Ini adalah proses penggampangan masalah. Kalau memang salah ya harus
dinyatakan salah. Mau yang salah Mega, atau yang salah adalah tukang becak
bernama Karto, tetap harus dinyatakan dengan tegas bahwa dia salah. Yang
bilang mereka tidak pinter itu siapa? Ini juga sebetulnya penggampangan
masalah.

Kasus-kasus pedagang kaki lima ini sudah jadi kasus klasik. Jangan salah
dengan nama. Omzet yang terjadi bisa membuat anda tercengang. Banyak pula
kios/dasaran ini dimiliki oleh pengusaha kelas menengah yang mempunyai
beberapa puluh dasaran di beberapa tempat.

Penggerebekan demi penggerebekan selama ini sudah terlalu sering bocor oleh
oknum-oknum yang secara sembunyi-sembunyi sudah dibayar oleh para pencuri
lahan umum ini. Dengan cara ini pada hari H mereka sudah bersiap
mengungsikan dagangannya. Misal anda dengan mudah mengatakan bahwa perlu
pendekatan ini itu, nah, ini menunjukkan anda juga memudahkan persoalan.
Ribuan pendekatan sudah dilakukan.

Cara yang paling mudah untuk memberantas kejadian sejenis adalah yang baru
dilakukan saat ini. Orang-orang seperti anda ini adalah oknum- oknum
masyarakat yang mau enaknya sendiri tanpa mau melihat konsekuensi logis dari
pembiaran-pembiaran penyerobotan seperti ini. Pedagang kaki lima tumbuh dari
kemalasan-kemalasan konsumen, yang mau enaknya sendiri. Tipikal orang
Indonesia. Munculnya pedagang kaki lima membuat pasar atau tempat yang
disediakan tidak laku karena konsumen malas (seperti anda juga) untuk
berjalan kaki lebih jauh sedikit. Alhasil pedagang yg sudah mempunyai
los/kios di pasar atau tempat yang disediakan akan kabur dan berbaur dengan
pedagang kaki lima yang membuat "kaki lima" tidak berfungsi. Konsekuensinya
apa? Para pejalan kaki yang jalannya diserobot oleh para pedagang kaki lima
terpaksa tumpah ruah ke jalan. Akibatnya apa? Jalanan macet.

Hal ini mirip dengan lingkaran setan. Kalau mau memutus lingkaran setan
dengan cara menghukum konsumen tentunya mustahil, atau jauh lebih sulit
daripada membuat regulasi bagi pedagang kaki lima itu. Kalau pedagang kaki
lima diberantas, otomatis mereka mencari jalan lain. Tugas pemerintah adalah
membuat tempat untuk mereka. Pada gilirannya masyarakat pemalas macam
anda-anda ini memperoleh pelajaran agar tidak malas, dan mau berjalan kaki
menuju pasar-pasar di mana mereka ditempatkan. Dalam skala luas, hal-hal ini
juga akan memantapkan lahan-lahan peruntukan yg sudah dibuat. Jangan sampai
masyarakat yang menentukan di mana mereka boleh bikin transaksi. Wah, repot.
Soalnya ya itu, tidak mau tertib, malas, mau enak sendiri, tidak mau diatur,
tapi ingin orang lain tertib dan teratur. Lhah, enak kan?

Rumus di atas adalah rumus anak kecil, dan yg sedemikian sederhananya ini
sudah sangat sulit untuk diterapkan. Sebagaimana anda tulis "SUATU PENDEKTAN
ATAU APALAH", memang lebih gampang untuk bilang "DO SOMETHING" ke orang
lain. Dalam pelaksanaan, merekalah yang harus makan hati berulam jantung.
Segala sesuatu pendekatan sudah dibuat, nyatanya tidak mempan. Yang paling
penting, regulasi dibuat jelas. Jalur hijau untuk jalur hijau, tempat
belanja untuk belanja, tempat hiburan untuk hiburan. Nggak campur baur kayak
yang ada selama ini. Kapan beresnya penataan kota kalau yang ditata selalu
ngrusak.

