In a message dated 10/8/00 1:50:24 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Karena itu kita cari pakar yang bisa menindaklanjutinya.


Rekan Nasrullah, anda masih tidak menangkap maksud saya.
Di dunia ini, banyak sekali ide2. Kita akan membuang banyak
sekali waktu kalau setiap ide harus kita tindaklanjuti. Kita
harus bisa memilah2 mana ide yg masih bisa ditindaklanjuti,
mana ide2 yg ngga perlu ditindaklanjuti.

Seperti contoh saya terdahulu, dimana saya katakan saya
menemukan bahan untuk pesawat ke matahari.
Saya hanya menyebutkan bahan2nya tanpa menyertai rumus2
maupun penjelasan secara ilmiah alasan saya memperkirakan
atau pun memastikan bahan tersebut tahan panas walau di
matahari sekalipun.

Ide saya untuk membuat bahan pesawat untuk ke matahari,
adalah ide yg menarik bagi ilmu pengetahuan. Masalahnya adalah
apakah ide tersebut disertai oleh perhitungan2 ilmiah atau pun
telah dilengkapi dengan uji coba laboratorium. Tanpa itu, ide
hanyalah sebuah ide saja alias mimpi2 dan omong kosong belaka.

Sewaktu Einstein mengatakan E=MC2, rumusan ini tidak datang
begitu saja tapi disertai dengan perhitungan2 dan logika2 yg mendukung
persamaan itu. Barulah orang kemudian menindaklanjuti penemuan
tersebut.

Kalau saya mengatakan W=kE/ma saja tanpa ada penjelasan
tambahan atau pun pembuktian rumus baik secara perhitungan2
teori atau pun dengan asumsi2 yg memiliki logika sendiri, maka
W=kE/ma tidak akan terlalu digubris orang karena dianggap saya
hanya sembarangan saja tulis2 huruf.
Kalau pun ada yg ngegubris rumusan saya itu, ya saya anggap
kebangeten, wong saya sendiri aja ngga tahu koq apa yg
saya tulis....:)

Udah ah, masa ngomongin yg beginian aja panjang banget.
Kalau rekan Nasrullah masih juga salah tangkap, ya anggap
saja kita beda pendapat soal yg satu ini.
Toh, berbeda pendapat itu bukanlah hal yg tabu....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke