Dari Notes Belajar Seorang Awam: CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [15].
"Lembah Merapi" & Tante Hilda [2] Sebelum meninggalkan rumah Tante Hilda untuk mentas, empat teman lelaki, aku minta mengisi penuh bak air di kamar mandi, dan empat orang lainnya kuajak menyapu halaman rumah Tante. Yang perempuan secara otomatis menyapu rumah dan merapikan semua ruangan. Tante Hilda dan pembantunya melihat kami seperti orang sedang ngelamun. Seusai semua ini, Daulat Simangonsong dan Mas Saptoprio memberi isyarat dengan tepuk tangan: -"Naik truk semua". Daulat berdiri di buritan truk terbuka dan berkata lagi: -"P�r�mpuan dulu". -"P�r�mpuan", ujar seorang teman meniru logat Batak Daulat. -"Hush!" Daulat bereaksi sambil tersenyum. Daulat mengawasi anggota rombongan naik satu persatu sambil menghitung jumlah anggota, sedangkan Mas Sapto memeriksa apakah ada perlengkapan yang tertinggal. Mas Sapto, Daulat dan aku, naik paling akhir. Tante Hilda dan Mbak Esti melepaskan kami dari depan pintu halaman rumah. Sopir segera menghidupkan mesin dan truk pun bergerak pelan-pelan disambut oleh suara anggota-anggota rombongan yang serentak bagaikan koor spontan mencandai Tante Hilda dan Mbak Esti: -"Tante, mbak, jangan nangis. Kami akan kembali segera". Tangan-tangan remaja melambai kedua perempuan itu yang berdiri di depan pintu halaman. Aku yang duduk paling belakang sempat melihat Tante Hilda mengusap kedua mata dengan lengan bajunya sebelum kembali masuk. Malam pertunjukan pertama diselenggarakan di Gedung Olahraga yang tertutup sedangkan malam kedua pertunjukan terbuka di alun-alun Klaten dengan menampilkan pembacaan puisi "Aku Anak Tionghoa" karya S.W. Koentjahjo dibawakan oleh Oei kecil dan "Kemerdekaan" karya F.L.Risakota dibawakan oleh Didien yang masih 12 tahun. Selain itu rombongan menampilkan paduansuara yang dipimpin oleh Mas Saptoprio, solo tenor & sopran, duet dan trio. Drama "Traktor" yang disutradarai oleh Arifin dipentaskan di Gedung Olahraga. Gedung dan alun-alun dari awal hingga akhir penuh sesak dengan penonton. Di atas pintu gedung dan panggung alun-alun, sebuah spanduk besar berwarna merah bertuliskan "Pertunjukan Setiakawan Lekra Cabang Yogya" terpampang dengan huruf-huruf hitam besar dengan maksud membantu pertumbuhan Lekra Cabang Klaten selanjutnya. Dalam perjalanan ke rumah Tante Hilda di mana kami menginap, saban berpapasan dengan para penonton yang juga sedang berjalan pulang, terdengar pekikan slogan spontan: "Hidup Lekra!" dan oleh anggota-anggota rombongan disambut dengan pekikan serentak: "Hidup Kaum Tani!". Mendengar suara truk berhenti di depan rumahnya, Tante Hilda dan Mbak Esti dengan berlari-lari kecil keluar menyambut kami, bertanya: "Capek, nak?" Anggota-anggota rombongan menciumi pipi Tante, sementara suara usil terdengar: "Awas! Mbak Esti nggak boleh dicium.Cukup salaman!" Suara yang membuat malam jadi riuh rendah oleh ketawa. "Mbak juga mau di sun khoq", ujar Mbak Esti geli mendengar suara usil itu. "Siapa yang jahil itu?" tanya Tante Hilda menahan geli. "Ini tante, si badung ini!" jawab seorang teman sambil mendorong teman yang berucap nakal tadi. "Ampun, Tante. Ampun! Ponakan Tante akan kasih Tante ciuman dua kali deh!", ujar si nakal. Sesudah minum wedang jah� hangat yang disediakan Tante Hilda dan membersihkan segalanya, Daulat dan Mas Prio meminta semua untuk istirahat. "Besok jam 08.00 kita rapat menyimpulkan pengalaman lalu latihan". Mas Prio, Daulat dan aku menyempatkan diri untuk bicara dengan Tante Hilda dan Mbak Esti. Sebelum berangkat kembali ke Yogya, pimpinan Lekra Cabang Klaten dan seluruh rombongan, ditambah dengan Tante Hilda dan Mbak Esti melakukan rapat penyimpulan. Rapat penyimpulan merupakan salah satu cara kami untuk saling belajar, memperbaiki kesalahan dan kekurangan serta mengembangkan keunggulan. Di dalam rapat begini, semua orang bebas berbicara sesuai dengan apa yang mereka pikir dan rasakan. Penyimpulan bersama bukan hanya dilakukan saban akhir pertunjukan bahkan pada saban akhir latihan dan mencakup soal-soal penyelenggaraan, tekhnis, organisasi, disiplin dan lain-lain. Adanya Mas Prio, Arifin sebagai tenaga ahli dalam bidang musik dan drama, membantu kami meningkatkan taraf tekhnis diri kami. Melalui penyimpulan dipadukan kearifan yang menurut istilah Lekra pada waktu itu disebut sebagai "tiga pemaduan" yaitu: pemaduan kearifan massa, ahli dan organisasi. Jadi kalau tanya, siapa yang memerintah kami, berdasarkan keadaan di atas kau jawablah sendiri. Yang jelas, itulah yang kami lakukan. Slogankah? Terserah kau menafsirkannya, Guk.Juga terserah kau untuk percaya atau tidak. Tapi kalau ingin tahu, demikianlah cara kerja dan belajar kami serta cara meratakan pemahaman kami. Masing-masing kami adalah guru dan murid sekaligus. Melalui cara ini pula kami menumbuhkan rasa keindonesiaan dan persaudaraan di kalangan kami yang memang terdiri dari berbagai asal etnik. Sedangkan agama, sama sekali tidak pernah kami bicarakan.Indonesia adalah diri kami dan kami resapi maknanya. Tante Hilda yang berkulit putih berambut sedikit pirang, siapa yang meragukan keindonesiaannya? Paling tidak, kami tidak ragu sedikitpun bahwa Tante Hilda anak Indonesia.Barangkali di matamu dan angkatanmu sekarang, kami remaja pada waktu itu hanyalah "mahluk luar bumi, extra terreste". Tapi siapa yang bisa membantah bahwa kami hidup di bumi Indonesia? Pemerintah bisa mengucilkan, mengejar dan membunuh kami, tapi kami tetap Indonesia. Keindonesiaan kami tidak terbunuh. Jika benar ada anggapan bahwa kami tidak lain dari "extra terreste", anggapan demikian hanya menggarisbawahi perbedaan pola pikir dan mentalitas dua zaman remaja kita. Menjadi Indonesia secara alami dan bangga menjadi Indonesia tidak pernah kami sesalkan. Tapi siapakah "extra terreste" senyatanya, barangkali pertanyaan ini masih kontekstual untuk hari ini. Paris, Agustus 2004. ------------------- JJ. Kusni [Bersambung....] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

