halo faran, maaf, saya nggak berbicara bahasa indonesia. sedikit.
saya nggak mengerti surat kamu.. i dont even know if that is right.
well i traveled in indonesia for 3 weeks, and learned soem of the language,
i thought i was doing good but i cant understand your letters.
i am an american in california, and i just got on that indonesian student
finder cause my friend told me about that, i was gonna try to meet some
indonesian friends here in tha states.
well if you can , respond in english, or mix wiht indo, cause i wanna keep
learning.
take care,
matt.
>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>Date: Tue, 11 Jan 2000 11:19:26 -0800
>
>hehehe..
>saya dituduh oknum..
>anyway.. saya bingung apa tujuan diskusi ini. kepanjangan dibalesnya.
>bisa yang lebih padet berisi dikit nggak balesnya. jadi enak gituh baca dan
>respondnya.
>
>faran
>
> >Date: Tue, 11 Jan 2000 13:15:21 EST
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Ini adalah proses penggampangan masalah. Kalau memang salah ya harus
> >dinyatakan salah. Mau yang salah Mega, atau yang salah adalah tukang
>becak
> >bernama Karto, tetap harus dinyatakan dengan tegas bahwa dia salah. Yang
> >bilang mereka tidak pinter itu siapa? Ini juga sebetulnya penggampangan
> >masalah.
> >
> >Kasus-kasus pedagang kaki lima ini sudah jadi kasus klasik. Jangan salah
> >dengan nama. Omzet yang terjadi bisa membuat anda tercengang. Banyak pula
> >kios/dasaran ini dimiliki oleh pengusaha kelas menengah yang mempunyai
> >beberapa puluh dasaran di beberapa tempat.
> >
> >Penggerebekan demi penggerebekan selama ini sudah terlalu sering bocor
>oleh
> >oknum-oknum yang secara sembunyi-sembunyi sudah dibayar oleh para pencuri
> >lahan umum ini. Dengan cara ini pada hari H mereka sudah bersiap
> >mengungsikan dagangannya. Misal anda dengan mudah mengatakan bahwa perlu
> >pendekatan ini itu, nah, ini menunjukkan anda juga memudahkan persoalan.
> >Ribuan pendekatan sudah dilakukan.
> >
> >Cara yang paling mudah untuk memberantas kejadian sejenis adalah yang
>baru
> >dilakukan saat ini. Orang-orang seperti anda ini adalah oknum- oknum
> >masyarakat yang mau enaknya sendiri tanpa mau melihat konsekuensi logis
>dari
> >pembiaran-pembiaran penyerobotan seperti ini. Pedagang kaki lima tumbuh
>dari
> >kemalasan-kemalasan konsumen, yang mau enaknya sendiri. Tipikal orang
> >Indonesia. Munculnya pedagang kaki lima membuat pasar atau tempat yang
> >disediakan tidak laku karena konsumen malas (seperti anda juga) untuk
> >berjalan kaki lebih jauh sedikit. Alhasil pedagang yg sudah mempunyai
> >los/kios di pasar atau tempat yang disediakan akan kabur dan berbaur
>dengan
> >pedagang kaki lima yang membuat "kaki lima" tidak berfungsi.
>Konsekuensinya
> >apa? Para pejalan kaki yang jalannya diserobot oleh para pedagang kaki
>lima
> >terpaksa tumpah ruah ke jalan. Akibatnya apa? Jalanan macet.
> >
> >Hal ini mirip dengan lingkaran setan. Kalau mau memutus lingkaran setan
> >dengan cara menghukum konsumen tentunya mustahil, atau jauh lebih sulit
> >daripada membuat regulasi bagi pedagang kaki lima itu. Kalau pedagang
>kaki
> >lima diberantas, otomatis mereka mencari jalan lain. Tugas pemerintah
>adalah
> >membuat tempat untuk mereka. Pada gilirannya masyarakat pemalas macam
> >anda-anda ini memperoleh pelajaran agar tidak malas, dan mau berjalan
>kaki
> >menuju pasar-pasar di mana mereka ditempatkan. Dalam skala luas, hal-hal
>ini
> >juga akan memantapkan lahan-lahan peruntukan yg sudah dibuat. Jangan
>sampai
> >masyarakat yang menentukan di mana mereka boleh bikin transaksi. Wah,
>repot.
> >Soalnya ya itu, tidak mau tertib, malas, mau enak sendiri, tidak mau
>diatur,
> >tapi ingin orang lain tertib dan teratur. Lhah, enak kan?
> >
> >Rumus di atas adalah rumus anak kecil, dan yg sedemikian sederhananya ini
> >sudah sangat sulit untuk diterapkan. Sebagaimana anda tulis "SUATU
>PENDEKTAN
> >ATAU APALAH", memang lebih gampang untuk bilang "DO SOMETHING" ke orang
> >lain. Dalam pelaksanaan, merekalah yang harus makan hati berulam jantung.
> >Segala sesuatu pendekatan sudah dibuat, nyatanya tidak mempan. Yang
>paling
> >penting, regulasi dibuat jelas. Jalur hijau untuk jalur hijau, tempat
> >belanja untuk belanja, tempat hiburan untuk hiburan. Nggak campur baur
>kayak
> >yang ada selama ini. Kapan beresnya penataan kota kalau yang ditata
>selalu
> >ngrusak.
> >
> >Soal bayang membayangkan, wah, tidak perlu dibayangkan. Lihat pedagang
> >nangis juga sering. Lihat petugas tibum yang juga sama-sama orang kecil
>dan
> >terpaksa bertindak keras juga sering. Jalan aja ke Blok M sering-sering
>deh.
> >Sudah seringnya petugas tibum menjadi sosok yg tidak disukai pada beraksi
> >saja masih banyak pelanggaran, masih saja tiap minggu bertumbuhan lagi.
> >Masih saja semrawut. Bagaimana kalau anda yang gantian membayangkan jika
> >petugas tibum diliburkan dua bulan deh. Entar kan seluruh Jakarta jadi
> >pasar.
> >
> >Ah ya, jalan terbaik untuk memberantas kaki lima ya dihancurin. Mau
> >dikembalikan? Wah, dipakai lagi satu jam setelah tibumnya angkat kaki.
>Mau
> >disuruh menghancurkan sendiri? Wah, ini adalah hal ideal yg tidak pernah
> >terjadi di dalam kenyataan. Memang semua ada harganya mas. Kalau mau yg
> >indah-indah sih kalau perlu semua pedagang adalah pedagang besar semua
>ya?
> >
> >
> >Jeffrey Anjasmara
> >
> >-------------------------------
> >>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
> >>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >>To: [EMAIL PROTECTED]
> >>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >>Date: Tue, 11 Jan 2000 09:21:48 -0800
> >>
> >>apapun yang terjadi jangan salahkan pedagang kecil.
> >>mereka kalo memang pinter2 nggak bakal jualan disana.
> >>kalo memang tibum punya perasaan sedikit mestinya dilakukan sesuatu
> >>pendeketan atau apalah yang lebih baik.
> >>contohnya, sekarang dagangan mereka kemana. kalo memang mau ancurin tapi
> >>dagangan dibalikin sih nggak papa. ini mana..
> >>iya toh..
> >>
> >>kalo masalah yorris cs sih saya yakin pedagang kecil itu bukan yang
>nyuruh.
> >>justru yorris cs itu yang memanfaatkan pedagang kecil.
> >>
> >>gituh deh..
> >>coba sekali2 anda bayangkan bisa anda yang melihat kios anda sudah tidak
> >>ada lagi terlebih harta benda anda kosong.
> >>wes mas.. belain yang gede emang gampang.. kalo yang kecil itu banyak
>yang
> >>mikir..
> >>
> >>Faran
> >>
> >>
> >> >Date: Mon, 10 Jan 2000 23:51:00 EST
> >> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >> >
> >> >Nah, itulah kalau kita suka lupa bahwa penegakan hukum sangat kita
> >>butuhkan.
> >> >Kita sering lupa bagaimana kita harus menegakkan ketertiban dengan
> >> >melaksanakan tugas-tugas yang sering membuat rakyat kecil menderita.
> >>Tahukah
> >> >anda bahwa pendirian kios-kios non-permanen dimulai dari
>ketidaktegasan
> >> >aparat? Seharusnya jalur hijau tersebut tidak boleh tersentuh oleh
> >>siapapun,
> >> >baik pedagang kaki lima, atau pedagang kaya yg menjadikan jalur hijau
> >> >sebagai pom bensin (jadi ingat ibu kita Mbak Mega nih). Ketidaktegasan
> >> >aparat ini semakin lama seolah menjadi ijin tak tertulis bagi pedagang
> >>kaki
> >> >lima yang menyerobot jantung-jantung kota yang sudah minim.
> >> >
> >> >Point saya, jangan menuduh petugas tibum sebagai aparat yang tak
>bermata
> >> >hati. Mereka inilah sebetulnya korban backing-backing dari para
>pedagang
> >> >kaki lima. Jangan salah dulu.... Backing ini tidak sepenuhnya backing
> >> >beneran. Mereka ini adalah para preman-preman yang mengompas para
> >>pedagang
> >> >kaki lima untuk keamanan. In return, mereka akan menakut-nakuti para
> >>petugas
> >> >tibum yang hanya rakyat kecil para pegawai yg memang ditugaskan untuk
> >> >memelihara ketertiban umum. Apakah anda tidak pernah dengar petugas
>tibum
> >> >yang ditikam pedagang kaki lima yang gelap mata? Apakah belum pernah
>baca
> >> >petugas tibum digertak seperti anak kecil oleh para preman? Kalau
> >> >mereka-mereka ini tidak anda backup kehadirannya, bagaimana anda mau
> >> >bermimpi mempunyai kota yang tertib macam di Singapura?
> >> >
> >> >Makanya kalau kasihan ya memang kasihan, tetapi lihat dulu dong
>root-nya.
> >> >Jangan asal main tuduh binatang buas segala macam. Iya nggak?
> >> >
> >> >Untuk kasus taman puring. Timing yang diambil merupakan langkah
>strategis
> >> >dari para petugas tibum. Mumpung para preman yang suka mengancam
>mereka
> >> >dalam melaksanakan tugas pada mudik, yah inilah langkah satu-satunya
>yang
> >> >membuat mereka tidak terancam jiwanya. Tahukah anda bahwa para petugas
> >>tibum
> >> >sering ditakut-takuti keamanan diri mereka dan keluarganya? Siapa
>mereka?
> >> >Ada oknum polisi dan tentara, ada preman (anak buah Yorrys kali), ada
> >>juga
> >> >yg setingkat jendral lho....:)
> >> >
> >> >
> >> >Jeffrey Anjasmara
> >> >
> >> >--------------------------------------
> >> >>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >>To: [EMAIL PROTECTED]
> >> >>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >> >>Date: Mon, 10 Jan 2000 12:40:54 -0800
> >> >>
> >> >>hmm..
> >> >>kayaknya di negara indonesia dengan pemerintahan sistem binatang buas
> >> >>afrika.
> >> >>
> >> >>faran
> >> >>
> >> >> >Date: Mon, 10 Jan 2000 13:53:55 +0700
> >> >> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >> >From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >> >Subject: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
> >> >> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >> >> >
> >> >> >Ini terjadinya di Indonesia, atau di Afrika ?
> >> >> >
> >> >> >..
> >> >> >
> >> >> >Saat Pedagang Lelap
> >> >> >Taman Puring Diobrak-abrik
> >> >> >
> >> >> >detikcom - Jakarta, Malang nian nasib para pedagang barang-barang
> >>bekas
> >> >> >di Taman Puring, Jakarta Selatan. Saat Lebaran hari pertama belum
>lagi
> >> >> >usai, kios-kios dagangan yang mereka tinggalkan luluh lantak
>dibongkar
> >> >> >petugas Dinas Ketertiban Pemda Jakarta Selatan.
> >> >> >
> >> >> >Akibatnya, selain kios yang sudah tak berbentuk lagi, barang-barang
> >> >> >dagangan yang selama ini jadi gantungan hidup mereka hilang tak
> >> >> >tentu rimbanya.
> >> >> >
> >> >> >Malangnya lagi, pembongkaran dilakukan secara diam-diam. Artinya,
> >> >> >pedagang-pedagang yang selama ini menggelar dagangan di sana tak
> >>pernah
> >> >> >diberitahukan sebelumnya tentang 'aksi' petugas Pemda Jaksel
>tersebut.
> >> >> >Sehingga kagetlah mereka begitu mengetahui kios-koisnya sudah rata
> >> >> >dengan tanah.
> >> >> >
> >> >> >Pembongkaran itu sendiri dilakukan Sabtu (8/1/2000) malam, sehingga
> >> >> >praktis para pedagang baru mengetahuinya Minggu (9/1/2000) pagi.
> >> >> >"Kita sama sekali tak diberitahukan bahwa kawasan ini akan digusur.
> >> >> >Barang-barang kami semua hilang. Padahal kalau diberitahu
>sebelumnya
> >> >> >kami masih bisa menyelamatkan barang yang kami miliki," tutur
>seorang
> >> >> >pedagang seperti dikutip stasiun televisi SCTV.
> >> >> >
> >> >> >Pemda sendiri menginginkan lahan yang selama bertahun-tahun
>digunakan
> >> >> >para pedagang bekas itu dikembalikan ke fungsinya semula, yakni
> >>sebagai
> >> >> >kawasan penghijauan (taman kota) dan saluran jalan.
> >> >>
> >> >>
> >> >>
> >> >>
> >> >>------------------------------------------------------------
> >> >>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
> >> >>http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community
> >> >
> >> >______________________________________________________
> >> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>------------------------------------------------------------
> >>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
> >>http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community
> >
> >______________________________________________________
> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>
>
>
>------------------------------------------------------------
>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
>http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com