-----Original Message-----
From: Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, April 20, 1999 12:41 PM
Subject: Dibalik pemboman Istiqlal


>Rekan-rekan yth.,
>
>Pemboman mesjid Istiqlal menurut saya (dan barangkali juga bagi yang
>melakukannya) bukanlah hal yang sepele terhadap 'impact' yang
>diharapkan. Ini adalah salah satu mesjid dan bangunan yang paling
>dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Siapapun pelakunya tentu mengharapkan
>munculnya secara serempak ledakan amarah dan emosi banyak pihak, yang
>pada gilirannya akan terjadi serentetan peristiwa saling menyalahkan dan
>bahkan mungkin pembalasan dendam yang membabibuta. Skenarionya akan
>semakin sempurna jika beberapa hari kemudian gereja di seberang Istiqlal
>juga diledakkan (Maaf saya berpikiran jelek karena rekayasa politik
>Indonesia kadang seperti itu. Mudah-mudahan ini tidak terjadi).


Prediksi mas itu mungkin - mungkin saja...yang pasti tujuannya ingin
mengadu-domba kan... Kalau gereja itu diledakkan, sebagai pribadi, itu tidak
jadi masalah( hanya disayangkan) karena gereja itu menurut Kristen adalah
tubuh, jiwa, dan roh ...bukan bangunannya. Kalau harapan Saya jangan sampai
terjadi, seperti harapan mas .
:-)
>Barangkali kita bisa menganalisis kejadian-kejadian berskala nasional
>yang baru saja terjadi yang mungkin berhubungan dengan peledakan mesjid
>kita tsb. Dalam listing saya, kejadian-kejadian di bawah ini barangkali
>perlu dicermati kaitannya dengan bom di Istiqlal:
>
>1. Diadilinya Tommy Suharto, kemarahan keluarga, dan kekecewaan Yorrys W
>2. Tersudutnya posisi Golkar di mata rakyat
Kalau Golkar menurut Saya dah jelas belum tersudut di mata  parpol lain
karena sudah banyaknya restrkturisasi internal Golkar sejak 20 tahun yang
lalu ( dipersimpangan jalan antara Radikal atau Fundamental kali). Parpol -
parpol sekarang itu kelihatannya berjalan dalam setting yang berbeda, tetapi
mereka satu dalam ber-konsensus melenyapkan satu golongan/parpol/masyarakat
yang berpotensi memenangkan Pemilu. Karena dimanapun hampir sama
permainannya.
>3. Upaya kelompok tertentu untuk mengkambinghitamkan Suharto (sehubungan
>dengan statement-nya baru-baru ini tentang kemungkinan ditundanya
>pemilu)
Jelas...karena umumnya orang mengarah ke beliau sebagai biangnya,habisnya
beliau terlalu takut Pemilu gagal sih...bukan takut dis-integrasi bangsa,
padahal menurut Saya bukanlah beliau. Tetapi justru yang intinya adalah
hendak mengadu -domba antara Islam dengan Kristen, menghabisi nasionalis
minus TNI dan menghabisi sisa-sisa eks PKI yang "ditakuti" orang - orang
tersebut( kembali lagi ke Pemilu 1955 awal dendam PKI ).
Pak BJH, Akbar Tanjung, dan pak AS dalam satu skenario menurut pandangan
Saya , hanya targetnya dibagi-bagi supaya terlihat gotong-royong gitu...
>4. Upaya lembaga tertentu untuk menjadikan Indonesia dalam keadaan
>darurat supaya ABRI diberi mandat untuk menyelesaikannya.
Saya rasa belum karena saat puncaknya saat Pemilu dan setelah Pemilu lho.
Kalau TNI pasti sejalan dengan golongan Nasionalis karena sapta marganya.
Kaum Nasionalis di sini berbeda dengan Radikal dan Fundamental, so...visi
Nasionalis itu jelas kok. Intinya bukan skenario nasionalis toh...yah
Radikal atau Fundamental .
>Barangkali ada ide lain untuk dijadikan bahan diskusi?

>Salam,
>Budi
Salam juga...
Ucok

Kirim email ke