Wah, panjang banget nih jadinya,

Saya mau menanggapi sebagian aja deh, capek nulis kebanyakan..

--- Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Irwan:
> Saya dukung demam anda, "jangan memilih kucing dalam karung."
> Hanya saja saya bertanya balik, apakah karena Megawati menolak hadir
> acara
> debat
> capres lalu kalau kita memlih dia akan seperti memilih kucing dalam
> karung?

Kalau ngomongin masalah "kita" berarti kan kita ini mengacu kepada
bangsa Indonesia secara keseluruhan, karena kan yang akan dipimpin
nanti (seandainya MS jadi presiden) bukan hanya orang2 PDI-P aja, tapi
seluruh rakyat Indonesia. Jadi kalau yang bersangkutan menolak untuk
mengemukakan visinya kepada publik, itu kan artinya sama dengan memaksa
publik untuk memilih kucing dalam karung.
> Hmm...mungkin bagi yg belum mengenal sepak terjang Megawati selama
> ini akan
> berkata demikian. Tapi tidak demikian halnya pada pendukung2 Megawati
> yg
> memang
> sudah bersama2 sejak jaman penindasan orde baru terhadap PDI. Mereka
> sudah
> jatuh
> bangun sama2, mereka sudah tahu kadar kepemimpinan Megawati. Dimata
> saya
> Megawati adalah seorang leader yg telah teruji dilapangan, dalam
> dunia nyata
> dan
> bukan dunia maya.
> catatan: acara debat bagi saya adalah dunia mayanya pemimpin. Ini
> bukan
> berarti saya
> tidak setuju dengan acara debat capres hanya saja saya mempertanyakan
> kevalidan
> acara debat dijadikan ajang untuk melihat kepemimpinan seseorang.
> Mari kita galakan demam "jangan memilih kucing dalam karung". Marilah
> kita
> pilih pemimpin
> yg memang sudah teruji kehandalannya.
> Membawa PDI dari partai gurem menjadi partai yg besar seperti
> sekarang
> bukanlah hal
> yg mudah. Dan hal itu bisa dicapai bukan semata karena usaha Megawati
> tapi
> lebih
> kepada usaha tim/kelompok/partai itu sendiri. Ini yg membuat saya
> lebih salut.

Saya menangkap kesan bahwa anda melihat keandalan MS dalam memimpin ini
agak terbatas dalam ruang lingkup yang lebih sempit, yaitu internal
organization. Kalau melihat hal ini, sayapun setuju dengan anda bahwa
MS dan tim nya berhasil membawa PDI-P menjadi besar, dan
kepemimpinannya mungkin sudah teruji (di dalam tubuh PDI-P). Namun
dalam konteks yang lebih luas, saya rasa masih banyak yang tidak tahu
tentang visi serta leadership style nya si Mega ini. Jadi tetap
diperlukan adanya sosialisasi visi yang akan dibawanya nanti kepada
masyarakat Indonesia secara keseluruhan.


> Irwan:
> Saya justru lebih senang pemimpin yg tidak absolute yg bisa mengarah
> menjadi
> diktator.
> Clinton bisa memenangkan pemilihan bukan semata hanya karena usaha
> Clinton
> semata
> tapi lebih kepada tim2 dibelakangnya. Ekonomi AS bisa menggila
> seperti
> sekarang bukan
> karena kehebatan Clinton dalam menerapkan kebijakan2 ekonominya tapi
> lebih
> kepada
> kepiawaian tim penasehat ekonomi Clinton serta pembantu2nya yg duduk
> dipemerintahan.
> Megawati sudah punya visi yg jelas, silahkan mengunjungi websitenya
> untuk
> mengetahui lebih
> lanjut. Megawati buka tipe pemimpin yg bisa disetir, dia tipe
> pemimpin yg mau
> mendengarkan
> masukan2 dari penasehatnya sesuai dengan kemampuannya masing2. Itulah
> sebabnya dia
> saya kategorikan pemimpin yg mampu menggali potensi yg ada
> disekitarnya.
> Saya pun siap untuk membantunya memberikan ide2 pemecahan masalah
> ekonomi,
> hanya
> sayangnya saya masih dalam proses mencari yg orang2 PDI-P yg bisa
> saya kontak
> melalui imel.

Team yang berada di sekitar Clinton memang kuat dan sangat berpengaruh,
tapi itu tidak berarti Clinton bersandar terlalu banyak kepada timnya.
Ada saat saat dimana Clinton harus berdiri sendiri, membuat keputusan,
menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Terlepas dari kekuatan
team yang berada di sekelilingnya, Clinton sebagai pribadi adalah
seorang yang capable sebagai seorang pemimpin. Pada saat debat calon
presiden dulupun, Clinton juga harus berdiri sendiri menjawab
pertanyaan ataupun kritik yang ditujukan kepadanya, serta
mensosialisasikan program programnya kepada rakyat Amerika.