Soal bayang membayangkan, wah, tidak perlu dibayangkan. Lihat pedagang
nangis juga sering. Lihat petugas tibum yang juga sama-sama orang kecil dan
terpaksa bertindak keras juga sering. Jalan aja ke Blok M sering-sering deh.
Sudah seringnya petugas tibum menjadi sosok yg tidak disukai pada beraksi
saja masih banyak pelanggaran, masih saja tiap minggu bertumbuhan lagi.
Masih saja semrawut. Bagaimana kalau anda yang gantian membayangkan jika
petugas tibum diliburkan dua bulan deh. Entar kan seluruh Jakarta jadi
pasar.

Ah ya, jalan terbaik untuk memberantas kaki lima ya dihancurin. Mau
dikembalikan? Wah, dipakai lagi satu jam setelah tibumnya angkat kaki. Mau
disuruh menghancurkan sendiri? Wah, ini adalah hal ideal yg tidak pernah
terjadi di dalam kenyataan. Memang semua ada harganya mas. Kalau mau yg
indah-indah sih kalau perlu semua pedagang adalah pedagang besar semua ya?


Jeffrey Anjasmara

-------------------------------
>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>Date: Tue, 11 Jan 2000 09:21:48 -0800
>
>apapun yang terjadi jangan salahkan pedagang kecil.
>mereka kalo memang pinter2 nggak bakal jualan disana.
>kalo memang tibum punya perasaan sedikit mestinya dilakukan sesuatu
>pendeketan atau apalah yang lebih baik.
>contohnya, sekarang dagangan mereka kemana. kalo memang mau ancurin tapi
>dagangan dibalikin sih nggak papa. ini mana..
>iya toh..
>
>kalo masalah yorris cs sih saya yakin pedagang kecil itu bukan yang nyuruh.
>justru yorris cs itu yang memanfaatkan pedagang kecil.
>
>gituh deh..
>coba sekali2 anda bayangkan bisa anda yang melihat kios anda sudah tidak
>ada lagi terlebih harta benda anda kosong.
>wes mas.. belain yang gede emang gampang.. kalo yang kecil itu banyak yang
>mikir..
>
>Faran
>
>
> >Date:         Mon, 10 Jan 2000 23:51:00 EST
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject:      Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Nah, itulah kalau kita suka lupa bahwa penegakan hukum sangat kita
>butuhkan.
> >Kita sering lupa bagaimana kita harus menegakkan ketertiban dengan
> >melaksanakan tugas-tugas yang sering membuat rakyat kecil menderita.
>Tahukah
> >anda bahwa pendirian kios-kios non-permanen dimulai dari ketidaktegasan
> >aparat? Seharusnya jalur hijau tersebut tidak boleh tersentuh oleh
>siapapun,
> >baik pedagang kaki lima, atau pedagang kaya yg menjadikan jalur hijau
> >sebagai pom bensin (jadi ingat ibu kita Mbak Mega nih). Ketidaktegasan
> >aparat ini semakin lama seolah menjadi ijin tak tertulis bagi pedagang
>kaki
> >lima yang menyerobot jantung-jantung kota yang sudah minim.
> >
> >Point saya, jangan menuduh petugas tibum sebagai aparat yang tak bermata
> >hati. Mereka inilah sebetulnya korban backing-backing dari para pedagang
> >kaki lima. Jangan salah dulu.... Backing ini tidak sepenuhnya backing
> >beneran. Mereka ini adalah para preman-preman yang mengompas para
>pedagang
> >kaki lima untuk keamanan. In return, mereka akan menakut-nakuti para
>petugas
> >tibum yang hanya rakyat kecil para pegawai yg memang ditugaskan untuk
> >memelihara ketertiban umum. Apakah anda tidak pernah dengar petugas tibum
> >yang ditikam pedagang kaki lima yang gelap mata? Apakah belum pernah baca
> >petugas tibum digertak seperti anak kecil oleh para preman? Kalau
> >mereka-mereka ini tidak anda backup kehadirannya, bagaimana anda mau
> >bermimpi mempunyai kota yang tertib macam di Singapura?
> >
