Blucer dan rekan lain2;

1. Lengser nya sang Supersemar bisa kita sebut sebagai peristiwa kualat
karena peristiwa tersebut adalah gong nya era reformasi. entah bagaimana
kita sendiri tidak tahu ada di babak nomor berapa dari sejumlah babak
total reformasi.

2. Mahasiswa yang meninggal ditembak mati oleh aparat bukanlah karena
kualat (saya mau tanya: orang yang meninggal kenapa dibilang kualat?
ulama yang meninggal kenapa dibilang kualat? perempuan yang diperkosa
tidaklah kualat sebagaimana mahasiswa yang ditembak mati oleh aparat).
apa salah mereka? kita tidak bisa menjawab. Orang meninggal mungkin juga
karena takdir alam, mungkin juga tidak. Mungkin juga lengser nya sang
Supersemar merupakan kebetulan. saya sendiri tidak tahu persis, walaupun
perasaan saya juga mengatakan bahwa sang Supersemar sudah menemukan saat
kualat nya.

Akhir kata:
Yang bisa saya jawab hanya perihal lengser-nya sang Supersemar yang bisa
dihubungkan langsung dengan kualat-nya SHT terhadap Semar yang ada di
dunia pewayangan.



mauliate godang,

INDI


Blucer Rajagukguk wrote:
>
> Saya juga pecaya kekuatan alam ataupun hukum karma. Yang saya
> permasalahkan hanya sebutan kualat buat pak Harto. Kalau soal lengser,
> enggak usah kualat juga lengser. Malah banyak orang baik-baik seperti
> mahasiswa trisakti yang meninggal duluan padahal tidak kualat, ataupun
> para ulama di Banyuwangi yang dituduh santet dan dibunuh padahal enggak
> kualat, ataupun perempuan keturunan Cina yang diperkosa pertengahan Mei
> yang lalu (padahal apa sich salahnya perempuan itu). Eyang anda memang
> pernah mengajar sosiologi pada kita, murid-muridnya di STAN, tapi waktu
> itu beliau belum mengajarkan mata kuliah 'kualat' :).
> peace.

Indi Soemardjan
Be my guest: http://pagina.de/indradi

Kirim email ke