Lha kalau MS kan justru menghindar pada saat ada permintaan untuk
mensosialisasikan visi dan programnya sebagai calon presiden.
Irwan:
> Karenanya acara debat capres itu menurut saya rada aneh juga
> dilakukan di
> Indonesia.
> Wong yang kita milih anggota MPR, baru nanti anggota MPR itu yg milih
> presiden. Karenanya
> kalau mau debat capres ya pas sudah ketahuan komposisi kursi di
> MPR/DPR.
> Bayangan saya akan
> terdiri dari beberapa partai dimana tidak ada yg mayoritas tunggal.
> Nah,
> disitulah baru dibutuhkan
> debat capres karena para anggota capres itu harus berusaha meyakinkan
> partai2
> lainnya bahwa
> dia pantas menjabat presiden. Debat capres disini juga arahnya pada
> pengecekan apakah capres
> tersebut memang mampu dan memiliki kapasitas yg dibutuhkan untuk
> menerima
> mandat dari MPR.

Memang betul juga apa yang anda sampaikan ini bahwa seorang presiden
yang merupakan mandataris MPR harus benar2 memiliki kapasitas untuk
menerima mandat dari MPR.
MPR itu sendiri kan wakil rakyat, jadi ya sudah sewajarnya kalau mereka
yang duduk di kursi MPR nanti benar benar mendengarkan dan
memperhatikan aspirasi rakyat. Dengan adanya debat seperti sekarang
ini, kita sebagai rakyat akan bisa memberi gambaran yang lebih jelas
dan masukan yang lebih banyak kepada mereka mereka yang nantinya akan
duduk di kursi MPR.

> Salah satu kelemahan dari sistem kita saat ini adalah kontrol setelah
> terpilihnya presiden oleh MPR yg terpilih.
> Dari kebiasaan, dari partai yg menanglah presiden itu dipilih. Nah,
> coba kita
> bayangkan kalau partai A menang,
> kemudian presidennya juga dari partai A, khan nantinya kontrol atas
> jalannya
> pemerintahan jadi berkurang
> karena biasanya partai A tersebut akan berusaha melindungi apa yg
> telah
> dilakukan oleh pemerintahan yg dipilih
> dan darinya itu. Contoh kasus yg kita lihat adalah terjadi di Golkar.
> Golkar
> tidak sanggup/mau mengontrol
> pemerintahan yg dipimpin oleh Soeharta yg notabene adalah sesepuhnya
> sendiri,
> sesepuh Golkar.
> Akibatnya, ya kita lihat dan alami sendiri yg terjadi di Indonesia.

Disini saya setuju lagi dengan argumen anda, diperlukan checks and
balance yang  bagus di lembaga legislatif dan eksekutif supaya
pemerintahan berjalan sesuai dengan konstitusi dan norma yang ada di
masyarakat.

Irwan:
> Jadi menurut saya yang jauh lebih penting itu saat ini adalah
> pemenangan
> kursi MPR/DPR
> yg mau ngga mau bisa dicapai dari pemenangan partai. Dengan kata
> lain,
> urusan partai menjadi jauh lebih penting saat ini didalam sistem
> politik kita.

Lha, kalau urusan kemenangan partai kan menjadi urusan internalnya
partai yang bersangkutan. Saya rasa sekarang ini, seluruh partaipun
sedang berusaha mati matian untuk mencari kemenangan partainya.

Tapi masalah kepemimpinan bangsa (saya kembali lagi), kan bukan hanya
merupakan urusan partai, tapi menyangkut aspek yang menyeluruh dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi ya sudah tepat kalau sedini
mungkin seluruh rakyat di perkenalkan dengan calon calon pemimpin yang
akan membawa nasib mereka kelak.

Eniwei, kalo menurut saya, debat calon presiden yang mewakili partai
partai ini juga bisa menjadi strategi untuk mencari kemenangan partai
lho....soalnya kalau orang bisa kesengsem dengan kemampuan capres dari
partai tertentu, maka akan besar kemungkinan orang untuk memilih partai
itu.

> Irwan:
> Aspirasi siapa? Mahasiswa atau kelompok yg dipimpinnya dalam hal ini
> kelompok pendukung PDI-P?
> Dalam posting terdahulu, saya mengatakan bahwa sebuah partai politik
> harus mampu mengidentifikasikan apa yg diinginkan oleh sebagian besar
> pemilihnya. Nah, mungkin saja dari timnya Megawati melihat bahwa saat
> ini
> yg dibutuhkan oleh pendukungnya bukan tampil dalam acara debat2an
> tapi
> lebih pada hal konsolidasi partai.
> Soal cari alasan yg tepat, mungkin Megawati perlu mengangkat saya
> sebagai penasehat mencari alasan yg tepat.....:)

Hehehe...disini anda terkesan melihat masalah kepemimpinan ini dalam
konteks internal organisasi (PDI-P), padahal yang kita butuhkan
sekarang kan pemimpin bangsa...:)
>
>
> Ngomong2 gimana komentar anda atas acara debat capres kemarin?
> Terus terang saya kaget membaca beritanya di detik.com.
> Diluar dari bayangan saya semula (dalam arah negatif).
> Mudah2an hal itu hanya karena tahap awal saja. Saya berharap dan
> yakini
> akan terjadi perbaikan2 di waktu2 mendatang.

Berita yang saya dengar, antusia masyarakat sangat besar terhadap debat
yang berlangsung kemaren. Dan ini mengindikasikan bahwa masyarakat
memang bener2 pengin mengetahui kualitas mereka2 yang akan mempmpin
negara ini dimasa depan.

Memang terjadi sedikit luapan emosi diantara peserta debat, tapi tetap
terkontrol dan tidak menimbulkan hal hal negatif. Dari sini juga kan
bisa memberikan gambaran kepada masyarakat tentang siapa calon
pemimpinnya yang memang bisa mengontrol situasi de..el..el.
>
>
> Dodo:
> >  Lha si Jeffrey Winters aja ampe bilang bahwa alasan itu terlalu di
> buat
> >  buat kok.
>
> Irwan:
> Jeffrey Winters itu siapa sih?....:)
> Moga2 bukan orang yg menjadi standar anda dalam menarik suatu
> kesimpulan
> atas kejadian di tanah air.....:)

Wah, kalau ini sih, saya cuman mengambil contoh doang.
Si Jeffrey ini kan terkenal agak konsisten juga ngritik Soeharto, dan
MS juga secara konsisten menjadi oposisi Soeharto. Makanya saya pikir
agak bagus juga kalo saya ambil sebagai contoh opini dari orang lain.

> Irwan:
> Hanya sekedar analisa saya saja dengan melihat latar belakang partai.
> Partai PDI-P itu sudah ada sejak lama, karenanya metoda pemenangan
> pemilih saya perhatikan saat ini akan lebih mengena dengan jalan
> menjaga
> yg sudah ada sambil mengembangkan yg sesuai target marketnya.
> Berbeda dengan partai2 yg ikut debat capres yg memang bisa dibilang
> partai2 baru. Cara terbaik dan tercepat menarik simpatisan ya lewat
> publikasi.
> Ada yg berhasil ada yg tidak. Kedua cara tersebut menurut saya bagus2
> saja.
> Karenanya saya katakan diposting terdahulu, setiap partai bisa punya
> strategi
> masing2 dalam upaya memenangkan pemilih.
>
> Saya bisa ngomong gini karena dulu kebetulan saya punya pengalaman
> sebagai
> salah satu tim dalam pemenangan suara pemilihan senat mahasiswa.
> Hal2 seperti tersebut di atas termasuk dalam pembahasan tim.
> Pengenalan
> pemilih,
> strategi mengatasi debat, dll semua dibahas. Kebetulan saya diberikan
> tanggung jawab
> dalam masalah debat dan segala yg berkaitan dengan hal program.
> Fun juga ngejalaninnya apalagi setelah kandidat kita ternyata
> memenangkan
> pemilihan tersebut......:)
Thank buat analisanya yang ini, setidaknya memberi gambaran yang lebih
jelas.

> Irwan:
> Sudah berkunjung ke websitenya?
> Anda bisa baca visinya secara lengkap.
Wah, saya agak nggak tertarik dengan Visi yang ditulis di koran atau
website. Saya akan lebih tertarik kalau visi itu disosialisasikan
secara langsung, sehingga kalau ada yang janggal bisa ditanyakan
langsung kepada "yang empunya visi"
>
> Irwan:
> Saya justru lebih memperhitungkan orang2 dipartainya, orang2
> dibelakangnya.
> Siapa2 saja pemikirnya, apakah saya bisa percayai para pemikirnya.
> Apakah para pemikirnya punya kapasitas yg cukup untuk mengatasi
> masalah
> yg ada di Indonesia saat ini?
> Saya lihat hal itu ada di orangnya partai PDI-P.
> Bila anda ingin tahu lebih jauh tentang pemikiran2 PDI-P, silahkan
> mengunjungi
> websitenya atau datang ke sekretariat PDI terdekat dan tanyakan
> tentang
> program2 mereka.

Wah, kalau begini caranya, ya nggak usah punya presiden, cukup
membentuk sebuah teamwork aja yang kemudian dilantik menjadi lembaga
eksekutif. Kira2 sistem apa ya yang dianut kalau suatu negara dipimpin
oleh sekelompok orang..?
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> (pemilih PDI-P)
>

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke