Saudara Donald,
Saya tidak pernah menganggap bhw sistem hukum dan law enforcement di Indonesia
sudah baik. Sebaliknya, banyak sekali yang harus kita benahi mulai dari sistem
hukum yang independen dari pengaruh politik, aparat hukumnya yg bersih dari KKN
dan supremacy of law dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun demikian, saya merasa bahwa kelemahan dan kesalahan kita itu bukan menjadi
"excuse" bagi pihak-pihak asing untuk masuk ke negara kita dan ikut campur
dengan masalah dalam negeri Indonesia. Lihat saja contoh "lengsernya" Soeharto.
Sekalipun 1001 macam kecaman dan caci-maki dari orang-orang asing di luar negeri
sudah berlangsung lama sebelum May 1998, namun pada akhirnya yang dapat memaksa
dia turun dari kursi presiden adalah mahasiswa Indonesia 100% tanpa bantuan asing
samasekali. Semua pihak di Amerika mulai dari pemerintah, militer, LSM sampai
segala macam pakar dan ahli Indonesia tidak pernah ada yang bisa meramalkan bahwa
dia akan dapat dipaksa turun oleh mahasiswa.
My point is: If it is an Indonesian problem, let the Indonesians solve it through
an Indonesian way. The last thing we need is foreigners with undefined real
agenda meddling into our problems. Trust me, there is no such thing as a free
lunch.
Kalau anda ingin menjadi pejuang hak azazi manusia Indonesia, saya akan mendukung
dan membantu anda sepenuhnya. Namun izinkan saya menyampaikan bahwa
mampu-tidaknya anda menjadi pejuang HAM Indonesia adalah tergantung kepada anda
sendiri, bukan orang-orang asing itu.
Salam hormat juga,
Mahendra
Donald Saluling wrote:
> Salam, (menjawab gugahan sdr. Mahendra Siregar)
>
> Indonesia mempunyai hak untuk menjatuhkan vonisnya kepada Allan, saya tidak
> pernah sangkal itu. Tapi apakah Indonesia sudah melaksanakan hukum yang
> dijunjung tinggi itu kepada dirinya sendiri ? :) Coba tanyakan itu kepada
> diri kita sendiri. Berapa banyak pejabat2 Indonesia, termasuk presiden kita
> dan sebagainya yang memberi contoh kepada dunia luar bagaimana bobroknya
> sistem perhukuman kita ?
>
> Yang saya bicarakan sejak awal bukanlah masalah legalitas, tapi masalah
> semangat memperjuangkan sesuatu yang dianggap benar oleh Allan. Silahkan
> hukum saja si Allan, itu adalah hak dan wewenang negara kita ... diapun, bila
> anda baca dengan seksama rela divonis oleh pemerintah kita. Tetapi baca juga
> bagaimana dengan tegasnya dia menyatakan perang terhadap rezim orde baru dan
> TNI kita. Perjuangan dia jelas2 ditujukan kepada rakyat Indonesia kalau anda
> baca lebih seksama. Apakah kita akan terus-terusan bermain "right or wrong my
> country" sampai beranak-cucu ? Silahkan bandingkan mana yang lebih berbau
> busuk: Melanggar hukum demi memperjuangkan sesuatu yang dianggap benar atau
> menggunakan hukum demi mengambil keuntungan yang sebanyak-banyaknya (belum
> lagi kalau RUU PKB disahkan akan lebih menyedihkan kehidupan rakyat kita) .
> Akhir kata ... silahkan memutuskan dalam benak saudara2 semuanya apakah ada
> yang bisa dipelajari dari kejadian ini atau tidak ? Tidak ada paksaan ...
>
> Salam hormat, selamat berjuang ,
> Donald
> Portland
>
> (from Langston Huges'
> "The Black Man Speaks"
>
> I swear to Lord
> I still can't see
> Why democracy means
> Everybody but me.
> ...... )