Kita sering mendengar kalimat
     "KARYA ILMIAH HARUS BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN"
     "TEMUAN BARU HARUS DIBUKTIKAN DULU MELALUI EKSPERIMEN"
     "KARYA ILMIAH HARUS MEMENUHI KAIDAH  YANG SUDAH DISEPAKATI"

     Terus-terang, kalimat ini bila di hati-hati dalam mengsosialisasikannya
justru menghambat kreativitas. Soalnya begini :
     Apakah karena "tidak bisa dipertanggungjawabkan", "tidak dibuktikan
dulu melalui eksperimen", atau " tidak memenuhi kaidah yang sudah
disepakati", sebuah karya ilmiah perlu dipetieskan saja?

     Tikus sudah banyak memperlihatkan temuan baru bagi para peneliti.
Apakah pernah ada peneliti mengatakan, "Hai tikus, seharusnya bisa
mempertanggungjawabkan, harus  melalui eksperimen dulu, atau harus memenuhi
kaidah yang sudah disepakati"

     Paling-paling si tikus berkata, "Itu urusan Loe. Emang gua pikiran!"
     Ha ha ha ha ha

     Artinya begini : apakah karena si pembuat karya ilmiah tidak bisa
mempertanggungjawabkannya atau tidak membuktikannya terlebih dulu melalui
eksperimen atau tidak memenuhi kaidah ilmiah, maka karyanya dianggap nggak
ada apa-apanya?

     Karena itu, hati-hatilah dalam mengasosialisasikannya.


Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke