Bung Takdir, komentar Anda ttg nasib TKW Hongkong mendapat tanggapan dari seorang diplomat senior kbri new delhi, Pak Suhadi Salam, yg pernah bertugas di Hongkong. Krn. dikirim via japri, saya forwardkan ke milis ppiindia.
Sekedar catatan kecil dari saya dalam soal pembelaan tkw ini: bahwa tekad dari bung Takdir tsb. patut diacungi jempol. Tekad pembelaan atas rakyat kecil di luar negeri semacam itu sebenarnya sudah sewajarnya dilakukan kalangan diplomat kita, namun yg saya sesalkan, tekad itu dalam praktiknya masih belum menjadi tekad dari institusi diplomasi negara kita. kita masih sering kedodoran dan bahkan dalam beberapa kasus spt yg terjadi di negara2 arab teluk dan malaysia bisa dianggap "malu-maluin". Jauh sekali jika dibandingkan dg pembelaan2 konsisten yg dilakukan oleh kedutaan Filipina, misalnya. Sama2 negara miskin, boleh dikata serumpun, geografically bertetangga, dll. Memang ada satu dua orang diplomat kita yg berani dan gigih. Seperti bung Takdir, dan yg saya tahu Pak Suhadi Salam, tetapi itu spt yg saya bilang di atas belum mencerminkan tekad dan 'kebaikan' institusi. Tapi, at least for time being, lebih baik ada daripada gak ada sama sekali. sekaligus saya ingin tanya, apakah tekad pembelaan thd rakyat kita di luar negeri khususnya TKW kita saat ini sudah ada cuma tidak dipraktikkan atau memang belum ada sama sekali? (lain kali saya akan cerita peran diplomat kita di SAUDI ARABIA atas pembelaan pada TKW ini) berikut tanggapan dari pak suhadi salam, minister councillor di KBRI new delhi. (mario gagho) From: suhadi salam <salamdeplu@> Date: Sun Jul 25, 2004 9:28 pm Bung Mario dan Bung Takdir, Sebagai orang yang pernah bertugas di HK dan pernah dicalonkan utk pimpin HK meskipun gagal, saya dpt merasakan perasaan masgul andas semua. Pada waktu saya bertugas jumlahnya hanya sekitar 33.000, dlm kapasitas sebagai orang kedua, kabid pen dan sebagai muslim saya tlh berbuat yg terbaik menurut saya, dlm posisi membela mrk, karena itu saya dilepas dgn air mata oleh mrk sewaktu saya adakan perpisahan, namun dilain pihak saya termasuk org yang paling dibenci atau setidaksnya tidak disukai oleh bbrp majikan karena sikap saya banyak membela TKW dan merugikan posisi baik majikan atau agen. Ada satu sindikat disana termasuk juga dlm penempatan tkw yg sdh dikuasi oleh semacam mafia (sekalis Anda nonton film HK ttg mafia dalam kenyataanya ada). Sdr Takdir, anda sangat idealis bagus sekali, sebagai diplomat muda semoga cita dn keinginan anda dapat terlaksana karena bagi anda jalan masih panjang. Suadarasku, apa jalan terbaik itu semua, Hanya satu jawaban, bila kita dapat memberikan kesempatan kerja di tanah air bagi sebagian besar warga kita terutama perempuan, kita tidak perlu kirim orang keluar negeri, kapan itu, mudah-mudahan kita dikarunia seorang pemimpin baru yang dapat menuju cita tsb meskipun kemungkinan baru akan tercapai 10 tahun mendatang. Saya tutup sebagai anekdot, Seorang Sarjana lulusan IKIP, berbahasa Inggris bagus, bekerja di HK sebagai "domestic helper", saya tanya mengapa kerja di HK, tak ada kesempatan di tanah air, katanya tapi dia coba bentuk semacam Sanggar Budaya, dia dan kawannya sering tampil menjadi duta Indonesia membawakan tarian atau pertunjukan kesenian lainnya setiap tahun, begitu juga seorang perempuan Ibu usia sekitar 50 tahun sdh hampir dua puluh tahun bekerja di HK, sewaktu saya tanya mengapa Ibu betah tinggal disini, jawabannya adalah saya perlu uang untuk kuliah anaks saya di Indonesia, namun di salah satu Park hari Minggu saya jalans bulan Juni (summer), saya juga menemukan seorang TKW pakai celana pendek, kaos yang "I can see you sangat tipis", nampaknya tdk pernah mampir ke Mushala