Bung Jaya, coba deh ente ceritain ke saya, negara mana
yg partainya menang pemilu tapi yg jadi presiden malah
capres dari partai lain.
Nah, yg saya nyatain itu kalau kita konsisten dengan
menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, ya partai yg menang
pemilu itu harus didukung capresnya jadi presiden.
Ini khan logika sederhana dari politik toh.
Logika rumitnya ya gimana caranya biar bisa ngejegal....:)
Makanya ane bilang kemarin PKB dan PAN ngga serendah
itu dalam pengertian mereka tahu apa itu artinya kedaulatan
rakyat.
Lha, kalau nantinya pemenang pemilu ternyata PKB,
ya capres dari PKB lah yg kudu didukung oleh partai2 lainnya.
Soal pemilu2 lalu, apa memang pemilu2 lalu udah mencerminkan
keinginan rakyat?
1.Partainya dibatasi.
2.Ada pemaksaan memilih partai tertentu dengan ancaman2.
3.Dalam 1 hari hasil perhitungan suara udah puluhan juta. Eh pas
sekarang dilakukan dengan secara benar, ternyata tehnologi kita
belum mampu untuk melakukan yg seperti dulu.....:)
Jadi, ya jangan dibandingin dengan jamannya orba dong,
ngga pas lah....:)
Partai yg kalau harus secara ksatria memberikan jabatan
presiden itu ke capres partai yg menang. Itu normalnya,
itu sejarah yg umum berlaku. Kecuali kita mau lain dari
yg lain walau untuk itu harus melecehkah kedaulatan rakyat.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu