Cerita Eyang Selo Soemardjan beberapa hari lalu tentang kualatnya sang
Supersemar itu adalah personifikasi dari kekuatan alam (dimana Semar
adalah sebuah figur yang Maha Segala-galanya). Kita semua belum tahu
sampai sejauh apa Soeharto bisa mendapatkan hukuman dari keangkuhannya,
namun dengan apa yang telah terjadi, yaitu peristiwa lengser-nya
Soeharto yang disebabkan oleh dorongan mahasiswa/rakyat (melalui unjuk
rasa yang dinamis), semua itu sudah mampu menunjukkan bahwa saat
"kualat" untuk Soeharto sudah datang.
(Gong pembuka pertunjukan sudah berbunyi!)
Dengan kata lain, hukuman untuk orang kualat datang perlahan2. Saya
pribadi berpikir bahwa Soeharto pasti sedang mengalami nervous breakdown
setelah mengetahui bahwa rakyatnya sudah menolak jati dirinya yang sudah
serupa raja jawa.
Jadi mungkin dia belum seratus persen menemukan/merasakan
ke-kualat-annya dan sebaiknya kita tunggu saja...nature will always find
its way!
Saya tahu dia masih banyak asset-nya. Saya percaya Anda.
INDI
Blucer Rajagukguk wrote:
>
> Wah, mas Indi. Saya akan terus protes kalau pak Harto dibilang kualat.
> Tamatan SMP bisa jadi Presiden selama 32 tahun setelah dipecat jadi
> Pangdam Diponegoro, kok masih dibilang kualat. Apanya yang kualat, harta
> masih ratusan trilyun enggak bisa kelacak, pengikut masih banyak, tommy,
> bambang, tutut, serta menantu (prabowo) juga masih paten dan punya harta
> dimana-mana (regenerasi sukses). Bagaimana sich yang dimaksud dengan
> kualat. Kalau ada kualat yang semacam ini lagi, mau dong saya ngedaftar
> :)
> peace.
Indi Soemardjan
Be my guest: http://pagina.de/indradi