Assalamualaikum Wr.Wb
Allo mas Ichwan..., ketemu lagi ni. Saya tanggapi lagi ya komentar
anda..:)
Mohamad Rosadi Wrote:
>>Saya sedikit heran dan bertanya-tanya dalam hati atas suara-suara
>>sumbang yang kurang mendukung langkah-langkah pak Adi Sasono dalam
>>memeberdayakan ekonomi rakyat,dan malah menjadi pembela KONGLOMERAT
>>keturunan tidak pada tempatnya(Pahlawan KESIANGAN) . Adakah mereka itu
sekedar tidak mengerti(karena tidak punya pengetahuan), ataukah ada
maksud dan kepentingan tertentu dibalik suara-suara sumbang itu???
>>Wallahu 'alam bishowab.
Ichwan Ramli wrote:
>Suara kritis terhadap kebijaksanaan Adi Sasono saya tangkap adalah pada
caranya, dan bukan tujuannya.
Kalau suara kritis mungkin saja pada caranya(saya setuju dengan suara
ini selama niatnya untuk kebaikan).., Tapi yang saya maksudkan lebih
kepada suara-suara "konyol" yang ASAL BUNYI(ASBUN) saja, yang menganggap
pak Adi Sasono itu seorang rasis(anda setuju nggak?),tanpa mau melihat
persoalan secara lebih jernih.
Kalo soal kritis, itu saya setuju. Saya pun kadang pernah tidak setuju
dengan pandangan para tokoh yang saya kagumi. Jangankan dengan pak Adi
Sasono (yang baru terdengar namanya), dengan Pak Amien Rais yang saya
kagumi itu saja... saya kadang tidak setuju dengan pandangannya.
Disinilah perlunya kita bersikap arif dan bijaksana dalam memandang
persoalan..,jangan karena kita tidak suka pada orangnya..lantas kita
menghujat dan mencela habis-habisan tindakan orang tersebut, walaupun
tindakannya baik sekalipun. hal inilah yang banyak terjadi di MILIS ini
bung Ichwan.
>Yang utama diantaranya ialah dengan mengusulkan alokasi dana 28 trilyun
kalau tidak salah) dengan bunga yang disubsidi ( hanya 12 - 16 %
pertahun), Program ini walau bertujuan mulia, sangat rentan terhadap
penyalahgunaan dan berkemungkinan besar membentuk KKN baru. Saya sendiri
sudah berusaha mendapatkan akses ke bankir saya, namun tak dapat. begitu
pula setelah saya cek kepada beberapa rekan yang saya tanyakan, walaupun
kata koran sudah berhasil disalurkan 20% - 30 % dari budget yang ada.
Barangkali kalau mau sich mungkin bisa, karena Cacuk termasuk senior
saya, bahkan Deswandy masih yunior saya, tapi apa yaa harus dengan
pendekatan seperti dulu, harus dalam lingkaran dalam baru bisa dapat ?
Kalo masalahnya rentan terhadap KKN, saya kira apapun yang kita lakukan
di Indonesia saat ini juga rentan terhadap hal itu. MUSTAHIL KKN yang
sudah bepuluh tahun dihapuskan hanya dalam waktu 1-2 tahun saja. Perlu
waktu yang sangat panjang dan kerja keras untuk menghancurkan KKN. Tapi
saya setuju banget dengan anda kalo kita harus kritis (bukan ASBUN
loh..!!!)dalam program pemberdayaan ekonomi rakyat ini , agar program
ini dapat berjalan baik dan lancar serta memberikan hasil seperti yang
diharapkan (Amien...).
Wassalam
Mohamad Rosadi
>>
>>
>>
>>______________________________________________________
>>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com