FNU Brawijaya:
...
>Saya kok heran dengan sikap ngotot Akbar Tanjung. Terus aja
>ngotot kayak gitu. Kalau kita bikin rating popularitas Golkar,
>yakin deh makin anjlok. Lalu mengapa ia begitu ngotot?
Yw: Logically, at least dia nanti bisa jadi ketua
'fraksi' golkar (pada periode legislatif berikutnya).
Lumayanlah, dari pada nganggur. ;-)
Dan kalo usahanya nggak keras, bisa-bisa nanti
golkar cuma dapet kursi dikit (dan kalo nggak salah
kan, parte yg cuma dapet dikit, di bawah 10 kursi
kalo nggak salah, nggak boleh ikut pemilu berikutnya).
Jadi ya, itu sih, urusan survival aja. ;-)
Namanya juga usahe... ;-)
>Semua juga sudah tahu kalau jabatan menteri adalah jabatan
>politis. Semua orang juga sudah tahu kalau harusnya menteri
>boleh kampanye. Tetapi kayaknya cuma dia yang nggak tahu
>kalau rakyat masih terbayang-bayang pengalaman pemilu di
>masa lalu.
Yw: Enggak juga. Maybe he's stupid, but not that stupid, lah.
>Oya, kenapa bola dilempar BJH ke MA ya? Apa biar lolos dari
>ancaman Akbar bahwa Golkar hendak mencabut dukungan thd
>BJH bila BJH menyuruh menteri tidak kampanye?
Yw: He, he, he... (Ketawa saya ini rasanya udah cukup
menjawab DENGAN TEPAT, pertanyaan di atas).
>Pertanyaan terakhir, seberapa besar sih pengaruh perolehan
>suara oleh kampanye Akbar? Apa AT akan kehilangan sesuatu
>bila dia tidak kampanye?
Yw: Seberapa besar sih, pengaruh iklan larutan penyegar
cap kaki tiga di tivi thd tingkat penjualannya.
Lumayan juga. If he is smart, he can make some
differences, I think (artinya tuh, ya: yg semula
cuma bisa dapet 1% suara, gara-gara Akbar kampanye
jadi meningkat menjadi 2%! Peningkatan 100%, ha,
ha, ha...). And for him, that maybe big enough.
Iya nggak?