hehehe..
saya dituduh oknum..
anyway.. saya bingung apa tujuan diskusi ini. kepanjangan dibalesnya.
bisa yang lebih padet berisi dikit nggak balesnya. jadi enak gituh baca dan respondnya.
faran
>Date: Tue, 11 Jan 2000 13:15:21 EST
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Ini adalah proses penggampangan masalah. Kalau memang salah ya harus
>dinyatakan salah. Mau yang salah Mega, atau yang salah adalah tukang becak
>bernama Karto, tetap harus dinyatakan dengan tegas bahwa dia salah. Yang
>bilang mereka tidak pinter itu siapa? Ini juga sebetulnya penggampangan
>masalah.
>
>Kasus-kasus pedagang kaki lima ini sudah jadi kasus klasik. Jangan salah
>dengan nama. Omzet yang terjadi bisa membuat anda tercengang. Banyak pula
>kios/dasaran ini dimiliki oleh pengusaha kelas menengah yang mempunyai
>beberapa puluh dasaran di beberapa tempat.
>
>Penggerebekan demi penggerebekan selama ini sudah terlalu sering bocor oleh
>oknum-oknum yang secara sembunyi-sembunyi sudah dibayar oleh para pencuri
>lahan umum ini. Dengan cara ini pada hari H mereka sudah bersiap
>mengungsikan dagangannya. Misal anda dengan mudah mengatakan bahwa perlu
>pendekatan ini itu, nah, ini menunjukkan anda juga memudahkan persoalan.
>Ribuan pendekatan sudah dilakukan.
>
>Cara yang paling mudah untuk memberantas kejadian sejenis adalah yang baru
>dilakukan saat ini. Orang-orang seperti anda ini adalah oknum- oknum
>masyarakat yang mau enaknya sendiri tanpa mau melihat konsekuensi logis dari
>pembiaran-pembiaran penyerobotan seperti ini. Pedagang kaki lima tumbuh dari
>kemalasan-kemalasan konsumen, yang mau enaknya sendiri. Tipikal orang
>Indonesia. Munculnya pedagang kaki lima membuat pasar atau tempat yang
>disediakan tidak laku karena konsumen malas (seperti anda juga) untuk
>berjalan kaki lebih jauh sedikit. Alhasil pedagang yg sudah mempunyai
>los/kios di pasar atau tempat yang disediakan akan kabur dan berbaur dengan
>pedagang kaki lima yang membuat "kaki lima" tidak berfungsi. Konsekuensinya
>apa? Para pejalan kaki yang jalannya diserobot oleh para pedagang kaki lima
>terpaksa tumpah ruah ke jalan. Akibatnya apa? Jalanan macet.
>
>Hal ini mirip dengan lingkaran setan. Kalau mau memutus lingkaran setan
>dengan cara menghukum konsumen tentunya mustahil, atau jauh lebih sulit
>daripada membuat regulasi bagi pedagang kaki lima itu. Kalau pedagang kaki
>lima diberantas, otomatis mereka mencari jalan lain. Tugas pemerintah adalah
>membuat tempat untuk mereka. Pada gilirannya masyarakat pemalas macam
>anda-anda ini memperoleh pelajaran agar tidak malas, dan mau berjalan kaki
>menuju pasar-pasar di mana mereka ditempatkan. Dalam skala luas, hal-hal ini
>juga akan memantapkan lahan-lahan peruntukan yg sudah dibuat. Jangan sampai
>masyarakat yang menentukan di mana mereka boleh bikin transaksi. Wah, repot.
>Soalnya ya itu, tidak mau tertib, malas, mau enak sendiri, tidak mau diatur,
>tapi ingin orang lain tertib dan teratur. Lhah, enak kan?
>
>Rumus di atas adalah rumus anak kecil, dan yg sedemikian sederhananya ini
>sudah sangat sulit untuk diterapkan. Sebagaimana anda tulis "SUATU PENDEKTAN
>ATAU APALAH", memang lebih gampang untuk bilang "DO SOMETHING" ke orang
>lain. Dalam pelaksanaan, merekalah yang harus makan hati berulam jantung.