utk ikut pengajian yang yang saya pimpin, karena itu dia tdk mengenal saya, saya tanya anda dari mana saya dari Yogya sdh berapa lama, katanya baru enam bulan". Tapi saya tak boleh menegur dia, karena itu kan lapangan tempat umum, undangs HK berikan kesempatan kpd siapa saja utk expresikan diri. Sekian saja terima kasih. Suhadi, Mantan Ketua Mushala KJRI HK --- In [EMAIL PROTECTED], "M. Takdir" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > dear alls > > saya terharu baca posting ini. betapa indonesia, nama kebangsaan kita, warga > kita demikian rendahnya di mata masyarakat hongkong. saya tidak tahu apa itu > sebagian atau semuanya bisa dikatakan demikian. > > saya ingin menceritakan satu pengalaman saya sebagai warga negara indonesia > yang mengalami pengalaman tidak menyenangkan ketika transit di hongkong dari > jakarta. saya seorang pemegang paspor diplomatik. suatu ketika, dalam > perjalanan menuju tempat tugas, flight saya singgah di hongkong dan saya > harus menggunakan connecting flight CX sehingga mesti pindah pesawat. > > ketika akan boarding, seperti biasa saya menyerahkan paspor hitam saya > kepada petugas counter yang kebetulan seorang wanita. lama ia mengamati > paspor saya lalu ia memberi kode ke salah seorang petugas laki-laki yang > berada tidak jauh dari tempat itu. petugas laki-laki itu juga melihat paspor > saya dan mengamat-amatinya. ia lalu memberi insyarat agar saya mengikutinya > dan keluar dari antrian. saya kira ada sesuatu yang hendak ia tanyakan. lalu > sayapun mengikutinya. > > saat berdiri berdua, terpisah dari antrian, ia bertanya kepada saya, agar > saya memperlihatkan identitas saya. saya jawab, "you have already my > identity", I said (i am referring to my pasport that he just holds). dia > lalu menanggapi, "no, i need you other id" he said. > > aku jawab, "i have in my luggage, but i can't give you because you already > have my id". dia keliatan marah, tapi dengan dingin dan tenang saya jawab > permintaan dia. "sorry, sir, we need your other id", kata dia lagi. > > karena berputar-putar di sekitar itu aja percakapannya, lalu saya balas > bentak, "excuse me, why you need another id of mine, while you have already > have mine in your hand?." > > dia jawab, "no, we need you other id", sambil terus megangin pasport saya. > lalu aku bilang, "look, let me put this way, you just hold my id which is my > pasport and you know what is it mean. now, i am asking you, just answer yes > or not, is my pasport considered an id or not?". aku tanya gitu, dia > keliatan bingung. dia jawab sekenanya, saya tegaskan lagi" just answer yes > or not", nggak usah belat belit. aku gituin, dia keliatan down, terus > mendatangi mungkin pimpinannya, lalu ia kembali ke saya dan berkata "you can > board in". > > gue terima paspor gue dan boarding. dia hanya terpaku menyaksikan saya > meladeninya bersitegang soal id di hadapan banyak orang. > > ini hanya contoh kecil bagaimana kita ingin dipermainkan, kalo kita > membiarkan mereka seenaknya. indonesia dan orang-orang kita harus tegak dan > bangga untuk membela nama indonesia. saya merasa bahwa selama indonesia > utuh, tak akan aku biarkan siapapun untuk "melecehkan" simbol-simbol > kenegaraan dan kebangsaan kita. > > saya sedih membaca posting temen kita tentang tenaga kerja kita di hongkong. > harus ada yang berbuat sesuatu agar mereka tidak seenaknya bertindak. saya > berharap, suatu saat saya akan ditempatkan di tempat di mana banyak warga > kita mengalami kesulitan ato pelecehan, sehingga saya bisa memberikan > sedikit dari apa yang bisa saya lakukan sebagai anak bangsa. > > salam nusantara > > tkd ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

