Rekan Iwan,
Sekarang saya sudah mengerti jelas dan tahu persis sikap
dan perangai anda dalam berdiskusi. Untuk itu, khusus
terhadap tulisan anda, saya akan tetap menggunakan kata-
kata 'semanis' yang anda gunakan.
> Yang jelas, soal mengoreksi penggunaan kata yg kurang
tepat
> di milis ini bukan kali ini saja saya lakukan. Walau sudah
> beberapa kali, tapi tetap saja ada yg kurang
memperhatikan.
> Kali ini, kebetulan anda saja yg kena.
Adalah hak anda untuk menjadi pahlawan atau polisi di milis
ini meskipun nggak ada seorangpun yang mengangkat atau
setuju. Pingin ngetop ya...??? Sudah itu maksa lagi....
Kalau anda menyadari bahwa anda sendiri tidak sempurna,
lalu kenapa anda memaksakan agar saran anda untuk dituruti?
Apakah ini pahlawan/polisi milis yang bijaksana atau malah
egois....??
> Ngomong2 soal simpatik2an yg saya kurang mengerti benda
> apaan itu, saya jadi ingin tahu tulisan simpatik itu yg
> seperti apa sih kriterianya?
Saya nggak perlu nanggepin yang ini. Boleh saja khan saya
nggak ngreken pertanyaan anda.
> Rekan Budi, saya ngga tahu dendam apa yg anda miliki
kepada
> saya sampai perlu menulis seperti di atas. Padahal saya
> sudah cukup lama tidak menulis di milis ini.
Saya alergi terhadap beberapa tulisan anda (kronis) seperti
juga anda alergi terhadap tulisan saya.
> Kritik yg saya lakukan ke anda adalah suatu yg benar.
Inilah yang membuat saya alergi. Omongan seprti ini adalah
sangat langka di perguruan tinggi.
> Semoga hal ini bisa jadi masukan bagi rekan2 lainnya.
Gaya sok ngajarin ini juga nggak enak dibaca dan (maaf)...
naif.
Salam,
Budi
----------------------------------------------------
This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/