Bung Irwan,
Buku yg saya maksud itu tipis, hanya sekitar 70 halaman ukuran buku saku,
sehingga anda dapat membacanya dalam seminggu. Namun saya persilakan kalau
anda ingin meminjam sampai dua minggu misalnya.
Menjawab pertanyaan anda tentang kronologis peristiwa di Timtim sekitar
tahun 74-75, saya sampaikan sebagai berikut:
April 1974
Pemerintah Portugal di Lisabon digulingkan dan pemerintah baru menginginkan
semua wilayah jajahannya dimerdekakan.
September-Oktober 1974
Indonesia dan Portugal melakukan serangkaian pembicaraan persiapan proses
dekolonisasi Timtim.
Mei-Nopember 1974
Berdirinya 5 parpol di Timtim.
UDT: Menginginkan proses kemerdekaan secara bertahap sambil tetap
mempertahankan hubungan dengan Portugal (semacam hubungan dalam negara
Commonwealth).
Fretilin: Menginginkan kemerdekaan Timtim segera
Apodeti: Menginginkan integrasi dgn Indonesia
Kota: Menginginkan integrasi dgn Indonesia
Trabalhista: Menginginkan proses kemerdekaan bertahap dan hubungan khusus
dengan Portugal (sangat dekat dengan UDT)
Januari 1975
UDT dan Fretilin (dengan restu Portugal) membentuk koalisi untuk menghadapi
Apodeti. Namun koalisi itu bubar dua bulan kemudian karena Fretilin
mengambil jalan kekerasan teror yg ditentang oleh UDT.
Maret 1975
Pemerintahan Portugal di Timtim membatalkan referendum karena alasan
keamanan.
10 Agustus 1975
UDT melakukan demonstrasi besar-besaran untuk melakukan pencegahan terhadap
maksud Fretilin melakukan kudeta terhadap proses penentuan nasib sendiri
Timtim.
20 Agustus 1975
Fretilin mengambil alih Dili dengan kekerasan senjata.
26 Agustus 1975
Pemerintah Portugal di Timtim ngabur dan meninggalkan sebagian besar senjata
dan logistik kepada Fretilin.
29 Agustus 1975
Indonesia mendesak Portugal kembali ke Timtim untuk menyelesaikan proses
dekolonisasi, namun tidak berhasil.
Agustus-Oktober 1975
Fretilin meningkatkan aksi terornya yg menyebabkan lebih dari 100.000
mengungsi ke Timor Barat. Dalam berbagai kejadian, Fretilin mengejar
lawannya sampai memasuki wilayah Timor Barat.
28 Nopember 1975
Fretilin mengumumkan kemerdekaan Timtim secara sepihak tanpa suatu proses yg
demokratis.
29 Nopember 1975
Portugal mengumumkan bahwa negara itu kembali menjadi administering power
Timtim, walaupun 3 bulan sebelumnya telah ngabur tanpa suatu proses.
30 Nopember 1975
4 parpol Timtim lainnya mengumumkan integrasi Timtim ke Indonesia.
Perkembangan selanjutnya saya rasa anda sudah tahu. Namun hal yg lebih
penting saat ini adalah bagaimana menyelesaikan proses penentuan nasib
Timtim dengan damai dan demokratis. Untuk itu, silakan lihat posting saya ke
milis ini beberapa hari yg lalu dengan judul Sumbangan Pemikiran
Penyelesaian Timtim.
Salam
Mahendra
-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, October 18, 1999 11:03 AM
Subject: Re: Seroja
>In a message dated 10/15/99 11:21:46 AM Eastern Daylight Time,
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
>> Saudara Irwan,
>>
>> Saya memiliki buku saku yg ditulis oleh Arsenio Ramos Horta, adik
kandung
>> Jose Ramos Horta. Buku itu yg berjudul The Eyewitness; Bitter moments in
>> East Timor Jungles adalah terbitan Usaha Quality Printers, Singapore.
>>
>> Saya dapat meminjamkan buku itu kepada anda, atau siapapun yg
>> menginginkannya, kalau memang anda berminat dan tentu saja bersedia
>> mengembalikannya. Untuk sementara saya hanya dapat menyampaikan kata
>> pengantar penulis itu, yg saya tulis sesuai aslinya tanpa tambahan atau
>> pengurangan:
>>
>
>Irwan:
>Pak Siregar, menarik juga untuk bisa mengetahui apa yg tertulis
>dalam buku tersebut. Terima kasih atas tawaran yg diberikan.
>Hanya saja saya perlu mengetahui lebih dulu, berapa lamakah saya
>bisa mendapatkan kesempatan meminjam buku tersebut.
>
>Oh ya, saya baru saja iseng2 coba lihat buku2 yg berkaitan
>dengan East Timor yg (mungkin) tersedia di Cleveland Public Library.
>Yang tertarik, bisa coba dari alamat:
>http://js-catalog.cpl.org:60100/db/keyword.html
>dan masukan kata east timor sebagai keywordnya.
>
>Oh ya, apa Pah Siregar punya komentar atau penjelasan
>atas pertanyaan2 saya atas artikel di gatra yg memuat
>kronologis peristiwa2 penting di Timtim.
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>