In a message dated 10/1/00 5:09:48 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> > "KARYA ILMIAH HARUS BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN"
> > "TEMUAN BARU HARUS DIBUKTIKAN DULU MELALUI EKSPERIMEN"
> > "KARYA ILMIAH HARUS MEMENUHI KAIDAH YANG SUDAH DISEPAKATI"
> ==============
> Maksud saya mempersoalkan ini adalah agar karena si pembuat karya
> ilmiah/penemu tidak berani mempertanggungjawabkan, melakukan eksperimen
> dulu, dan tidak memenuhi kaidah, langsung dianggap nggak ada.
> Yang pertama bisa saja karena faktor mental. Yang kedua bisa saja karena
> kurangnya sarana. Yang ketiga bisa saja karena faktor verbal.
>
Irwan:
......yg pada akhirnya toh semua akan kembali ke paling tidak
salah satu dari tiga kalimat pernyataan di atas.
Beras tidak akan pernah berubah menjadi nasi bila tidak dimasak/diolah.
Suatu ide/pemikiran tidak pernah akan menjadi suatu karya (ilmiah) bila
tidak pernah ditindaklanjuti.
Mudah2an sekarang rekan Nasrullah sudah bisa menyadari hal ini.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu