Dear rekan2 semuanya,
Karena tulisan Rahmat di bawah ini sebagian besar
ditujukan pada saya, tentu Anda yg membacanya akan
bertanya-tanya: gimana sikap dan respons saya? Mungkin
Anda mengira saya akan 'marah' atau memberi 'respons
balik' dg nada yg sama. Kalau itu perkiraan Anda, maka
Anda salah. :)
Respons saya positif. To be honest, saya bahagia. And
from the deepest part of my heart, saya ucapkan terima
kasih yg sebesar2nya pada Rahmat. Apa yg
melarbelakangi rasa senang saya atas posting rahmat
ini?
Pertama, Rahmat telah mengajari kita
--mahasiswa/alumni/masyarakat India -- bagaimana cara
kita bersikap dan mengungkapkan
kesetujuan/ketidaksepakatan atas suatu
fenomena/peristiwa/hal yg terjadi. Dan dia
mengungkapkannya secara terbuka di sini, di milis. Ini
merupakan transformasi dari sikap kita, atau orang
Indonesia umumnya, yg selama ini cuma mengungkapkan
uneg2nya melalui gosip, isu2, sementara ketika bertemu
bersikap pura2 manis.
Apa yg dilakukan Rahmat adalah sikap yg jantan dan
ksatria. Dan sudah sewajarnya kalau kita mengapresiasi
sikap ksatria seperti yg ditunjukkan Rahmat.
Kedua, sejak awal berdirinya milis ini, salah satu
tujuan utamanya adalah dalam rangka menciptakan
suasana kondusif untuk memecahkan permasalahan yg
terjadi dg secara terbuka antar-kita. Untuk membuang
sedikit demi sedikit budaya gosip yg mengakar dalam
kultur kita. Akan tetapi, terus terang, selama ini
saya agak kecewa, karena saya melihat masih banyak
gosip yg beredar tapi tidak muncul di milis atau tidak
sampai pada yg digosipi. Ini artinya, yg bersangkutan
tidak berani mengungkapkannya secara terus terang,
sehingga tidak ada peluang bagi yg terkena gosip untuk
membantah atau mengklarifikasinya. Sikap Rahmat kali
ini telah memberi contoh atau preseden yg baik bagi
rekan2 semua: bersikaplah berani untuk mengkritisi
atau mengungkapkan uneg-uneg apapun di sini.
Akan halnya isi butir2 kritikan Rahmat pada saya
pribadi, saya tidak tertarik untuk menanggapinya. Saya
itu bukan apa2. Im nothing but a piece of meat and a
skeleton, no more no less. Segala kritikan yg
ditujukan ke pribadi saya, akan saya terima dg senang
hati. Bahkan itu saya anggap sebagai apresiasi.
Selain itu, saya cuma biasa menanggapi atau
mengkritisi sesuatu apabila itu menyangkut kepentingan
makro, kepentingan umum. Bukan kepentingan saya
pribadi. Dan itu bisa dilihat contohnya dalam sejumlah
kritikan saya pada KBRI dan PPI sebagai institusi,
bukan pada personalnya. Pak Suhadi, Pak Dalton, dll
mungkin pernah merasa marah karena saya kritik.
Walaupun saya juga tidak segan untuk memuji, apabila
memang ada yg pantas untuk dipuji. Nothing personal at
all. Dan tampaknya beliau berdua juga mengerti maksud
saya.
Sekedar flash-back without any intention to
romanticing it, mungkin Bapak2 di KBRI masih ingat,
bagaimana saya secara tajam mengkritik rencana
kebijakan yg akan mengenakan biaya USD 10 atas setiap
surat yg dikeluarkan untuk mahasiswa. Saya sebarkan
kritikan tsb ke seluruh milis nasional dan media.
Untung rencana itu digagalkan. Dan masih banyak contoh
lain, yg bisa dilihat di arsip milis ini dan milis
umum.
Sekali lagi, nothing personal. Saran saya buat
semuanya: simplify life and follow the sun. Buat
Rahmat, saya minta maaf kalau ada kata2 yg menyinggung
hati dan sense of pride Anda begitu juga pada para
mantan ketua PPI yg lain. Let's move on, and give the
urge of unity the wider chance... :)
salam hangat dan persatuan,
--- rahamt rangkuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Aku yakin bung Mario bukan orang baru dikancah
> pendidikan India, dari tulisan2 bung, aku rasa bung
> sudah cukup lama bermukim di india dan aku yakin
> bung
> juga cukup piawi dalam merespon permasalahan
> mahasiswa. Yang membuat aku terkejut adalah tulisan
> bung yang mengatakan bhw proses pemilihan temus kali
> ini adalah "yang paling transparan" yang pernah bung
> lihat selama bung di India, pertanyaanku adalah
> tahun
> berapa bung mulai menginjakkan kaki di India? dan
> sudah berapa pengurusan DP PPI yang bung bisa beri
> penilaian? Kulihat, inilah yang menjadi penyakit
> mahasiswa muda sekarang, ketika merasa dialah yg
> dekat
> dengan birokrat, ketika dia merasa dialah yg saat
> ini
> dituakan, lantas dia merasa dialah 'the real man'.
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional:
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/