Rekan Irwan dan teman-teman lain,
Ada baiknya kalau kita kembalikan diskusi ini sesuai dengan
topik diskusinya, yaitu akurasi berita. Beberapa diskusi
terakhir memang sengaja mengikuti 'penyimpangan topik' yang
dilakukan rekan Irwan, yaitu lebih mengarah kepada diskusi
kata SELALU.
Seperti saya tuliskan dalam tanggapan saya terhadap tulisan
rekan Ranti yang lalu, saya, seperti juga teman-teman lain
yang sedang berada di luar negeri, juga selalu mengandalkan
berita-berita dari media cetak dan media online selama tiga
tahun terakhir. Dan karena saya setelah sebulan ini saya
berada di tanah air serta mengikuti berita-berita yang
tidak saja dari media cetak/online, namun juga dari sumber-
sumber lain yang seringkali lebih banyak dan riil, saya
melihat bahwa media cetak/online punya potensi untuk kurang
akurat kalau dibaca hanya pada satu saat. Untuk itu saya
menyarankan teman-teman untuk lebih berhati-hati dan
bersabar dalam mengkomentari berita-berita dari media
cetak/online, karena seringkali memang kurang akurat kalau
dilihat sesaat (cross-sectional). Dengan kata lain, ikuti
berita-berita tsb secara longitudinal (terus-menerus dalam
kurun waktu tertentu yang agak lamaan) dahulu kalau ingin
mengkomentarinya.
Rupanya rekan Irwan 'hanya' tertarik kepada kata SELALU
dalam rangkaian kata 'selalu mengandalkan .....' dalam
tulisan saya tsb.
Sebenarnya kalau rekan Irwan secara personal (ataupun dalam
hati) mau mengakui bahwa selama ini di LN dia juga selalu
mengandalkan berita dari media cetak/online, beres...., dan
diskusinya bisa lebih ke arah topik diskusinya, yaitu
AKURASI BERITA. Demikian juga sebaliknya, kalau rekan Irwan
nggak setuju (karena punya jalur informasi lain), ya .....
beres juga...., karena diskusi bisa pada topik diskusinya
tadi, yaitu AKURASI BERITA.
Sayang, rekan Irwan justru lebih tertarik dengan sepotong
kata SELALU itu saja. Sedihnya lagi, beliau ini mengatakan
atas nama teman-teman lain, dimana beliau mengatakan bahwa
besar kemungkinan rekan-rekan lain juga mendapatkan berita
dari sumber-sumber lain selain media cetak/online.
Kemungkinan ini memang ada. Namun, kenapa rekan Irwan tidak
menanggapinya atas dasar pengalaman pribadinya sendiri
saja, karena mengatasnamakan teman-teman lain yang
kemungkinan besar hanya berdasarkan kepada dugaan semata
adalah lemah reliability-nya.
Untuk itu, kalau rekan Irwan dan rekan-rekan lain masih
berminat mendiskusikan AKURASI BERITA ini, silahkan.
Salam,
Budi
----------------------------------------------------
This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/