Bung Irwan, setelah 50 menit mengetik tiba-tiba netscapenya kok hilang
sendiri. Mengetik ulang rasanya juga sayang. Padahal saya juga mau
memperbaiki beberapa pemahaman saya yang salah, dan meluruskan beberapa
kesimpulan anda yg 'saya rasa' kurang tepat.
Saya sarankan saja untuk tidak meneropong tulisan Gatra tentang kronologi
secara kata-per-kata, karena ini cuman artikel singkat. Pemahaman dengan
berdasar logika atas kronologi singkat masih bisa dilakukan untuk pemahaman
awal/sementara saja.
Yang perlu kita ingat bersama adalah suasana partai-partai pasca portugal
ngabur. Pergerakan dan strategi mereka berubah dengan cepat. Yang tadinya
ASDT meminta tolong RI masuk lalu berubah setelah melihat UDT berhasil
melakukan kup. Setelah itu Fretilin menang, UDT minggir. Jadi banyak yg
mula-mula jadi musuh lalu jadi teman, yg teman jadi musuh. Sama dengan
suasana partai di Indonesia saat ini.
Silakan baca beberapa buku, dan untuk menjaga keseimbangan tentunya beberapa
buku. Sebetulnya tidak ingin mengingatkan tapi kadang ada saja yg menjadikan
satu buku sebagai primbon.
Jeffrey Anjasmara
'----------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Seroja
>Date: Wed, 13 Oct 1999 22:51:38 EDT
>
>In a message dated 10/13/99 6:23:15 PM Eastern Daylight Time,
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Kemarin saya mereply Bung Irwan dg jawaban yg kurang
> > tepat. Jadi mending saya luruskan. Untuk beritanya, saya
> > rasa memang dari Tempo. Sayang tidak bisa search karena
> > mesti jadi anggota. Yang dari Gatra lumayan juga sih.
>
>Irwan:
>Bung Jeffrey, karena saya tidak menguasai masalah
>Timtim karenanya posisi saya dalam diskusi ini akan
>cenderung lebih banyak bertanya. Moga2 anda bisa
>memaklumi dan ngga segan2 bagi pengatahuan seputar
>hal ini. Karena saya tidak punya bahan/sumber, maka
>sumber yg akan saya gunakan ya sumber yg anda berikan.
>
>Bagi rekan2 lainnya yg merasa perlu memberikan informasi
>atau pun penyanggahan, silahkan saja. Saya cenderung
>akan menyerap semuanya dan memasukan ke database
>di kepala saya untuk menambah wawasan saya akan
>masalah Timtim.
>
>Berikut ini, saya butuh pencerahan anda atas artikel
>yg ada di Gatra. Oh ya, mengenai artikel yg anda
>kutipkan saya cenderung hendaknya kita melihat dari
>dua sisi. Saya bisa memaklumi perasaan anggota
>TNI yg pernah dikirim ke Timtim yg menginginkan
>Timtim tetap berada dalam wilayah Indonesia, tapi
>kita perlu juga memperhatikan perasaan para pejuang
>Timtim dan keluarga korban pejuang Timtim yang
>juga menginginkan Timtim lepas dari Indonesia.
>Mereka juga menderita tak kalah hebatnya seperti para anggota
>tentara kita selama di Timtim. Penderitaan tersebut
>tidak dapat kita jadikan alasan untuk mempertahankan
>sesuatu yg sebenarnya bukan milik/hak kita.
>
>Berikut ini hal2 yg saya ingin bahas/tanyakan.
>
>Ada beberapa hal yg saya temukan dari artikel
>di gatra tersebut.
>http://www.gatra.com/V/43/LPT2-43.html
>
>Peristiwa Penting di Timtim 1974-1999
>
> 25 April 1974: Gerakan Angkatan Bersenjata (Armed Forces Movement)
> melancarkan kup di Lisbon, Portugal, untuk menggulingkan rezim
> Caetano.
>
> 5 Mei 1974: Gubernur Timor Timur mengeluarkan pernyataan tentang
> pembentukan partai-partai politik.
>
> 11 Mei 1974: Unido Democratica Timorense (UDT -Serikat Demokratik
> Timor) dibentuk.
>
> 12 Mei 1974: Associacao Social Democratica Timorense (ASDT
> -Perhimpunan Sosial Demokratik Timor) didirikan.
>
> 17 Juni 1974: Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik mengirim surat
> kepada perwakilan ASDT, Jose Ramos Horta, bahwa Indonesia mendukung
> kemerdekaan Timor Timur.
>
>Irwan:
>Peristiwa ini baru saya ketahui, INDONESIA MENDUKUNG KEMERDEKAAN TIMTIM.
>Mari kita ikuti lagi kronologis peristiwanya.
>
> 6 September 1974: Perdana Menteri Australia Gough Whitlam bertemu
> dengan Presiden Soeharto di Wonosobo, Jawa Tengah, dan menyatakan
> setuju bahwa integrasi Timor Timur dengan Indonesia tidak dapat
> dihindari.
>
>Irwan:
>Bila kita lihat di atas, hanya kurang 3 bulan telah terjadi
>perubahan pandangan di sisi pemerintah Indonesia,
>dari awalnya sepakat mendukung kemerdekaan Timtim,
>tiba2 berubah menjadi membicarakan masalah integrasi Timtim.
>Bisakah dijelaskan hal2 yg terjadi antara tanggal tersebut
>yg tidak termuat di gatra? Apa yg menyebabkan terjadinya
>pergeseran posisi/pandangan pemerintah kita dalam memandang
>Timtim? Koq yg tadinya mendukung kemerdekaan Timtim eh tiba2
>berubah menjadi integrasi Timtim menjadi wilayah Indonesia?
>Hal yg tidak kalah anehnya adalah saat itu khan Timtim masih
>dibawah Portugal, koq bisa2nya kita sudah punya pikiran
>integrasi Timtim ke Indonesia dan "minta" persetujuan Australia?
>Ada apa ini?
>
> 12 September 1974: ASDT diubah menjadi Frente Revolucionaria de Timor
> Leste Indepente (Fretilin -Front Revolusioner bagi Kemerdekaan Timor
> Timur).
>
>Irwan:
>Ini juga menarik diperhatikan. Hanya 6 hari setelah peristiwa pertemuan
>Indonesia dan Australia yg isinya menyatakan Australia setuju integrasi
>Timor
>Timur ke Indonesia, ASDT merubah namanya menjadi Fretilin yg lebih
>mencerminkan suatu kelompok gerakan kemerdekaan.
>Setahu saya selama pemerintah sering mengidentikan gerombolan Fretilin
>itu sebagai gerombolan yg berpaham komunis. Saya yg dicekokin dengan
>propaganda tersebut yg nerima aja, komunis maka sama dengan
>bahaya negara. Cuma setelah kronologis peristiwa ini saya malah jadi
>bertanya apa yg terjadi sebenarnya? Kenapa dulu pemerintah
>memberikan surat kepada ASDT (nama Fretilin sebelumnya) mendukung
>kemerdekaan Timtim, tapi koq belakangan ASDT baru atau Fretilin
>malah jadi dimusihi dan di cap komunis?
>Bisa dijelaskan kenapa dulu pemerintah lebih memilih mengirim surat
>ke ASDT ketimbang ke UDT?
>
> 14 Oktober 1974: Indonesia melancarkan Operasi Komodo.
>
>Irwan:
>Bisa dijelaskan misi dari operasi Komodo ini?
>Mengingat Timtim saat itu masih dibawah Portugal, ini bila
>kita lihat peristiwa tanggal 11 Agustus 1975 dimana dari peristiwa
>itu saya simpulkan Portugal masih berkuasa di Timtim.
>Apakah Operasi Komodo ini dibawah PBB? Kayaknya sih tidak ya.
>Ada yg bisa bantu menjelaskan Operasi Komodo?
>
> 20 Januari 1975: UDT dan Fretilin membentuk koalisi.
>
> 26 Mei 1975: UDT menarik diri dari koalisi dengan Fretilin.
>
>Irwan:
>Ada cerita dibalik pecahnya koalisi UDT dan Fretilin?
>
> 11 Agustus 1975: UDT melancarkan kup di Dili dan mengambil alih
> kekuasaan dari tangan Portugal.
>
> 27 Agustus 1975: Gubernur dan Pemerintah Portugal angkat kaki dari
> Dili ke Pulau Atauro.
>
> 24 September 1975: UDT meninggalkan Timor Timur menuju Timor Barat
> (NTT) dan membiarkan Fretilin sebagai penguasa Timor Timur.
>
>Irwan:
>Ini sangat aneh. Setelah berhasil melakukan kup hingga gubernur
>dan pemerintah Portugal angkat kaki dari Dili, tiba2 koq UDT
>meninggalkan Timor Timur menuju Timor Barat (NTT) dan membiarkan
>Fretilin menjadi penguasa Timor Timur. Karena saya terbiasa berpikir
>secara logika, saya merasakan adanya kejanggalan atas peristiwa ini.
>Bisakah dilengkapi apa yg tidak tertulis di atas?
>Kenapa UDT meninggalkan Timor Timur menuju Timor Barat?
>Tambahan, apakah saat itu Timor Barat (NTT) adalah wilayah sah Indonesia?
>
> 6 Oktober 1975: Pasukan Indonesia menyerang dan merebut Batugade,
> sebuah kota di perbatasan Timor Timur dengan NTT.
>
>Irwan:
>Apakah peristiwa 6 Oktober ini yg menjadi alasan UDT ngungsi dulu
>ke NTT tanggal 24 September 1975 tersebut?
>
> 28 November 1975: Fretilin mengumumkan Timor Timur sebagai negara
> merdeka.
>
> 29 November 1975: Tokoh UDT, Apodeti, dan KOTA menandatangani
> deklarasi yang secara resmi mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah
> Republik Indonesia. Deklarasi ini dikenal sebagai Deklarasi Balibo.
>
>Irwan:
>Kapan UDT masuk lagi ke Timtim setelah meninggalkan Timtim tanggal
>24 September 1975? Apa alasan dia kali ini masuk lagi ke Timtim? Koq
>makin banyak keanehan ya?
>Awalnya hanya terdengar ASDT (Fretilin) dan UDT. Koq tiba2 ada lagi
>Apodeti dan KOTA. Ada yg bisa ceritakan kapan Apodeti dan KOTA ini
>dibentuk?
>
> 7 Desember 1975: Militer Indonesia menyerang Timor Timur.
>
>Irwan:
>Apa dasar yg digunakan militer Indonesia menyerang Timtim?
>Adakah bedanya operasi komodo dengan penyerangan tanggal 7 Desember ini?
>
> 22 Desember 1975: Dewan Keamanan PBB menyerukan Indonesia untuk
> menarik angkatan bersenjatanya dari Timor Timur.
>
>Irwan:
>Peringatan pertama dari PBB.
>
> 13 Januari 1976: Setelah menduduki Dili, Baucau, dan daerah
> perbatasan, Indonesia mendirikan pemerintahan yang terdiri dari
> anggota-anggota Apodeti dan UDT.
>
>Irwan:
>KOTA kemana, apa tidak diajak?
>Apakah KOTA masih ada saat itu?
>
> 3 April 1976: Pemberontakan anggota UDT di Dili dihancurkan oleh
> militer Indonesia.
>
>Irwan:
>Menarik sekali di amati. Pemberontakan seperti apakah yg sebenarnya
>dilakukan oleh UDT? Mengingat UDT adalah salah satu penandatangan
>deklasri Balibo. UDT juga termasuk salah satu pihak yg diikutsertakan
>oleh Indonesia mendirikan pemerintahan di Timtim.
>
> 22 April 1976: Dewan Keamanan PBB kembali menyerukan Indonesia untuk
> keluar dari Timor Timur.
>
>Irwan:
>Peringatan kedua.
