Analysis buat saudara Jefferey,
Yang ingin saya sampaikan pada anda ialah keberanian melihat diri sendiri.
Berani mengakui bahwa kita tidak luput dari dosa2 di Tim-Tim. Jangan pake
pembenaran gaya right or wrong my country. Sudah nggak jaman. Tidak ada unsur
paksaan untuk berpihak, tapi paksaan utuk membuka mata. Saya berpihak sama
kebenaran, anda berpihak pada apa?
Masalah Tim Tim tidak dapat dilepaskan dari masalah pelanggaran HAM yang suda
terjadi disana. Historynya penuh dengan itu. Sama dengan di Indonesia. Lihat
saja Aceh, Ambon. Irian, kagak selesai2 masalahnya karena kebobrokan
pemerintahan dan military kita. Anda tidak harus setuju dengan saya, tapi
saya punya references bahwa apa yang saya tulis itu semuanya punya basis.
Basis moral dan basis otak. Reference anda itu apa, kasi ke sini supaya saya
analysis dan jangan langsung tuduh2 an single minded segalalah. Kalo anda
tuduh saya sebagai single minded pro reformasi-revolusi, ya saya setuju saya
itu single minded. Saya determined kita harus sukseskan era baru yang bersih
dari unsur2 KKN dan feodalisme. Saya determined rakyat indonesia harus
ditingkatkan kesejahteraannya, kalau perlu dengan pengorbanan upper class
yang selama ini mengambil keuntungan dari orang2  miskin Indonesia. Kalau
anda menuduh saya single minded dan tidak bisa diajak bertukar pikiran then
anda kurang akurat. BUt again, apakah anda kapuspen abri kek, student kek,
anda punya hak berbicara dan saya tidak pernah menuduh anda tapi saya menuduh
tipe pemikiran anda yang masih terperangkap gaya pemikiran orba.

Regardless, mari bangun INdonesia bersama-sama.

Selamat berjuang,
Donald

Kirim email ke