rakyat dan Pangab tentunya harus merembukkan bagaimana
> peran
> > ABRI dimasa mendatang.. Apakah dengan memperkecil peran ABRI secara
> > nasional (terutama peran sospol) dan memperbesar peran ABRI secara
> > kedaerahan (jangan disamakan dengan sentimen kedaerahan, namun lebih
> > secara regional teritorial) akan lebih menjawab tuntutan rakyat.
> >
> > Bagaimana pula dengan POLDA? apakah KAPOLDA seharusnya juga melapor
> > kepada Gubernur selain kepada Kapolri? Apa peran dan tugas Kapolri?
> > Mungkinkah peran kapolri ditiadakan, dikarenakan dengan adanya seorang
> > kapolri, maka POLRI ibarat sebuah kesatuan militer yang dikepalai oleh
> > seorang jendral berbintang tiga? Apalagi dengan akan diputuskannya
> tali
> > hubungan ABRI dengan POLRI. Apakah ada baiknya polisi dipusatkan
> secara
> > regional juga?
> > banyak pertanyaan yang harus kita semua cari dan jawab...dan mungkin
> juga
> > bukanlah suatu solusi yang tepat....
> >
> >
> >
> > Andrew Pattiwael
> >
> >
> >
> > On Tue, 23 Mar 1999, Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) wrote:
> >
> > > Justru semestinya TNI-AD melikuidasi semua KODAM, KOREM, KODIM,
> dan KORAMIL.
> > > Tidak ada lagi kegiatan pembinaan teritorial yang intinya
> "memajaki" rakyat.
> > > Biaya yang digunakan untuk operasi teritorial itu sebenarnya
> sangat besar
> > > (termasuk membayari para perwira). Biaya ini dialokasikan untuk
> meningkatkan
> > > kesejahteraan prajurit yang saya yakin sedikitnya bisa dua kali
> lipat.
> > >
> > > Satu batalyon ditempatkan di setiap kabupaten. Kabupaten yang tak
> begitu
> > > padat penduduknya cukup dijaga satuan setingkat batalyon (SSB).
> Dengan gaji
> > > yang lebih daripada cukup maka para serdadu ini tidak bakal pusing
> mikirin
> > > kebutuhan keluarga. Lagipula tanpa operasi teritorial mereka tidak
> sering
> > > meninggalkan keluarga tercinta.
> > >
> > > Wassalam,
> > > Efron
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: FNU Brawijaya [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > > Sent: Monday, 22 March, 1999 21:53 PM
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: kodam
> > >
> > > Menanggapi keinginan untuk menghidupkan Kodam Iskandarmuda Aceh,
> > > lebih baik lagi kalau bukan hanya 17 lagi, kalau perlu 170 kodam.
> Biar
> > > lowongan kerja para sragam ijo lebih terbuka dan tidak lagi
> ngrusuhi posisi
> > > sipil.
> > >
> > > --
> > > \\\|///
> > > \\ - - //
> > > ( @ @ )
> > > ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> > > FNU Brawijaya
> > > Dept of Civil Engineering
> > > Rensselaer Polytechnic Institute
> > > mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > --------------------Oooo------------
> > > oooO ( )
> > > ( ) ) /
> > > \ ( (_/
> > > \_)
> > >
> >
>
> _________________________________________________________
> DO YOU YAHOO!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)