Assalamualaikum...

1. Saya ingin menjelaskan tujuan awal saya menanggapi
pengumuman DP PPI ttg nama2 temus. Bukan niat saya
untuk mengkritisi kebijakan DP PPI India krn saya
hanya dimasukkan kedalam daftar bangku cadangan, namun
saya menyangsikan kebijakan2 yg diambil tanpa proses
demokrasi yg elegan akan menjadi contoh tak baik bg
generasi selanjutnya.

2. Terimakasih kpd rekan2 yg mengirimkan saya 'kata2
penghibur' dan 'nasihat utk bersabar'. Saya merasa
kejadian ini bukan musibah bg saya, meskipun hikmahnya
pasti ada,melainkan cambuk yg menyadarkan saya untuk
mencoba menjaga tujuan mulia didirikannya PPI India.

3. Sangat ironis rasanya membaca tulisan bung Rizqon, 
mengaku sudah cukup lama nongkrong di India, yg secara
tdk langsung melegalisir hasil keputusan DP PPI.
Permasalahan ekonomi tak layak rasanya dikait2kan dgn
kebijaksanaan tersebut. Bila ada org yg mau
melanjutkan studinya keluar negri bukankah seyogyanya
dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya?? Bila org
tua tak sanggup membiayi kuliah diluar negri, kenapa
nekat kuliah diluarnegri?? Bukankah nantinya hanya
akan melahirkan ilmuwan2 yg akan melacurkan
kemampuannya demi tetap mempertahankan gengsi 'kuliah
diluarnegri'?? Ini mungkin yg membuat rekan2 tak dapat
berbuat banyak krn merasa adanya ketergantungan pd
pihak tertentu. Ingat teman kita Khairul yg memutuskan
utk pulang meski hanya dgn ijazah BA krn org tua tak
sanggup lagi.

4.Perkara beasiswa dan tak beasiswa tak bisa dijadikan
alasan utk menolak seseorang menjadi Temus, krn setahu
saya persyaratan seperti itu tak ada dlm ketentuan yg
dikeluarkan BUH Saudi Arabia. Malah sbnarnya yg
menjadi syarat utama utk menjadi temus adalah 'dia hrs
seorang mahasiswa'. Lantas apakah nama2 yg diusulkan
oleh DP PPI India utk menjadi temus adalah mahasiswa
aktif yg notabene memiliki bonafide student yg masih
valid?? apakah bila saat ini seseorang sdg menunggu
panggilan atau adanya urusan yg lain yg membuatnya
masih tinggal di India dapat dikatakan 'mahasiswa'??

5. Tidak diikutsertakannya pengurus komisariat dlm
rapat panitia, menambah kegalauan hati saya ttg
kinerja kerja DP PPI India. Wajarlah kalau kemudian
mereka mengeluh "kalo begini, ngapain ada
komisariat??". Ditambah lagi dgn dimasukkannya
mahasiswa yg tak berkaitan dgn urusan keagamaan
seperti ini kedalam kepanitian, membuat saya semakin
bertanya2, "komisariat dinafikan kok dia bisa??",
apakah rute perjalanan para temus nanti akan singgah
dulu di jerussalem???

6. Saya tak melihat singkronisasi antara 'bijaksana'
dan 'ketangkap basah'. Tindakan bung mario memang
layak diacungkan jempol, namun pada dasarnya, saya
melihat itu adalah ungkapan rasa malu. Mungkin latar
belakang budaya kita yg berbeda membuat kita ahli dlm
bertingkah laku. Bung Mario yg saya yakin bersuku
jawa, akan selalu tersenyum meskipun kerisnya sdh
disiapkan dibelakang.Beda dgn saya yg bersuku batak,
yg menyarungkan parangnya tepat didepan. Saya hrp
tindakan bung Mario, memang merupakan tindakan
bijaksana, seperti yg diharapkan rekan anda, bukan
tindakan kamuflase belaka.

7. Yang terakhir,bg rekan2 yg ingin mengekspresikan
pikirannya dgn media bhs inggris, saya berpesan,
perbaikilah kemampuan bahasa anda. Jgn langsung bangga
krn tiap hari baca koran atau nonton tv dgn media bhs
inggris, sehingga tak mau lebih memperbaiki diri. Malu
rasanya, bila anda nanti mengaku alumni india namun
kemampuan anda tak jauh beda dgn mereka yg hanya ikut
kursus di medan.


Terimakasih
Wassalamualaikum




 --- Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> Dear rekan2 semuanya,
> 
> Karena tulisan Rahmat di bawah ini sebagian besar
> ditujukan pada saya, tentu Anda yg membacanya akan
> bertanya-tanya: gimana sikap dan respons saya?
> Mungkin
> Anda mengira saya akan 'marah' atau memberi 'respons
> balik' dg nada yg sama. Kalau itu perkiraan Anda,
> maka
> Anda salah. :)
> 
> Respons saya positif. To be honest, saya bahagia.
> And
> from the deepest part of my heart, saya ucapkan
> terima
> kasih yg sebesar2nya pada Rahmat. Apa yg
> melarbelakangi rasa senang saya atas posting rahmat
> ini?
> 
> Pertama, Rahmat telah mengajari kita
> --mahasiswa/alumni/masyarakat India -- bagaimana
> cara
> kita bersikap dan mengungkapkan
> kesetujuan/ketidaksepakatan atas suatu
> fenomena/peristiwa/hal yg terjadi. Dan dia
> mengungkapkannya secara terbuka di sini, di milis.
> Ini
> merupakan transformasi dari sikap kita, atau orang
> Indonesia umumnya, yg selama ini cuma mengungkapkan
> uneg2nya melalui gosip, isu2, sementara ketika
> bertemu
> bersikap pura2 manis. 
> 
> Apa yg dilakukan Rahmat adalah sikap yg jantan dan
> ksatria. Dan sudah sewajarnya kalau kita
> mengapresiasi
> sikap ksatria seperti yg ditunjukkan Rahmat. 
> 
> Kedua, sejak awal berdirinya milis ini, salah satu
> tujuan utamanya adalah dalam rangka menciptakan
> suasana kondusif untuk memecahkan permasalahan yg
> terjadi dg secara terbuka antar-kita. Untuk membuang
> sedikit demi sedikit budaya gosip yg mengakar dalam
> kultur kita. Akan tetapi, terus terang, selama ini
> saya agak kecewa, karena saya melihat masih banyak
> gosip yg beredar tapi tidak muncul di milis atau
> tidak
> sampai pada yg digosipi. Ini artinya, yg
> bersangkutan
> tidak berani mengungkapkannya secara terus terang,
> sehingga tidak ada peluang bagi yg terkena gosip
> untuk
> membantah atau mengklarifikasinya. Sikap Rahmat kali
> ini telah memberi contoh atau preseden yg baik bagi
> rekan2 semua: bersikaplah berani untuk mengkritisi
> atau mengungkapkan uneg-uneg apapun di sini. 
> 
> Akan halnya isi butir2 kritikan Rahmat pada saya
> pribadi, saya tidak tertarik untuk menanggapinya.
> Saya
> itu bukan apa2. Im nothing but a piece of meat and a
> skeleton, no more no less. Segala kritikan yg
> ditujukan ke pribadi saya, akan saya terima dg
> senang
> hati. Bahkan itu saya anggap sebagai apresiasi. 
> 
> Selain itu, saya cuma biasa menanggapi atau
> mengkritisi sesuatu apabila itu menyangkut
> kepentingan
> makro, kepentingan umum. Bukan kepentingan saya
> pribadi. Dan itu bisa dilihat contohnya dalam
> sejumlah
> kritikan saya pada KBRI dan PPI sebagai institusi,
> bukan pada personalnya. Pak Suhadi, Pak Dalton, dll
> mungkin pernah merasa marah karena saya kritik.
> Walaupun saya juga tidak segan untuk memuji, apabila
> memang ada yg pantas untuk dipuji. Nothing personal
> at
> all. Dan tampaknya beliau berdua juga mengerti
> maksud
> saya. 
> 
> Sekedar flash-back without any intention to
> romanticing it, mungkin Bapak2 di KBRI masih ingat,
> bagaimana saya secara tajam mengkritik rencana
> kebijakan yg akan mengenakan biaya USD 10 atas
> setiap
> surat yg dikeluarkan untuk mahasiswa. Saya sebarkan
> kritikan tsb ke seluruh milis nasional dan media.
> Untung rencana itu digagalkan. Dan masih banyak
> contoh
> lain, yg bisa dilihat di arsip milis ini dan milis
> umum. 
> 
> Sekali lagi, nothing personal. Saran saya buat
> semuanya: simplify life and follow the sun. Buat
> Rahmat, saya minta maaf kalau ada kata2 yg
> menyinggung
> hati dan sense of pride Anda begitu juga pada para
> mantan ketua PPI yg lain. Let's move on, and give
> the
> urge of unity the wider chance... :)
> 
> salam hangat dan persatuan,
> 
> 
> 
> --- rahamt rangkuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Aku yakin bung Mario bukan orang baru dikancah
> > pendidikan India, dari tulisan2 bung, aku rasa
> bung
> > sudah cukup lama bermukim di india dan aku yakin
> > bung
> > juga cukup piawi dalam merespon permasalahan
> > mahasiswa. Yang membuat aku terkejut adalah
> tulisan
> > bung yang mengatakan bhw proses pemilihan temus
> kali
> > ini adalah "yang paling transparan" yang pernah
> bung
> > lihat selama bung di India, pertanyaanku adalah
> > tahun
> > berapa bung mulai menginjakkan kaki di India? dan
> > sudah berapa pengurusan DP PPI yang bung bisa beri
> > penilaian? Kulihat, inilah yang menjadi penyakit
> > mahasiswa muda sekarang, ketika merasa dialah yg
> > dekat
> > dengan birokrat, ketika dia merasa dialah yg saat
> > ini
> > dituakan, lantas dia merasa dialah 'the real man'.
> 
> 
> =====
> Mario Gagho
> Political Science,
> Agra University, India
> 
> 
>               
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
> http://promotions.yahoo.com/new_mail
>  


        
        
                
___________________________________________________________ALL-NEW Yahoo! Messenger - 
all new features - even more fun!  http://uk.messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni 
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: 
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke