Bung Rama, tampaknya anda senang mengamati
dan menganalisa situasi politik ya....hehehe....:)
Soale poin2 yg anda ajukan tampaknya dilihat dari sudut
pandang pemain politik.

Nah berikut ini saya akan kasih komentar yg mengacu
pada kedaulatan rakyat semata. Polos, ngga pake
bumbu2 penyebab....:)

In a message dated 6/16/99 3:42:00 AM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:

> Sebenarnya pengamatan saya sbb:
>  1. PDIP harus mencari teman utk menggolkan MS sbg Presiden

Irwan:
Lha, bukankah sudah tugas partai2 yg ada untuk menjunjung
tinggi kedaulatan rakyat? Nah, kalau memang demikian,
bukanlah tugas PDIP saja untuk mencari teman. Justru seharusnya
partai2 yg kalah itu mendekati PDIP, mendukung capres PDIP,
tanpa harus diminta. Ini kalau kita masih mau menjunjung
kedaulatan rakyat lho. Kalau yg dipentingkan hanyalah
kepentingan partai saja tanpa mengindahkan kedaulatan
rakyat, ya susah dah. Sampai kapan juga ngga akan ketemu.
Yang paling parah lagi kalau yg diperjuangkan adalah
pengamanan aset pribadi, takut diutak-atik karena didapat
dari hasil ngga bener....hehehe...udah pada tahulah dari
partai mana itu.....:)

>  2. Teman potensial yg relatif dekat adalah PKB dan/atau PAN, tapi nampaknya
>  ada hambatan psikologis yg tdk ringan, sehingga bisa saja tdk jadi.

Irwan:
Akan menjadi ringan kalau semua mengacu ke kedaulatan rakyat.
Tinggalkan ego partai, mari bergabung ke rakyat.
Selama berdiri bersama rakyat, kebijakan partai tersebut
tidak akan pernah salah.
Saya yakin PKB dan PAN dapat menyelesaikan perbedaan
pandangan yg anda dan bergabung bersama rakyat untuk
memilih capres PDIP menjadi presiden RI berikutnya bila
memang hasil pemilu menunjukkan PDIP lah pemenangnya.

>  3. Lalu, alternatif berikutnya, yg menurut saya cukup logis, ya kelompok
>  militer (bahkan meskipun bisa menggandeng PKB/PAN, kelompok ini sebaiknya
>  jangan diabaikan begitu saja, bisa repot lho).

Irwan:
Dari berita yg saya ikuti, PKP yg merupakan mantan2
aparat militer itu sudah melakukan tindakan nyata dari
pertobatannya dengan cara mendukung suara rakyat,
mendukung Megawati menjadi presiden. Kita tunggu
saja pertobatan dari Golkar dengan cara berhenti
berupaya menentang dan menjegal kedaulatan rakyat
dengan cara memberikan dukungan penuh ke PDIP
dengan Megawati-nya yg merupakan peraih kedaulatan
rakyat terbanyak.

Soal militer, sepengamatan saya mereka juga lagi terus
berupaya untuk memperbaiki diri, memperbaiki image yg
terlanjur buruk. Jadi kelihatannya militer ngga akan senekat
itu melawan kedaulatan rakyat. Militer saya yakin akan
berdiri bersama rakyat, akan menegakkan kedaulatan
rakyat.

>  4. Dgn kondisi ini (kondisi mengarah 'deadlock' di antara parpol2),
>  nampaknya kelompok militer justru akan menjadi 'kuda hitam'. Apalagi
>  mengingat adanya unsur2 militer di beberapa parpol utama.

Irwan:
Militer bagi saya buka kuda hitam. Mereka akan bergabung
dengan rakyat menegakkan kedaulatan rakyat.
Nah, kita lihat saja nanti parpol2 mana yg masih nekat
melawan kedaulatan rakyat, yg mau menjegal kedaulatan
rakyat. Apa masih pada belum kapok tuh ngelawan
rakyat selama ini? Mau diamuk rakyat lagi? Bisa2 tuh
partai yg nekat ngelawan rakyat bisa dibenci rakyat selamanya.
Masih untung cuma dibenci, lha kalau pada diudekin satu2
khan berabe tuh.
Udah deh, jangan pancing lagi kemarahan rakyat.
Suara rakyatlah kini yg harus didengar.
Dan mereka sudah memberikan suaranya pada pemilu
kali ini.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke