Saya juga pecaya kekuatan alam ataupun hukum karma. Yang saya
permasalahkan hanya sebutan kualat buat pak Harto. Kalau soal lengser,
enggak usah kualat juga lengser. Malah banyak orang baik-baik seperti
mahasiswa trisakti yang meninggal duluan padahal tidak kualat, ataupun
para ulama di Banyuwangi yang dituduh santet dan dibunuh padahal enggak
kualat, ataupun perempuan keturunan Cina yang diperkosa pertengahan Mei
yang lalu (padahal apa sich salahnya perempuan itu). Eyang anda memang
pernah mengajar sosiologi pada kita, murid-muridnya di STAN, tapi waktu
itu beliau belum mengajarkan mata kuliah 'kualat' :).
peace.
Indi Soemardjan wrote:
>
> Cerita Eyang Selo Soemardjan beberapa hari lalu tentang kualatnya sang
> Supersemar itu adalah personifikasi dari kekuatan alam (dimana Semar
> adalah sebuah figur yang Maha Segala-galanya). Kita semua belum tahu
> sampai sejauh apa Soeharto bisa mendapatkan hukuman dari keangkuhannya,
> namun dengan apa yang telah terjadi, yaitu peristiwa lengser-nya
> Soeharto yang disebabkan oleh dorongan mahasiswa/rakyat (melalui unjuk
> rasa yang dinamis), semua itu sudah mampu menunjukkan bahwa saat
> "kualat" untuk Soeharto sudah datang.
>
> (Gong pembuka pertunjukan sudah berbunyi!)
>
> Dengan kata lain, hukuman untuk orang kualat datang perlahan2. Saya
> pribadi berpikir bahwa Soeharto pasti sedang mengalami nervous breakdown
> setelah mengetahui bahwa rakyatnya sudah menolak jati dirinya yang sudah
> serupa raja jawa.
>
> Jadi mungkin dia belum seratus persen menemukan/merasakan
> ke-kualat-annya dan sebaiknya kita tunggu saja...nature will always find
> its way!
> Saya tahu dia masih banyak asset-nya. Saya percaya Anda.
>
> INDI
>
> Blucer Rajagukguk wrote:
> >
> > Wah, mas Indi. Saya akan terus protes kalau pak Harto dibilang kualat.
> > Tamatan SMP bisa jadi Presiden selama 32 tahun setelah dipecat jadi
> > Pangdam Diponegoro, kok masih dibilang kualat. Apanya yang kualat, harta
> > masih ratusan trilyun enggak bisa kelacak, pengikut masih banyak, tommy,
> > bambang, tutut, serta menantu (prabowo) juga masih paten dan punya harta
> > dimana-mana (regenerasi sukses). Bagaimana sich yang dimaksud dengan
> > kualat. Kalau ada kualat yang semacam ini lagi, mau dong saya ngedaftar
> > :)
> > peace.
>
> Indi Soemardjan
> Be my guest: http://pagina.de/indradi

Kirim email ke