Inilah Kisah mengenai Orang-Orang Lama......:)
Dan selalu akan begini terus........
Semoga setelah Pemilu keadaan akan berubah...
Mimpikah saya?
Salam,
bRidWaN
------
At 11:24 20/04/99 EDT, Alexander Lumbantobing wrote:
>Memang nyata telah terjadi pertentangan antara Suharto dengan Akbar,
>BJH, dan lain-lain.
>
>Suharto dongkol karena BJH dianggap kurang mampu memberikan perlindungan.
>Suharto kira dia akan aman-aman saja menikmati pensiun.
>
>Akbar juga punya agenda sendiri, karena dia harus habis-habisan mengganti
>citra Partai Golkar. Perubahan citra ini memang agak membawa Suharto ke
>pingggir.
>
>BJH juga punya agenda sendiri, yaitu keinginannya untuk tetap menikmati
>kekuasaan - persis seperti idamannya sejak kuliah dulu. Tentu kita ingat
>betapa gemarnya BJH berpidato berapi-api di depan cermin tempat tinggalnya
>semasa masih kuliah di Jerman dulu. Kartu yang dia mainkan sekarang adalah
>mengadu Suharto dengan Akbar, sekaligus pada saat yang sama mempertahankan
>posisi Suharto untuk tetap di pinggir. Jadi, BJH akan menggilas Akbar yang
>berusaha ke tengah sambil melarang Suharto masuk kembali ke tengah. Cukup
>cerdas juga.....
>
>Bersamaan dengan itu, beberapa "kendaraan" (alas kaki) BJH kelabakan, karena
>merasa telah berjasa mengantarkan BJH ke atas. Seorang anggota permadani BJH
>bahkan terang-terangan dongkol karena gagal mendapatkan konsesi yang dia
>minta. Para alas kaki BJH itu juga sebal karena agenda mereka tidak lagi
>diterima BJH sebagaimana halnya ketika BJH masih berjalan di atas mereka.
>
>Jadi, memang panggung politik Indonesia memang ramai dan seru. Berbagai
>kepentingan naik ke permukaan. Sayangnya, tidak semua lakon itu mempunyai
>tata urutan yang serasi. Masing-masing ingin tampil sebagai bintang utama.
>
>Memang bukan Suharto melulu yang salah. Suharto hanya mengingatkan BJH
>mengenai keamanan yang dijanjikan BJH dulu. Wajar saja jika orang ingin
>mendapatkan rasa aman.
>
>Rgds,
>Alexander Lumbantobing