> >Makanya kalau kasihan ya memang kasihan, tetapi lihat dulu dong root-nya.
> >Jangan asal main tuduh binatang buas segala macam. Iya nggak?
> >
> >Untuk kasus taman puring. Timing yang diambil merupakan langkah strategis
> >dari para petugas tibum. Mumpung para preman yang suka mengancam mereka
> >dalam melaksanakan tugas pada mudik, yah inilah langkah satu-satunya yang
> >membuat mereka tidak terancam jiwanya. Tahukah anda bahwa para petugas
>tibum
> >sering ditakut-takuti keamanan diri mereka dan keluarganya? Siapa mereka?
> >Ada oknum polisi dan tentara, ada preman (anak buah Yorrys kali), ada
>juga
> >yg setingkat jendral lho....:)
> >
> >
> >Jeffrey Anjasmara
> >
> >--------------------------------------
> >>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
> >>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >>To: [EMAIL PROTECTED]
> >>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >>Date: Mon, 10 Jan 2000 12:40:54 -0800
> >>
> >>hmm..
> >>kayaknya di negara indonesia dengan pemerintahan sistem binatang buas
> >>afrika.
> >>
> >>faran
> >>
> >> >Date:         Mon, 10 Jan 2000 13:53:55 +0700
> >> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >Subject:      Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >> >
> >> >Ini terjadinya di Indonesia, atau di Afrika ?
> >> >
> >> >..
> >> >
> >> >Saat Pedagang Lelap
> >> >Taman Puring Diobrak-abrik
> >> >
> >> >detikcom - Jakarta, Malang nian nasib para pedagang barang-barang
>bekas
> >> >di Taman Puring, Jakarta Selatan. Saat Lebaran hari pertama belum lagi
> >> >usai, kios-kios dagangan yang mereka tinggalkan luluh lantak dibongkar
> >> >petugas Dinas Ketertiban Pemda Jakarta Selatan.
> >> >
> >> >Akibatnya, selain kios yang sudah tak berbentuk lagi, barang-barang
> >> >dagangan yang selama ini jadi gantungan hidup mereka hilang tak
> >> >tentu rimbanya.
> >> >
> >> >Malangnya lagi, pembongkaran dilakukan secara diam-diam. Artinya,
> >> >pedagang-pedagang yang selama ini menggelar dagangan di sana tak
>pernah
> >> >diberitahukan sebelumnya tentang 'aksi' petugas Pemda Jaksel tersebut.
> >> >Sehingga kagetlah mereka begitu mengetahui kios-koisnya sudah rata
> >> >dengan tanah.
> >> >
> >> >Pembongkaran itu sendiri dilakukan Sabtu (8/1/2000) malam, sehingga
> >> >praktis para pedagang baru mengetahuinya Minggu (9/1/2000) pagi.
> >> >"Kita sama sekali tak diberitahukan bahwa kawasan ini akan digusur.
> >> >Barang-barang kami semua hilang. Padahal kalau diberitahu sebelumnya
> >> >kami masih bisa menyelamatkan barang yang kami miliki," tutur seorang
> >> >pedagang seperti dikutip stasiun televisi SCTV.
> >> >
> >> >Pemda sendiri menginginkan lahan yang selama bertahun-tahun digunakan
> >> >para pedagang bekas itu dikembalikan ke fungsinya semula, yakni
>sebagai
> >> >kawasan penghijauan (taman kota) dan saluran jalan.
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>------------------------------------------------------------
> >>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
> >>http://www.dcemail.com -  FREE Email for the Community
> >
> >______________________________________________________
> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>
>
>
>------------------------------------------------------------
>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
>http://www.dcemail.com -  FREE Email for the Community

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke