In a message dated 6/16/99 2:26:19 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Nasrullah Idris
>  ---------------
>       Memang betul, kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat.
>       Ibaratnya, pembeli itu adalah raja. Jadi jangan coba-coba mengelabui
>  rakyat.
>       Misalkan ada iklan bahwa seekor kucing bernama "Kartono" akan dijual.
>  Ada seorang pembeli datang membelinya.
>       Eh tetapi sampai dirumah ternyata kucing itu berjenis kelamin wanita.
>  Kecewalah dia. Karena disangkanya, kucing itu berjenis kelamin "laki-laki".
>       Terus di pembeli protes, "Kenapa kucing perempuan ini dinamakan
>  Kartono?". Dijawablah oleh penjual, "Dalam pemberian nama kucing, kami
tidak
>  mempersoalkan jenis kelamin".
>        Jadi sekali lagi, saya setuju dengan pernyataan Lae Irwan bahwa
>  kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Karena itu, rakyat jangan
>  dibohongi oleh berbagai manipulasi, termasuk manipulasi intelektual
>  (manipulasi advertising)
>
>  Salam,
>
>  Nasrullah Idris
>

Irwan:
Bung Nasrullah, bisa anda ceritakan tindakan2 atau
ucapan2  mana yg menurut anda telah mengelabui
pemilih PDIP?

Dari semula PDIP sudah menyatakan akan mencalonkan
Megawati menjadi presiden bila menang pemilu. Anda
tentu masih ingat kongres Bali, khan?
Sejak semula PDIP adalah organisasi kebangsaan yg
tidak berafiliasi ke salah satu agama. Bukan berarti
pengikutnya tidak beragama lho, tapi partai secara
jelas dan tegas memisahkan urusan agama dengan
urusan politik/negara. Nah, mana yg menurut anda
PDIP telah mengelabui pemilihnya?

Kalau mau ngomong soal kelabu-mengelabui,
PAN hampir saja membuat pemilihnya kecewa.
Tapi untunglah para petinggi PAN langsung bergerak
cepat dan kembali ke garis perjuangan semula.

Mau contoh lain lagi?
Hamzah Haz, ketua umum PPP, sebelum pemilu menyatakan
akan mundur dari jabatan ketua umum PPP bila perolehan
suara tidak mencapai 20%. Bagaimana tanggapan setelah
ternyata hasil pemilu tidak mencapai target pengumpulan
suara 20%?
Ini saya kutipkan dari detikcom yg secara lengkap bisa
dibaca di:
http://www.detik.com/berita/199906/19990615-1710.html
------kutipan----
Mengenai ucapannya bahwa dia akan mundur bila tak mendapat
20 %, itu hanya taktik untuk mendongkrak perolehan suara
PPP. Dengan demikian, menurut Tosari ucapan Hamzah sudah
dicabut.
----kutipan selesai----

Contoh lain lagi tapi ngga berkaitan dengan pemilu atau
partai.
Andi Ghalib:
Setelah kasus dugaan suap mencuat dan ada desakan mundur,
Andi Ghalib sempat berucap bahwa dia tidak akan mundur
kecuali dimundurkan atau diberhentikan. Eh, belum lewat seminggu
dia udah ngajuin surat pengunduran diri....:)

udah ah, ngga akan habis2nya nanti...:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke