dear all, terima kasih tanggapan bung Mario dan Pak Suhadi Salam. mudah-mudahan pak suhadi masih ingat saya, ex dit.aspas. aku kenal baik pak suhadi.
sekedar sebagai cerita ringan. aku ingin kisahkan pengalaman membela warga indonesia di tempat tugas dalam dua kasus (waktu saya dipercayakan megang konsuler). saya sengaja cerita ini agar tidak menjadi sekedar retorika idealisme. dan saya juga meyakinkan bahwa secara kelembagaan, deplu berusaha bekerja maksimal dalam masalah ini. tetapi mungkin sumber daya aja yang belum pas. bela tki wanita; seorang tki wanita asal jawa tengah melarikan diri dari majikannya. waktu itu kebetulan hari libur. saya peroleh telpon dari penjaga kantor bahwa ada tki yang ingin berhubungan dengan bagian konsuler. saya tanya gimana situasinya. dikisahkan, lari dari majikan yang kebetulan diplomat arab karena dilecehkan (dan ada kemungkinan, kalo tidak lari dari rumah, bakal dinodai). lalu saya katakan, suruh tki itu segera ke kantor kalo nelpon lagi. tunggu saya dan saya akan tangani kasusnya besok. besoknya saya segera temui wanita itu dikantor. saya korek keterangannya. sambil nangis dia cerita kalo majikannya yg diplomat arab itu telah melecehkan dia. bagemana bentuk melecehkan itu, tki wanita itu tidak cerita karena selalu menangis kalo ditanya demikian. akhirnya aku tanya lainnya. (belakangan setelah hampir tiga minggu nangis, baru dia cerita bentuk melecehkannya yaitu dengan memeluk dia sewaktur nyetrika dan menurutnya orang ini terlihat mulai sangat bernafsu menodai dia). aku tanya namanya. posisinya. tapi ia hanya bercerita sebatas itu aja. sorenya aku laporkan hal ini ke dubes dan dapat instruksi untuk ditangani. aku besoknya langsung menemui orang itu di kedubes arab saudi. saya bicara dengan diplomat arab itu yg didampingi pengacara bule-nya. saya tegaskan ini masalah serius, soal reputasi ybs, karir dan keluarga. saya sampaikan permintaan tki itu. tki itu ingin berenti bekerja sama dia, minta pakaiannya semua, paspor, gaji sebulan yang belum dibayar dan uang tiket pulang ke indonesia. tanggapan dia sangat hatis. pengacaranya yg bicara. menurutnya itu fitnah dan akan siap menghadapi. lalu aku tanggapi, boleh saja ia bersikap demikian, tapi di negara ini (aku merujuk ke sistem hukum negara tempat saya bertugas), sexual harashment adalah tindakan serius. kalopun sukar dibuktikan (saya menyadari itu karena tki itu setiap ditanya bentuk pelencehannya suka nangis), masalah ini bisa merusak reputasi klien anda, keluarga dan kehormatannya sebagai muslim. tidak ada respons. saya tanya ke tki itu, bagemana kalo diplomat arab itu tidak memenuhi permintaannya. lalu dia terdiam. aku bujuk, bahwa saya sangat membutuhkan pengakuannya sebagaiu "gertak sambal" kalo pendekatan saya tidak berbuah. tki itu butuh tiga minggu kemudian untuk bercerita utuh. dengan cerita utuh itu, saya kembali mendatangi diplomat arab itu. dia nampaknya merasa terganggu, karena saya juga sudah menyurat ke bosnya dia. diplomat itu dengan marah berkata ke saya, "because of you, everybody here in the office called me "little clinton" (kebetulan orangnya memang kurusan). aku bilang, i don't care, that is not my bussiness. saya menemui anda karena warga kami minta hak-haknya dipenuhi. kalo tidak saya akan teruskan ke polisi federal (sambil mengancam bahwa ini akan tersebar luas di kalangan diplomatik di ibukota negara itu). ia tidak perduli, tapi pengacaranya yg tahu hukum di situ nampak mulai was-was. akhirnya pendek kata, mereka memenuhi permintaan kami. dan tki itupun bisa pulang kembali ke indonesia dengan selamat. bahkan sebelum pulang, saya alhamdulillah bisa menghubungkan dia dengan sebuah keluarga di amerika yang bersedia mempekerjakan dia. keliatannya orang amerika itu bisa dipercaya dan yang penting dia bersedia dan juga percaya. tapi pengurusannya, dia mesti kembali ke indonesia dulu. nasehat saya, jangan berurusan ama agen tki yang tidak perduli dia ketika melaporkan masalahnya ini. kasus kedua; wanita indonesia yg ditangkap karena memukuli suaminya. kasusnya juga lumayan pelik. karena wanita itu belum permanen resident dan masih pemegang paspor indonesia dan over stay serta memukul suami. peristiwa yg sangat serius. ketika mendengar laporan itu, saya langsung ke detention center dan bicara dengan dia untuk memastikan hak-haknya terpenuhi. bicara dengan pihak polisi agar mereka dapat menjadikannya tahanan rumah. saya juga minta suaminya untuk mencabut pengaduan itu. suaminya juga menyesal melaporkannya. menurutnya itu terjadi karena kesulitan keuangan. lalu saya pun mengurus mereka. saya pastikan wanita itu tidak dideportasi karena mereka punya anak. takutnya anaknya dipaksa tinggal dengan suaminya. saya bicara dari hati ke hati dengan suaminya. lalu saya sarankan mereka kembali ke indonesia dan memulia hidup baru di sana, karena menurut dia, mereka masih punya sisa usaha di sana. mereka terima. lalu sayapun mengurus pengeluaran wanita itu dari detention center dan memberinya splp karena paspornya juga sudah expired. mereka akhirnya berdua kembali ke indonesia dan suaminya yg bule tidak ingin kembali ke negaranya dan memilih untuk menjadi warga negara indonesia. itu sekedar pengalaman untuk menunjukkan bahwa Insya Allah seluruh diplomat yg ditugaskan di luar negeri bisa menjalankan tugasnya seperti itu karena departemenpun sangat mendukung. kalopun ada kekurangan, kita mesti bekerja sama untuk menutupi kekurangan itu tapi bukan "menutup-nutupinya". mudah-mudahan kisah ini bisa menambah keyakinan kita bahwa membela anak negeri adalah kerja kemanusiaan, selain sebagai kewajiban kita sebagai pejabat publik. demikia dan salam nusantara tkd ----- Original Message ----- From: "Mario" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, July 26, 2004 3:20 PM Subject: [ppiindia] Re: JANGAN BIARKAN -->tanggapan diplomat senior KBRI New Delhi > Bung Takdir, > > komentar Anda ttg nasib TKW Hongkong mendapat tanggapan dari seorang > diplomat senior kbri new delhi, Pak Suhadi Salam, yg pernah bertugas > di Hongkong. Krn. dikirim via japri, saya forwardkan ke milis > ppiindia. > > Sekedar catatan kecil dari saya dalam soal pembelaan tkw ini: bahwa > tekad dari bung Takdir tsb. patut diacungi jempol. Tekad pembelaan > atas rakyat kecil di luar negeri semacam itu sebenarnya sudah > sewajarnya dilakukan kalangan diplomat kita, namun yg saya sesalkan, > tekad itu dalam praktiknya masih belum menjadi tekad dari institusi > diplomasi negara kita. kita masih sering kedodoran dan bahkan dalam > beberapa kasus spt yg terjadi di negara2 arab teluk dan malaysia bisa > dianggap "malu-maluin". Jauh sekali jika dibandingkan dg pembelaan2 > konsisten yg dilakukan oleh kedutaan Filipina, misalnya. Sama2 negara > miskin, boleh dikata serumpun, geografically bertetangga, dll. > > Memang ada satu dua orang diplomat kita yg berani dan gigih. Seperti > bung Takdir, dan yg saya tahu Pak Suhadi Salam, tetapi itu spt yg > saya bilang di atas belum mencerminkan tekad dan 'kebaikan' > institusi. Tapi, at least for time being, lebih baik ada daripada gak > ada sama sekali. > > sekaligus saya ingin tanya, apakah tekad pembelaan thd rakyat kita di > luar negeri khususnya TKW kita saat ini sudah ada cuma tidak > dipraktikkan atau memang belum ada sama sekali? (lain kali saya akan > cerita peran diplomat kita di SAUDI ARABIA atas pembelaan pada TKW > ini) > > berikut tanggapan dari pak suhadi salam, minister councillor di KBRI > new delhi. > (mario gagho) > > From: suhadi salam <salamdeplu@> > Date: Sun Jul 25, 2004 9:28 pm > > Bung Mario dan Bung Takdir, > > Sebagai orang yang pernah bertugas di HK dan pernah > dicalonkan utk pimpin HK meskipun gagal, saya dpt > merasakan perasaan masgul andas semua. Pada waktu saya > bertugas jumlahnya hanya sekitar 33.000, dlm kapasitas > sebagai orang kedua, kabid pen dan sebagai muslim saya > tlh berbuat yg terbaik menurut saya, dlm posisi > membela mrk, karena itu saya dilepas dgn air mata oleh > mrk sewaktu saya adakan perpisahan, namun dilain pihak > saya termasuk org yang paling dibenci atau setidaksnya > tidak disukai oleh bbrp majikan karena sikap saya > banyak membela TKW dan merugikan posisi baik majikan > atau agen. Ada satu sindikat disana termasuk juga dlm > penempatan tkw yg sdh dikuasi oleh semacam mafia > (sekalis Anda nonton film HK ttg mafia dalam > kenyataanya ada). > Sdr Takdir, anda sangat idealis bagus sekali, sebagai > diplomat muda semoga cita dn keinginan anda dapat > terlaksana karena bagi anda jalan masih panjang. > Suadarasku, apa jalan terbaik itu semua, > Hanya satu jawaban, bila kita dapat memberikan > kesempatan kerja di tanah air bagi sebagian besar > warga kita terutama perempuan, kita tidak perlu kirim > orang keluar negeri, kapan itu, mudah-mudahan kita > dikarunia seorang pemimpin baru yang dapat menuju cita > tsb meskipun kemungkinan baru akan tercapai 10 tahun > mendatang. > Saya tutup sebagai anekdot, > Seorang Sarjana lulusan IKIP, berbahasa Inggris bagus, > bekerja di HK sebagai "domestic helper", saya tanya > mengapa kerja di HK, tak ada kesempatan di tanah air, > katanya tapi dia coba bentuk semacam Sanggar Budaya, > dia dan kawannya sering tampil menjadi duta Indonesia > membawakan tarian atau pertunjukan kesenian lainnya > setiap tahun, begitu juga seorang perempuan Ibu usia > sekitar 50 tahun sdh hampir dua puluh tahun bekerja di > HK, sewaktu saya tanya mengapa Ibu betah tinggal > disini, jawabannya adalah saya perlu uang untuk kuliah > anaks saya di Indonesia, namun di salah satu Park hari > Minggu saya jalans bulan Juni (summer), saya juga > menemukan seorang TKW pakai celana pendek, kaos yang > "I can see you sangat tipis", nampaknya tdk pernah > mampir ke Mushala utk ikut pengajian yang yang saya > pimpin, karena itu dia tdk mengenal saya, saya tanya > anda dari mana saya dari Yogya sdh berapa lama, > katanya baru enam bulan". Tapi saya tak boleh menegur > dia, karena itu kan lapangan tempat umum, undangs HK > berikan kesempatan kpd siapa saja utk expresikan diri. > Sekian saja terima kasih. > Suhadi, > Mantan Ketua Mushala KJRI HK > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "M. Takdir" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > dear alls > > > > saya terharu baca posting ini. betapa indonesia, nama kebangsaan > kita, warga > > kita demikian rendahnya di mata masyarakat hongkong. saya tidak > tahu apa itu > > sebagian atau semuanya bisa dikatakan demikian. > > > > saya ingin menceritakan satu pengalaman saya sebagai warga negara > indonesia > > yang mengalami pengalaman tidak menyenangkan ketika transit di > hongkong dari > > jakarta. saya seorang pemegang paspor diplomatik. suatu ketika, > dalam > > perjalanan menuju tempat tugas, flight saya singgah di hongkong dan > saya > > harus menggunakan connecting flight CX sehingga mesti pindah > pesawat. > > > > ketika akan boarding, seperti biasa saya menyerahkan paspor hitam > saya > > kepada petugas counter yang kebetulan seorang wanita. lama ia > mengamati > > paspor saya lalu ia memberi kode ke salah seorang petugas laki-laki > yang > > berada tidak jauh dari tempat itu. petugas laki-laki itu juga > melihat paspor > > saya dan mengamat-amatinya. ia lalu memberi insyarat agar saya > mengikutinya > > dan keluar dari antrian. saya kira ada sesuatu yang hendak ia > tanyakan. lalu > > sayapun mengikutinya. > > > > saat berdiri berdua, terpisah dari antrian, ia bertanya kepada > saya, agar > > saya memperlihatkan identitas saya. saya jawab, "you have already my > > identity", I said (i am referring to my pasport that he just > holds). dia > > lalu menanggapi, "no, i need you other id" he said. > > > > aku jawab, "i have in my luggage, but i can't give you because you > already > > have my id". dia keliatan marah, tapi dengan dingin dan tenang saya > jawab > > permintaan dia. "sorry, sir, we need your other id", kata dia lagi. > > > > karena berputar-putar di sekitar itu aja percakapannya, lalu saya > balas > > bentak, "excuse me, why you need another id of mine, while you have > already > > have mine in your hand?." > > > > dia jawab, "no, we need you other id", sambil terus megangin > pasport saya. > > lalu aku bilang, "look, let me put this way, you just hold my id > which is my > > pasport and you know what is it mean. now, i am asking you, just > answer yes > > or not, is my pasport considered an id or not?". aku tanya gitu, dia > > keliatan bingung. dia jawab sekenanya, saya tegaskan lagi" just > answer yes > > or not", nggak usah belat belit. aku gituin, dia keliatan down, > terus > > mendatangi mungkin pimpinannya, lalu ia kembali ke saya dan > berkata "you can > > board in". > > > > gue terima paspor gue dan boarding. dia hanya terpaku menyaksikan > saya > > meladeninya bersitegang soal id di hadapan banyak orang. > > > > ini hanya contoh kecil bagaimana kita ingin dipermainkan, kalo kita > > membiarkan mereka seenaknya. indonesia dan orang-orang kita harus > tegak dan > > bangga untuk membela nama indonesia. saya merasa bahwa selama > indonesia > > utuh, tak akan aku biarkan siapapun untuk "melecehkan" simbol-simbol > > kenegaraan dan kebangsaan kita. > > > > saya sedih membaca posting temen kita tentang tenaga kerja kita di > hongkong. > > harus ada yang berbuat sesuatu agar mereka tidak seenaknya > bertindak. saya > > berharap, suatu saat saya akan ditempatkan di tempat di mana banyak > warga > > kita mengalami kesulitan ato pelecehan, sehingga saya bisa > memberikan > > sedikit dari apa yang bisa saya lakukan sebagai anak bangsa. > > > > salam nusantara > > > > tkd > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

