Kayaknya dari dulu nggak berubah sikap deh. Mbaca-mbaca sih emang
dia nggak seneng sama AR. Cuma kalau kepepet dia bakal mau juga
koalisi. Jelas juga kalau dia nggak sreg kalau Mega jadi presiden, tapi
bukan berarti dia nggak seneng. Lagipula dia kan juga mau dicalonin,
ngapain dia mesti dukung Mega. Bagaimanapun juga kalau koalisi ya
lebih tergantung siapa yg lebih gede suaranya. Nggak tahu juga kalau
PKB, walaupun kalah perolehan suaranya, bikin syarat mau koalisi dg
PDIP kalau MS tidak dicalonin jadi prez. Tapi sulit lah...

Menanggapi posting apakah kita siap menghadapi kenyataan hasil
Pemilu, kayaknya sih nggak siap. Nurut saya Golkar bakal menang
lagi. Banyak rakyat yg hanya ngerti kalau saat ini, gara-gara reformasi
siatuasi jadi susah. Lap. kerja nggak ada, barang-barang mahal, dst.
Target Golkar 40% kayaknya emang bakal kesampaian. Tinggal
mereka lobbi kanan kiri untuk koalisi, kalau PKB-PDIP-PAN ternyata
juga koalisi. PKP kemarin nggandeng PKB dan PDIP, tapi kita nggak
tahu nantinya. Mungkin aja balik arah untuk gabung dg Golkar.
PPP sudah jelas pilih BJH (nurut harian), jadi bakal koalisi dg Golkar.
Jadi kayaknya Golkar bakal menang, kecuali kalau yg lain kompakan
juga, macam PK, dll. Kita nggak tahu dg PDI, kayaknya dia mau juga
gabung dg Golkar.

Kalau Golkar menang gimana? Kayaknya bakal ada kerusuhan besar
juga. Entah kalau para pemimpin partai yg kalah ini sanggup meredam.
Makanya transparansi pemilu mesti bener-bener dijamin. Itu juga
belum menjamin, wong sepakbola jelas-jelas kasat mata kalah aja
supporter bisa ngamuk. Apalagi yg ini masih pake transparansi, jadi
rada burem juga.... Moga-moga aja tebakan saya salah.

Salam,
Jaya


Priyo Pujiwasono wrote:

> Dulu kangkung
> sekarang brocolli,
> Dulu mendukung...
> ehh...sekarang tak lagi.
>
> Kyai Gus Dur memang paling hobi berubah2 sikap.
> Baca wawancara Gus Dur dengan Institut Pertahanan dan Studi Strategis
> (IDSS) di Singapura hari Rabu (03/24).
>
> Salam,
> ~yo
>
> *******
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/9903/25/NASIONAL/gusd07.htm
>
> http://www.republika.co.id/9903/25/10511.htm
>
> "Saya sangat dekat dengan Megawati, ia sudah seperti saudara sendiri.
> Tapi, kita harus  menegakkan sistem demokrasi. Dalam demokrasi,
> mayoritas yang berkuasa. Dan mayoritas, saya  pikir, tak akan memilih
> Megawati,'' katanya lagi.
> Menurut Gus Dur, realita itulah yang ada di  Indonesia. Karena itu, ia
> berharap Megawati mau  mengerti posisinya. Dalam pandangan kiai
> Ciganjur itu, posisi yang pantas bagi Megawati  adalah wakil presiden.
> ''Atau kalau ia tak mau,  karena pekerjaan wapres hanya urusan
> seremonial  saja, ia bisa jadi Ketua DPR/MPR,'' tambah Gus  Dur.
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke