Bung +Anjas, Faran, Soe & YMT sudahlah, nggak usah
ribut2 (apalagi pakai voting:), musyawarah aja deh.
Biar $ bisa turun ke 5,000 perak.
Bagaimanapun kita harus hargai "keberanian" penulis,
- berani nekad, dan
- berani mengelabui Detik.com


--- Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Jelas paruh atas dari posting Bung Irwan tidak
> berhubungan dengan separuh
> yang bagian bawah dari posting ini. Mengapa?
> - Sudah ngomongin AR yang didukung banyak pihak
> kecuali PDIP+PKB.
>   Ingat lho, PKB waktu itu belum tahu keseriusan
> pengangkatan Gusdur
>   sebagai capres. Coba kalau sudah tahu, PDIP
> bakalan sendirian.
>   Paling dibelain sama Matori yang sempet
> diiming-imingin jadi wapres.
> - Sudah ngomongin AT yang juga didukung oleh PDIP
> - Lagi-lagi kepercayaan RAKYAT untuk Megawati
> - Tidak memperhitungkan manuver PDIP yang berusaha
> merangkul Golkar
>   dengan mengiming-imingi AT jawaban wakil presiden.
> - Jadi mana tuh kepercayaan rakyat bahwa PDIP anti
> Golkar?
>
> +anjas
>
>
> >From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: Indonesian Students in the US
> <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Tanggapan atas komentar KKG (was: Re:
> [cakit peut])
> >Date: Fri, 8 Oct 1999 17:51:50 EDT
> >
> >In a message dated 10/8/99 12:01:46 PM Eastern
> Daylight Time,
> >[EMAIL PROTECTED] writes:
> >
> > > Untuk Irwan...
> > >    Yaaahhh segitu aja kemampuannya... di
> challange tuh sama KKG...
> > >  kalau saya sih... udah bisa tulisan saya masuk
> koran, saya langsung
> > >  bikin analisa baru deh yang menyokong pendapat
> saya. Hancurin KKG
> > >  sekalian, liat sampai dimana dia bisa
> ber"argue"
> >
> >
> >Irwan:
> >KKG mengatakan "TIDAK MENJAMIN".
> >Siapapun akan maklum dalam floating system, apalagi
> free floating
> >system yg kita anut sekarang, pergerakan rupiah itu
> ditentukan
> >oleh kekuatan pasar. Sekali2 bisa saja digerakan
> dengan intervensi,
> >tapi buntut2nya ya kekuatan pasar lagi nanti yg
> akan lebih berperan.
> >Jadi jelas tidak ada yg bisa menjamin, kalau justru
> ada yg
> >berani bilang bisa menjamin, itu yg perlu
> dipertanyakan.
> >Bank sentral Jepang saja sering kewalahan
> menghadapi kekuatan
> >pasar seperti sempat 1-3 minggu terakhir ini
> menghadapi
> >penguatan Yen terlalu cepat buat mereka.
> >
> >Saya pribadi juga tidak pernah mengeluarkan kata2
> menjamin
> >karena memang kata2 "MENJAMIN" itu sangat
> diharamkan
> >dilingkungan trader. Yang saya berikan hanyalah
> sebuah prediksi
> >berdasarkan analisa2 yg saya lakukan. Silahkan mau
> >dipercayai atau tidak, tidak ada paksaan alias
> bebas karena
> >memang untung dan rugi ditanggung sendiri2....:)
> >Di milis [EMAIL PROTECTED] pun saya belum
> memberikan
> >rekomendasi borong rupiah seperti yg sudah2 saya
> lakukan bila
> >melihat sinyal kuat karena memang saya belum
> melihat sinyal
> >kuat tersebut baik secara situasi atau pun grafik.
> Dari secara grafik
> >saat ini sedang tahap konsolidasi untuk gerakan
> kencang berikutnya.
> >Tunggu tanggal mainnya, pada saatnya nanti saya
> akan lepaskan
> >rekomendasi (jual atau beli), bila sinyal itu sudah
> datang.
> >
> >Sudah beberapa kali saya memberikan rekomendasi
> >borong rupiah di milis tersebut ketika rupiah
> beberapa kali
> >mencoba menyentuh 10 ribu beberapa waktu yg lalu
> dan
> >saat itu sudah beredar rumors kuat rupiah akan
> menembus
> >10 ribu bahkan bisa lebih parah lagi. Saya
> lemparkan rekomendasi
> >berikut analisa baik secara situasi dan juga grafik
> yg ada (para
> >trader/spekulan sering menggunakan grafik sebagai
> salah satu
> >pedoman gerakan). Faktanya? Beberapa kali rupiah
> gagal
> >dipaksa tembus 10 ribu dan malah menguat menembus
> 8000
> >dan bahkan pernah menembus 7000. Selain rekomendasi
> >borong rupiah, saya pun beberapa kali kasih
> rekomendasi
> >profit taking dan saat itu rupiah memang akhirnya
> melemah.
> >Apakah saya yg menggerakan rupiah? Jelas tidak,
> saya hanya
> >mencoba mengantisipasi gerakan rupiah ke depan
> berdasarkan
> >data2 yg saya miliki dan juga para trader lainnya
> miliki.
> >Saya sebagai trader memang terbiasa dalam analisa2
> >memberikan angka2 target. Ini yg tampaknya belum
> terbiasa
> >dikonsumsi oleh sebagian masyarakat.
> >
> >Apakah di artikel tersebut KKG memberi jaminan
> bahwa rupiah
> >tidak akan ke Rp5000 bila kondisi yg saya sebutkan
> terpenuhi?
> >Tidak juga toh...:)
> >Di akhir paragraf KKG menambahkan komentarnya bahwa
> >rupiah saat ini undervalued. Dengan bahasa lain,
> KKG
> >mengatakan rupiah akan menguat di waktu mendatang
> hanya
> >saja dia tidak tahu bisa sampai berapa. Saya bisa
> menerima
> >pendapatnya sebagai suatu pendapat. Pendapat saya
> tidak
> >ditentukan atau pun dibatasi oleh pendapat orang
> lain.
> >
> >Dari mana angka Rp5000 itu saya peroleh?
> >Perhatikan perhitungan dengan menggunakan asumsi
> situasi
> >dibawah ini. Saya kutipkan saja cuplikan dari
> tulisan susulan saya
> >ke detik.com untuk melengkapi yg kemarin itu, belum
> dimuat
> >sampai saat ini dan kemungkinan besar tampaknya
> tidak akan
> >dimuat seperti tanggapan saya atas komentar
> pembaca, Rizal,
> >di detik.com yg saya kirim pada hari yg sama ketika
> komentar
> >itu dimuat.
> >
> >------cuplikan dari tulisan susulan------
> >Walau demikian, angka Rp5000 itu bukan lahir begitu
> saja.
> >Saya menggunakan ukuran perbandingan situasi dengan
> >negara Thailand dan Philipina.
> >Sebelum krisis Juli 1997 lalu per dolar AS, nilai
> kurs rupiah
> >adalah Rp2400, Baht Thailand 24 dan Peso Philipina
> 26.
> >Pagi tadi jam 9:43 AM waktu Jakarta, kurs Rupiah
> 7825,
> >Baht Thailand 40.05, Peso Philipina 40.5.
> >
> >Dari angka2 di atas kita ketahui nilai Baht
> Thailand merosot 40%
> >dan Peso Philipina 35.8% sejak sebelum krisis
> terjadi.
> >Bila kita ambil penurunan yang terburuk saja, maka
> penurunan
> >40% dari Rp2400 itu adalah Rp4000. Karenanya angka
> Rp5000
> >yang saya berikan itu adalah angka konservatif yang
> sebenarnya
> >sudah pernah diberikan oleh Stanley Fischer pada
> bulan Juni lalu.
> >
> >Saat ini rupiah berada di sekitar Rp7800 menurut
> saya karena
> >pasar masih mendiskon negatif unsur kepercayaan
> yang memang
> >saat ini sangat rendah. Seperti kita ketahui,
> krisis yang terjadi
> >di Indonesia selama ini sumbernya karena krisis
> kepercayaan.
> >Karenanya bagi saya, untuk bisa memulihkan segera
> krisis
> >yang bekepanjangan ini mau tidak mau unsur
> kepercayaan tersebut
> >baik dari investor lokal, luar negeri atau pun
> masyarakat luas harus
> >segera dikembalikan.
> >
> >Indonesia jelas tidak bisa dibandingkan dengan
> Thailand dan Philipina.
> >Tidak bisa dibandingkan disini bukan dalam artian
> lebih buruk tapi
>
=== message truncated ===


=====

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

Kirim email ke