Saya kok heran dengan sikap ngotot Akbar Tanjung. Terus aja
ngotot kayak gitu. Kalau kita bikin rating popularitas Golkar,
yakin deh makin anjlok. Lalu mengapa ia begitu ngotot?
Semua juga sudah tahu kalau jabatan menteri adalah jabatan
politis. Semua orang juga sudah tahu kalau harusnya menteri
boleh kampanye. Tetapi kayaknya cuma dia yang nggak tahu
kalau rakyat masih terbayang-bayang pengalaman pemilu di
masa lalu.
Oya, kenapa bola dilempar BJH ke MA ya? Apa biar lolos dari
ancaman Akbar bahwa Golkar hendak mencabut dukungan thd
BJH bila BJH menyuruh menteri tidak kampanye?
Pertanyaan terakhir, seberapa besar sih pengaruh perolehan
suara oleh kampanye Akbar? Apa AT akan kehilangan sesuatu
bila dia tidak kampanye?
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)