>
> 15 Mei 1976: Fretilin mengadakan konferensi nasional selama dua minggu
> untuk mengatur perlawanan terhadap Indonesia.
>
> 17 Juli 1976: Presiden Soeharto mengesahkan Undang-Undang Integrasi
> Timor Timur dengan Indonesia.
>
> 19 November 1976: Majelis Umum PBB menolak aneksasi Indonesia terhadap
> Timor Timur.
>
>Irwan:
>Penolakan pertama.
>
> 7 Mei 1977: Pasukan Fretilin mengklaim bahwa mereka menguasai 80%
> wilayah Timor Timur.
>
> 28 November 1977: Majelis Umum PBB menolak integrasi Timor Timur ke
> dalam wilayah Indonesia dan menyerukan penentuan nasib sendiri
> dilaksanakan.
>
>Irwan:
>Penolakan kedua.
>
> 20 November 1978: Majelis Umum PBB menyerukan penarikan pasukan
> Indonesia dari Timor Timur.
>
>Irwan:
>Peringatan ketiga.
>
>Setelah ini, 7 tahun berselang tampaknya tidak ada kejadian2 penting.
>Ada yg tahu kenapa?
>Kronologis selanjutnya menurut saya kurang menarik lagi untuk diikuti.
>Silahkan disimak sendiri pada bagian akhir posting ini.
>Saya lebih tertarik untuk melihat asal muasal peristiwa di Timtim,
>manuver2 yg dilakukan.
>Berhubung sumber yg digunakan terbatas, karenanya apa yg saya tanyakan
>atau pun komentari terbuka kemungkinan memiliki banyak kekurangan dan
>kelemahannya. Karenanya bagi yg menguasai hal ini, mohon saya diberi
>pencerahan hingga boleh lebih mengetahui permasalahan selama ini.
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 16 Agustus 1985: Dalam pidato HUT ke-40 RI, Presiden Soeharto
> membenarkan invasi ke Timor Timur sebagai respons terhadap gerakan
> rakyat Timor Timur yang membebaskan diri dari belenggu kolonialisme.
>
> 18 Agustus 1985: Perdana Menteri Australia Bob Hawke mengakui
> kedaulatan Indonesia terhadap Timor Timur.
>
> 9 Desember 1985: Pemerintah Indonesia dan Australia mengumumkan bahwa
> mereka akan mengembangkan minyak di Celah Timor.
>
> 5 November 1988: Presiden Soeharto mengumumkan delapan dari 13
> kabupaten di Timor Timur dibuka bagi orang Indonesia dan asing.
>
> 12 November 1991: Penembakan terhadap demonstran di pemakaman Santa
> Cruz.
>
> 20 November 1992: Xanana Gusmao ditangkap, dengan tuduhan sebagai otak
> demonstrasi di Santa Cruz.
>
> 20 Juli 1993: Pemerintah Indonesia memberi jalan bagi perundingan
> antara orang Timor Timur yang pro dan antiintegrasi.
>
> 27 Januari 1999: Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengatakan bahwa
> Indonesia akan melepas Timor Timur bila otonomi ditolak. Pernyataan
> itu dikeluarkan setelah Sidang Kabinet Terbatas Bidang Politik dan
> Keamanan yang dipimpin Presiden Habibie.
>
> 5 Mei 1999: Pemerintah Indonesia, Portugal, dan PBB menyetujui
> kesepakatan untuk menyelesaikan kasus Timor Timur lewat jajak
> pendapat.
>
> 11 Juni 1999: Dewan Keamanan PBB membentuk misi perdamaian untuk Timor
> Timur atau UNAMET. Misi ini sebagai pelaksana jajak pendapat.
>
> 30 Agustus 1999: Pelaksanaan jajak pendapat bagi warga Timor Timur di
> seluruh dunia.
>
> 4 September 1999: Hasil jajak pendapat diumumkan Sekretaris Jenderal
> PBB di Markas PBB di New York. Kubu prokemerdekaan meraih 78,5% suara,
> dan prointegrasi/otonomi meraih 21,5%.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com