Rekan Iwan,
Saya masih saja terheran-heran dengan sikap anda dalam
berdiskusi. Dalam diskusi kali ini, sikap anda
untuk 'mengalahkan' argumen teman diskusi kelihatan sangat
menonjol. Inikan sikap kekanak-kanakan. Lagian, yang anda
coba komentari dalam diskusi ini bukan substansinya. Itupun
kembali anda salah mengartikan tulisan saya. Sudah gitu,
berlagak seperti orang yang paling pinter menggunakan
bahasa Indonesia, pakai nyuruh-nyuruh orang memperbaiki
tulisannya. Laiya, anda itu siapa dul.....? Seorang alumni
ekonomi UI yang lagi ngambil S-2 di Cleveland kok kemampuan
analisisnya seperti ini ...., Sombong lagi....
Coba cermati kembali yang anda tulis ini:
> Rekan Budi, biasakan gunakan kata yg tepat.
> Bila yg anda maksud adalah SEBAGIAN BESAR,
> tulislah dengan menggunakan kata tersebut,
> jangan ditulis dengan menggunakan kata SELALU.
>
> Kata SELALU akan berarti SELALU, dan bukan
> berarti SEBAGIAN BESAR.
Sekali lagi, yang saya tulis adalah SELALU MENGANDALKAN,
bukan hanya kata SELALU. Kalau ingin membahas ini, cobalah
artikan dua kata berurutan tsb, jangan dipisah-pisah. Lalu
laporkan ke Depdiknas sana (karena kelihatannya di milis
ini nggak ada yang tertarik dengan diskusi tentang SELALU
ini).
Kalau anda tidak setuju dengan yang saya tulis berkaitan
dengan subyek tulisan ini, bilang saja tidak setuju, titik.
Itu malah lebih manis. Lagian, apa bener sih anda
mendapatkan berita dari tanah air lebih banyak proporsinya
dari sumber lain dibandingkan dengan dari media
cetak/online? Jujur sajalah........
Satu lagi yang ingin saya komentari:
Saya tidak mau
> berpanjang pada hal ini karena apa yg saya sampaikan
sifatnya
> adalah untuk perbaikan. Bila memang anda anti perbaikan,
> maka silahkan saja tetap pada kebiasaan menggunakan kata
> yg tidak tepat.
Ini khan menunjukkan kalau anda itu orangnya keminter dan
tukang maksa. Anda menganggap tulisan anda benar dan yang
tidak sesuai dengan anda adalah salah dan harus diperbaiki,
wow......!!! (IAN: akan gue bahas nih kata KEMINTER, ini
khan bukan bhs Indonesia yang baik. Mana pula ada TUKANG
maksa, yang ada khan TUKANG patri, TUKANG cukur, TUKANG
insinyur....???? Eh ada lagi, TUKANG roti, TUKANG pak Ogah,
TUKANG luar negeri yang minta dihapuskan karena susah
bayarnya, TUKANG ukuran 34-B, dan TUKANG-TUKANG lainnya).
Salam,
Budi
----------------------------------------------------
This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/