>Segala sesuatu pendekatan sudah dibuat, nyatanya tidak mempan. Yang paling
>penting, regulasi dibuat jelas. Jalur hijau untuk jalur hijau, tempat
>belanja untuk belanja, tempat hiburan untuk hiburan. Nggak campur baur kayak
>yang ada selama ini. Kapan beresnya penataan kota kalau yang ditata selalu
>ngrusak.
>
>Soal bayang membayangkan, wah, tidak perlu dibayangkan. Lihat pedagang
>nangis juga sering. Lihat petugas tibum yang juga sama-sama orang kecil dan
>terpaksa bertindak keras juga sering. Jalan aja ke Blok M sering-sering deh.
>Sudah seringnya petugas tibum menjadi sosok yg tidak disukai pada beraksi
>saja masih banyak pelanggaran, masih saja tiap minggu bertumbuhan lagi.
>Masih saja semrawut. Bagaimana kalau anda yang gantian membayangkan jika
>petugas tibum diliburkan dua bulan deh. Entar kan seluruh Jakarta jadi
>pasar.
>
>Ah ya, jalan terbaik untuk memberantas kaki lima ya dihancurin. Mau
>dikembalikan? Wah, dipakai lagi satu jam setelah tibumnya angkat kaki. Mau
>disuruh menghancurkan sendiri? Wah, ini adalah hal ideal yg tidak pernah
>terjadi di dalam kenyataan. Memang semua ada harganya mas. Kalau mau yg
>indah-indah sih kalau perlu semua pedagang adalah pedagang besar semua ya?
>
>
>Jeffrey Anjasmara
>
>-------------------------------
>>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>>Date: Tue, 11 Jan 2000 09:21:48 -0800
>>
>>apapun yang terjadi jangan salahkan pedagang kecil.
>>mereka kalo memang pinter2 nggak bakal jualan disana.
>>kalo memang tibum punya perasaan sedikit mestinya dilakukan sesuatu
>>pendeketan atau apalah yang lebih baik.
>>contohnya, sekarang dagangan mereka kemana. kalo memang mau ancurin tapi
>>dagangan dibalikin sih nggak papa. ini mana..
>>iya toh..
>>
>>kalo masalah yorris cs sih saya yakin pedagang kecil itu bukan yang nyuruh.
>>justru yorris cs itu yang memanfaatkan pedagang kecil.
>>
>>gituh deh..
>>coba sekali2 anda bayangkan bisa anda yang melihat kios anda sudah tidak
>>ada lagi terlebih harta benda anda kosong.
>>wes mas.. belain yang gede emang gampang.. kalo yang kecil itu banyak yang
>>mikir..
>>
>>Faran
>>
>>
>> >Date: Mon, 10 Jan 2000 23:51:00 EST
>> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>> >From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
>> >Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>> >To: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> >Nah, itulah kalau kita suka lupa bahwa penegakan hukum sangat kita
>>butuhkan.
>> >Kita sering lupa bagaimana kita harus menegakkan ketertiban dengan
>> >melaksanakan tugas-tugas yang sering membuat rakyat kecil menderita.
>>Tahukah
>> >anda bahwa pendirian kios-kios non-permanen dimulai dari ketidaktegasan
>> >aparat? Seharusnya jalur hijau tersebut tidak boleh tersentuh oleh
>>siapapun,
>> >baik pedagang kaki lima, atau pedagang kaya yg menjadikan jalur hijau
>> >sebagai pom bensin (jadi ingat ibu kita Mbak Mega nih). Ketidaktegasan
>> >aparat ini semakin lama seolah menjadi ijin tak tertulis bagi pedagang
>>kaki
>> >lima yang menyerobot jantung-jantung kota yang sudah minim.
>> >
>> >Point saya, jangan menuduh petugas tibum sebagai aparat yang tak bermata
>> >hati. Mereka inilah sebetulnya korban backing-backing dari para pedagang
>> >kaki lima. Jangan salah dulu.... Backing ini tidak sepenuhnya backing
>> >beneran. Mereka ini adalah para preman-preman yang mengompas para
>>pedagang
>> >kaki lima untuk keamanan. In return, mereka akan menakut-nakuti para
>>petugas
>> >tibum yang hanya rakyat kecil para pegawai yg memang ditugaskan untuk
>> >memelihara ketertiban umum. Apakah anda tidak pernah dengar petugas tibum
>> >yang ditikam pedagang kaki lima yang gelap mata? Apakah belum pernah baca
>> >petugas tibum digertak seperti anak kecil oleh para preman? Kalau
>> >mereka-mereka ini tidak anda backup kehadirannya, bagaimana anda mau
>> >bermimpi mempunyai kota yang tertib macam di Singapura?
>> >
>> >Makanya kalau kasihan ya memang kasihan, tetapi lihat dulu dong root-nya.
>> >Jangan asal main tuduh binatang buas segala macam. Iya nggak?
>> >
>> >Untuk kasus taman puring. Timing yang diambil merupakan langkah strategis
>> >dari para petugas tibum. Mumpung para preman yang suka mengancam mereka
>> >dalam melaksanakan tugas pada mudik, yah inilah langkah satu-satunya yang
>> >membuat mereka tidak terancam jiwanya. Tahukah anda bahwa para petugas
>>tibum
>> >sering ditakut-takuti keamanan diri mereka dan keluarganya? Siapa mereka?
>> >Ada oknum polisi dan tentara, ada preman (anak buah Yorrys kali), ada
>>juga
>> >yg setingkat jendral lho....:)
>> >
>> >
>> >Jeffrey Anjasmara
>> >
>> >--------------------------------------
>> >>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>> >>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>> >>To: [EMAIL PROTECTED]
>> >>Subject: Re: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>> >>Date: Mon, 10 Jan 2000 12:40:54 -0800
>> >>
>> >>hmm..
>> >>kayaknya di negara indonesia dengan pemerintahan sistem binatang buas
>> >>afrika.
>> >>
>> >>faran
>> >>
>> >> >Date: Mon, 10 Jan 2000 13:53:55 +0700
>> >> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> >From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> >Subject: Saat Pedagang Lelap, Taman Puring Diobrak-abrik
>> >> >To: [EMAIL PROTECTED]
>> >> >
>> >> >Ini terjadinya di Indonesia, atau di Afrika ?
>> >> >
>> >> >..
>> >> >
>> >> >Saat Pedagang Lelap
>> >> >Taman Puring Diobrak-abrik
>> >> >
>> >> >detikcom - Jakarta, Malang nian nasib para pedagang barang-barang
>>bekas
>> >> >di Taman Puring, Jakarta Selatan. Saat Lebaran hari pertama belum lagi
>> >> >usai, kios-kios dagangan yang mereka tinggalkan luluh lantak dibongkar
>> >> >petugas Dinas Ketertiban Pemda Jakarta Selatan.
>> >> >
>> >> >Akibatnya, selain kios yang sudah tak berbentuk lagi, barang-barang
>> >> >dagangan yang selama ini jadi gantungan hidup mereka hilang tak
>> >> >tentu rimbanya.
>> >> >
>> >> >Malangnya lagi, pembongkaran dilakukan secara diam-diam. Artinya,
>> >> >pedagang-pedagang yang selama ini menggelar dagangan di sana tak
>>pernah
>> >> >diberitahukan sebelumnya tentang 'aksi' petugas Pemda Jaksel tersebut.
>> >> >Sehingga kagetlah mereka begitu mengetahui kios-koisnya sudah rata
>> >> >dengan tanah.
>> >> >
>> >> >Pembongkaran itu sendiri dilakukan Sabtu (8/1/2000) malam, sehingga
>> >> >praktis para pedagang baru mengetahuinya Minggu (9/1/2000) pagi.
>> >> >"Kita sama sekali tak diberitahukan bahwa kawasan ini akan digusur.
>> >> >Barang-barang kami semua hilang. Padahal kalau diberitahu sebelumnya
>> >> >kami masih bisa menyelamatkan barang yang kami miliki," tutur seorang
>> >> >pedagang seperti dikutip stasiun televisi SCTV.
>> >> >
>> >> >Pemda sendiri menginginkan lahan yang selama bertahun-tahun digunakan
>> >> >para pedagang bekas itu dikembalikan ke fungsinya semula, yakni
>>sebagai
>> >> >kawasan penghijauan (taman kota) dan saluran jalan.
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>------------------------------------------------------------
>> >>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
>> >>http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community
>> >
>> >______________________________________________________
>> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>>
>>
>>
>>------------------------------------------------------------
>>Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
>>http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
------------------------------------------------------------
Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community