Dari Notes Belajar Seorang Awam:



CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [15].

"Lembah Merapi" & Tante Hilda [5 --Selesai]


Pada hari yang sudah disepakati bersama, Mas Saptoprio, Daulat Simangunsong dan aku 
sendiri, pergi lagi ke Klaten untuk menemui anggota-anggota Ansambel Lembah Merapi 
yang sudah dipilih oleh Lekra Cabang Klaten dari semua kecamatan. Mereka rata-rata 
berusia dua puluh tahun terdiri dari lelaki dan perempuan. Anak-anak petani semuanya. 
Di hadapan mereka kami sangat berhati-hati dalam bersikap dan berbicara, jangan sampai 
memberikan kesan sombong dan menempatkan diri di atas mereka karena berasal dari Yogya 
yang dikenal sebagai kota pelajar dan mahasiswa. Dalam pertemuan dengan mereka yang 
banyak bicara adalah Daulat dan Mas Sapto serta akhirnya pimpinan Lekra Cabang Klaten. 
Aku lebih banyak mendengar dan duduk di tengah para anggota. Pertemuan ini sekaligus 
mengumumkan berdirinya Ansambel pertama yang pernah dimiliki oleh Kabupaten Klaten 
sampai hari ini. Pengumuman di kalangan diri kami sendiri. Ketika kembali ke daerah 
ini pada tahun 2003, aku tidak pernah mendengar berita adanya Ansambel serupa di 
kabupaten ini. Pimpinan Lekra Cabang Klaten dalam pertemuan menegaskan visi dan misi 
[dalam istilah sekarang] Ansambel yaitu sebagai "sekrup dari penuntasan Revolusi 
Agustus 1945 yang belum selesai, mengitegrasikan sastra-seni dengan perjuangan kaum 
tani khususnya". Sedangkan Mas Saptoprio dari Akademi Seni Musik Indonesia [ASMI] 
berharap agar melalui Ansambel Lembah Merapi diperlihatkan potensi terpendam dan 
kemampuan besar yang terdapat di kalangan kaum tani yang selama ini dipandang sebagai 
"kampungan" dan "ndeso". Mas Sapto juga berharap agar melalui Ansambel Lembah Merapi, 
kaum tani memperlihatkan ketangguhan diri sebagai salah satu "sokoguru revolusi". 
Ansambel patut mengangkat harkat dan martabat kaum tani yang selama berabad-abad 
dilecehkan. Sedangkan Daulat Simangonsong menggarisbawahi langgam mobilitas Ansambel 
dan gaya "bertempur terus-menerus dan semangat kerja tak kenal susah payah" dalam 
menjawab tuntutan keadaan. "Ansambel ini tidak lain dari sebuah pasukan kesenian yang 
bertugas memenangi peperangan dan setiap pertempuran", ujar Daulat. "Medan pertempuran 
berupa panggung pementasan di seluruh kabupaten sedang menunggu Lembah Merapi", lanjut 
Daulat yang pernah menciptakan lagu khusus untukku berjudul "Lapar".Sebagai seragam 
Ansambel ditetapkan sendiri oleh para anggota untuk mencontohi seragam grup, kecil 
"Merah Kesumba" yang berwarna hitam-hitam dan ikat leher merah. Warna hitammelukiskan 
keadaan di mana sekarang petani sedang berkubang dan warna merah di leher bermakna 
harapan dan arah yang dituju. Semuanya ditentukan oleh para anggota sendiri. 

Guk,
Kalau kau katakan keputusan ini, sebagai pelaksanaan perintah dari pihak luar, 
khususnya PKI, maka kau menghina para anggota Ansambel. Seakan-akan mereka tidak punya 
otak sendiri. Seakan-akan hanya orang bersekolah sendirilah yang punya otak sedangkan 
kaum tani dan putera-puteri mereka tak bisa berpikir dan merasa serta punya aspirasi. 
Kalau kau pernah lama hidup di lapisan bawah yang lama dileceh, kau akan merasakan 
elan dan potensi mereka. Kau akan merasa bahwa dirimu sangat kecil. Paling tidak 
inilah yang kurasakan setelah bertahun-tahun hidup di kalangan mereka di pedesaan Jawa 
Tengah. Orang bersekolah punya kecenderungan angkuh dan merasa dirinya serba hebat 
bagaikan manusia supra, padahal sebenarnya mereka tidak luar biasa seperti yang mereka 
perkirakan. Kadang dungu dan naif. Keangkuhan pertanda jauhnya kita dari kehidupan 
nyata. Mungkin tak terbayangkan padamu bagaimana sebuah Ansambel dibeayai oleh kaum 
tani sendiri dan bagaimana panggung pementasan tersebar di seluruh kalurahan. 
Barangkali juga tak terbayangkan, sebuah ansambel bisa dan mau bergiat tanpa 
mengharapkan imbalan finansil. Yang jelas pada waktu itu kami melakukan sesuatu secara 
sukarela atas dasar kesadaran dan tidak berangkat dari uang. Kami bukan budak uang. 
Tapi justru dari motif begini kami tidak kekurangan uang, tidak kekurangan kesempatan 
mementaskan. Masalah ini adalah masalah orientasi dan orientasi menentukan cara, 
langgam dan gaya kerja. c�oba kau bandingkan cara, langgam dan gaya kerja kalian yang 
dilengkapi oleh segala kemudahan tekhnologi sekarang dengan apa yang pernah lakukan 
yang tak mengenal HP, porject proposal dan komputer. Yang terkesan padaku,ada 
sementara orang dari angkatanmu yang maunya hanya mengadili, tidak mau 
bertanggungjawab atas ketidaktahuan diri, hanya melemparkan kesalahan pada angkatan 
pendahulu, hanya mencari-cari kesalahan Lekra dan bukan menitikberatkan usaha belajar 
dari sejarah serta mawas diri.

Begitu pengumuman berdirinya Ansambel didirikan, Mas Saptoprio, yang memang pakar 
musik, sebagai penanggungjawab tekhnis dibantu oleh Daulat Simangonsong menetapkan 
jadwal latihan. Sementara Arifin dari ASDRAFI menetapkan jadwal latihan drama. 

Yang dilakukan pertama-tama oleh Saptoprio adalah mengklasifikasi jenis suara. 
Sedangkan Arifin membagi-bagikan teks drama kepada tim dramanya. Untuk menumbuhkan 
kepercayaan diri dan menambah pengalaman pentas, Lekra Yogya sering memberikan 
kesempatan pentas kepada Lembah Merapi di tingkat propinsi bahkan untuk menggelarkan 
pertunjukan pertunjukan di hadapan tamu-tamu dari mancanegara. Pada saat begini, 
apakah kau bisa membayangkan, Guk, betapa bangganya orang desa, betapa kepercayaan 
diri mereka meningkat ketika mengetahui bahwa anak-anak mereka tampil di tingkat 
propinsi dan di hadapan tamu dari manca negara? Soal-soal psikhologis begini memang 
sangat kami pertimbangkan dan hitung karena sadar bahwa kami bukan manusia supra. Yang 
supra itu adalah rakyat yang bangkit dan sadar diri. Karena aku memang pengagum tokoh 
Sun Wu Kung si raja kera putih dan pasukannya, maka dalam benakku aku seperti sedang 
melihat sang raja kera dan pasukan kerasnya yang jutaan sedang bangkit. Praktek Lembah 
Merapi memperlihatkan betapa sastra-seni mempunyai peranan untuk meningkatkan semangat 
orang kampung dan desa.

Adalah menjadi kebiasaan kami pula, bahwa sebelum pertunjukan kami selalu mengadakan 
repitisi umum di hadapan kaum tani  dan wakil berbagai organisasi-organisasi dalam 
masyarakat. Ketika pertunjukan dilangsungkan kami menebarkan teman-teman di kalangan 
penonton untuk mengamati reaksi mereka secara langsung. Usai pertunjukan kami segera 
minta pendapat dari penonton untuk perbaikan selanjutnya. Kami sama sekali tidak segan 
melakukan perobahan berdasarkan pendapat-pendapat para penonton dan pengamatan kami 
sendiri. Kami memberikan peluang berkembang bagi apa yang kami hidangkan. 

Kalau kusimpulkan maka hasil utama Ansambel Lembah Merapi selama hidupnya tidak lain 
dari memberi kepercyaan diri pada kaum tani melalui putera-puteri mereka, di samping 
membuktikan bahwa para petani merupakan potensi terpendam yang mampu melakukan segala 
yang tidak terpikirkan oleh kalangan sekolah. Di samping itu kusaksikan juga bahwa 
kaum sekolahan yang menyatukan diri dengan massa luas, akan mungkin memberikan 
sumbangan tidak bertara seperti yang dilakukan oleh Mas Saptoprio. Jalan Mas Saptoprio 
adalah jalan lain bagi kaum sekolahan. Lapisan mayoritas penduduk memerlukan 
intelektual tapi bukan sembarang intelektual. Di sinilah terentang dua jalan bagi kaum 
sekolahan: menyatu dengan rakyat atau bertengger di menara gading dan berkutat dengan 
akuisme diri. Jalan yang dipilih oleh Lekra tidak lain dari jalan merakyat seperti 
yang ditunjukkan oleh praktek Mas Saptoprio [Terakhir kudengar berita, Mas Sapto 
termasuk salah seorang yang dibunuh dengan mencemplungkannya di sebuah kawah gas di 
sekitar Yogya semata karena ia orang Lekra]. Militerisme mempertontonkan wajahnya 
secara utuh dengan pembunuhan atas Mas Sapto. Sedangkan Tante Hilda, ketika aku 
mencarinya di Klaten, yang kudapatkan hanya rumah dahulu dengan penghuni seorang 
berpakaian hijau. 

Tante Hilda dan Mbak Esti , sekarang kalian di mana? Kalau berkubur di mana kubur 
kalian biar bisa kuletakkan setangkai mawar merah di pusara kalian? Kalian dengarkah 
suaraku si putera Dayak, putera negeri yang terpaksa juga klayaban dengan masih 
mengemban mimpi,  memanggil mencari kalian dengan sekian kenangan manis kebersamaan 
kita dan kasihsayang kalian yang membesar dan menyemangati remajaku dahulu dan sampai 
sekarang ketika aku sudah bongkok, ompong dan jalan tertatih? Kasihsayangmu Tante, 
kasihsayangmu Mbak Esti yang selalu ramah mengajakku makan, ia tak pupus, selalu 
kurasakan ia ada di sinar matahari dan cahaya bulan, ada di padang-padang tembakau dan 
padang tebu serta hamparan sawah padi Klaten yang begitu kukenal. Saban kembali 
mengunjungi kabupaten ini, pada semilir angin yang turun dari Merapi seakan kudengar 
kembali gaung gema paduan suara Ansambel Lembah Merapi dan di matahari langit 
kabupaten seakan kulihat sorot mata putera-petani anggota Ansambel penuh harkat dan 
martabat diri yang tak lagi kutahu nasib mereka. 

Aku kembali meneruskan perjalananku sendiri dengan bibir terkatup sambil memandang 
negeri tersayang yang reot.
  

Paris, Agustus 2004
-------------------
JJ. Kusni




[Selesai]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke